Pengelolaan ADD dan DD Desa Suli Sesuai Hasil Musrembang

AMBON,N25NEWS.com – Pejabat Negeri Suli Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) Hans Suitela menegaskan, sejauh pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) yang diperuntukan sudah sesuai dengan hasil musyawara pengembangan (musrembang) desa.

“Kalau keterbukaan menyangkut ADD dan DD, biasanya dalam rangka menyusun anggaran pendapatan dan belanja negeri, itu pertama biasa mulai dari Rencana Kerja Kepala Pemerintah (RKKP), setelah itu program kerja yang diusulkan nantinya akan dibahas dalam musrembang guna membahasa anggarannya,”jelas Suitela pada awak media, Sabtu(9/11/2019).

Dikatakan RKKP yang diusulkan merupakan semua program yang menyangkut dengan kepentingan negeri meliputi, bidang pembangunan, pembinaan dan pemberdayaan, sehingga kalau ada yang mengatakan pemerintah negeri tidak transparan, itu alasan yang tidak relevan dan tidak mendasar dan kalaupun ada harus disertai dengan bukti.

Dimana dalam pembahasa RKKP, selain melibatkan saniri negeri, tokoh pemuda, agama dan perempuan serta melibatkan masyarakat dalam pertemuan musrembang, bahkan untuk membuktikan program kerja desa, juga dipasang pamplet pengumuman program kerja setahun yang terkait paparan penggunaan ADD maupun DD.

“Kalau bilang kita tidak transparan mana buktinya, semua kan sudah dibahas dalam musrembang dan mendapat persetujuan bersama dan untuk membuktikan, kita juga pasang papan program kerja ADD dan DD yang disertai dengan besar anggaran dan itu kami pasang di depan Bailo dan Kantor Desa, jadi apa kita tidak transparan,”tukasnya.

Bahkan untuk mempertanggungjawabkan ADD dan DD, laporanya juga disampaikan ke ispektorat untuk nantinya dilakukan pemeriksaan, kalau pun nantinya ada temuan yang kurang berat pasti akan dilakukan perbaikan.

“Kalau ada temuan diluar kemampuan yang melebihi, pasti akan kembali di audit dan sudah masuk dalam rana hukum Polisi yang punya hak untuk menyidik, apa terjadi penyimpangan atau tidak setelah ada hasil temua inspektorat, tapi yang terjadi selama saya menjabat Plt hingga warga melakukan aksi demo, tidak ada temuan yang menyangkut dengan penyalah gunaan anggaran tersebut,”tandasnya.

Kalaupun ada warga yang keberatan dengan apa yang telah dikerjakan pemerintah negeri terhadap penggunaan ADD dan AD, ada ruang untuk bisa berdialog antara masyarakat dengan pemerintah negeri, tapi apa yang dilakukan dengan merusak kantor desa dan mengusir staf pemerintahan serta memboikot aktifitas pelayanan publik di kantor desa, itu sudah merupakan tindakan yang melanggar UU.

“Kalai ada masyarakat yang tidak puas, bukan dengan cara-cara yang dilakukan kemarin-kemarin itu, sehingga sangat disesalkan hal terjadi, kan ada ruang untuk berdiskusi untuk dibicarakan secara bersama-sama kan,”cetusnya.

Soal warga mempertanyakan Pemerintah Negeri mengalokasikan anggaran air bersih sebesar Rp 2 miliar dari ADD, Suitela membantah kalau anggaran tersebut tidak sebesar, tapi sebesar Rp 200 juta dan itu pun telah dibahas dalam musrembang, namun anggaran tersebut masih berada di rekening Pemkab Malteng dan masuk direkening pemerintah negeri.

Anggaran tersebut kata Suitela akan diperuntukan untuk memperbaiki jaringan estalase air bersih yang jarak dari mata air kali Waitatiri berjarak kurang lebih 2 sampai 3 kilo meter yang kini mengalami kerusakan akibat hujan besar beberapa waktu lalu.

Namun sebelumnya juga sudah ada langkah perbaikan yang dilakukan pemerintah, tinggal hanya menunggu ijin dari PU untuk dilakukan pengalihan jaringan estalase pipa air.

Bahkan Suitela juga mengakui, kalau sebelumnya
ditahun 2012 Pemerintah Negeri Suli juga pernah mendapat bantuan air bersih sebesar Rp 5,4 miliar lewat APBN, sayangnya anggaran tersebut tidak dikelolahnya lantaran sudah tidak lagi menjabat sebagai Raja Suli tapi dikelola oleh pejabat yang ditunjuk pada saat itu.

“Pada waktu tahun 2012 bertepatan dengan saya turun masa jabatan sebagai Raja pada saat itu, lewat APBN Suli mendapat Rp 5,4 miliar untuk proyek air bersih, lalu proses perjalan proyek yang dikerjakan pihak kontraktor entah siapa, saya mengecek dilapangn dipasang 100 mata kerang dan waktu dibuka tidak ada air yang mengalir tapi hanya suara angin tapi itu tidak dipertanyakan, mala sebaliknya saya dituduh mengelola anggaran Rp 2 milar yang jelas anggaran itu tidak ada, sehingga apa yang disampaikan merupakan pemberitaan yang mengada-ngada tanpa mengkroscek terlebih dahulu,”ulang Suitela

Check Also

Akses Jalan Ke Desa Peliana Rusak Berat,Pemuda Hatu Desak Pemda Malteng Untuk Memperbaiki

AMBON,N25NEWS.COM – Hasil-hasil Pembangunan pada hakekatnya harus di nikmati oleh seluruh lapisan masyarakat termasuk Akses …

×

N25NEWS.com