Penetepan Lokasi SPBU Kece Perlu Ditinjau Kembali

AMBON,N25NEWS.COM – Berdirinya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berlokasi di Kebung Cengkeh (Kece) perlu harus kembali ditinjau.

Pininjauan kembali setelah paskah terjadinya insiden tabrakan mobil yang berlanjut dengan penabrakan dispenser pompa bensin SPBU Kece yang terjadi pada, Selasa(22/1) kemarin.

Kepada awak media di Baileo Belakang Soya,Rabu(24/1) Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon Jhoni Mainake menandaskan, bahwa dengan insiden yang terjadi di SPBU Kece, Komisi II akan menelaa kembali lokasi SPBU tersebut, sudah sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku dalam berbagai hal.

“Beruntung kemarin itu, tidak menimbulkan sesuatu yang membahayakan orang lain, sehingga kita perlu bersyukur bahwa tidak ada efek yang terlalu besar dari insiden tersebut,”ungkap Mainake.

Oleh sebab kata Mainake akan menjadi tugas Komisi untuk bisa melihat sejauh mana penetapan lokasi SPBU sudah sesuai yang diperuntukan,sehingga itu akan perlu dikaji ulang kembali, baik dari sisi analisis dampak lingkungan dan jalur lalulintas keluar masuk kenderaan di SPBU.

“Kita harua realitas untuk melihat hal itu, sebab sewaktu SPBU dibangun belum ada Hotel Cantika, jadi kita liat penyebannya, apakah itu dampak dengan adanya hotel tersebut ataukah ada pelanggaran yang dilakukan SPBU sendiri, sebab SPBU ada jauh sebelum adanya pemambungan Hotel Cantika,” ujarnya.

Dengan demikian dalam melakukan telaa kembali, komisi akan memanggil pihak-pihak terkait dengan berdirinya SPBU termasuk pihak Pertamina.
Penegasan yang sama juga disampaikan anggota komisi II Ona Far Far dari Fraksi PDIP yang menyebutkan, bahwa seharusnya sebelum ijin opersional yang dikeluarkan Pemerintah Kota (Pemkot) lewat dampak lingkungan hidup, sebelumnya harus dilakukan analisisa dan proses pengkajian lebih lanjut sehingga SPBU yang didirikan, apakah sudah memenuhi persyaratan yang ditentukan atau tidak.

“Hal ini kalau kita liat dalam aturan yang sudah disampaikan Kekom I, bahwa saat pembangunan SPBU Kece, harus terlebih dulu melakukan pengkajian, baik tingkat kemiringan, kerataan dan semua itu apakah sudah memenuhi standar berdirinya sudah ada atau tidak dan jika sudah ada maka ijin berdirinya SPBU baru bisa dikeluarkan,”jelas Ona.

Dengan demikian menurut Ona, jika dilihat dari letak lokasi dan kondisi SPBU Kece, belum memenuhi kritera dimaksud sehingga bisa dikatakan tidak layak untuk berada dilokasi tersebut.
Oleh sebab itu diharapkan, dari Pemkot Ambon dalam hal ini Dinas terkait untuk bisa melakukan pengkajian dan analisa dengan maksud kedepannya keberadaan SPBU tetap dipertahankan atau ditutup.

“Kalu kemarin kejadian itu sampai terjadi dan nantinya warga mendapat dampaknya, maka yang harus bertanggungjawab dalam hal ini adalah Pemkot Ambon yang telah mengeluarkan ijin lingkungan tersebut,”tegasnya.

Ia juga berharap agar kedepan Pemkot Ambon pada saat mengeluar ijin SPBU dan lainnya, harus terlebih dulu melakukan kajian dan analisis lingkungan agar ijin tersebut dapat bermanfaat bagi warga Kota Ambon.
“Nanti kita akan rapat bersama dengan pihak-pihak terkait akibat insiden kemarin di SPBU Kece,”ucapnya.

Penulis         : Gali M

Editor          : Redaksi

About admin

Check Also

Pasca Gempa Harga Bahan Pokok Di Pasar Ambon Stabil

AMBON,25NEWS.com-Pasca gempa bumi di Ambon 6,8 magnitudo tidak berpengaru pada harga kebutuhan pokok di beberapa …

×

N25NEWS.com