Pergunakan Primordialisme Buton Bersatu,Warga Sultra Bursel Kecam Salah Satu Paslon

BURSEL,N25NEWS.com – Merasa dilecehkan, masyarakat Kabupaten Buru Selatan (asal) asal turunan Sulawesi Tenggara (Sultra) yang terdiri dari, Buton, Wance,

Binongko, Cia Cia, Kemana dan lain-lain mengecam pasangan calon(Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bursel, Hadji Ali-Zainudin Booy dengan akromim”AJAIB” lantaran telah menggunakan isu Primordialisme Buton Bersatu.

Oleh karena itu sebagai masyarakat asal Sultra yang telah mendiami Bursel sejak nenek moyang, menolak dengan tegas isu politik yang dimainkan paslon AJAIB dengan menggunakan istilah Buton Bersatu, karena dapat memecahkan belah antara masyarakat asli dengan pendatang, sehingga terkesan telah melecehkan keberadaan masyarakat turunan Sultra di Bursel.

Mewakili masyarakat turunan Sultra dan Bursel,
Abidin Wance, Ahmad Buton dan Yohanes Nurlatu dan Yance Latbual kepada awak media, Sabtu kemarin mengatakan, mereka menolak dengan tegas isu Buton Bersatu yang telah dimainkan paslon AJAIB yang dianggap secara langsung melecehkan keberadaan warga Sultra bagian dari integral masyarakat Bursel.

Sama halnya dengan isu yang telah menyinggung masyarakat adat buru dan ambalau yang mana isu itu telah membuat perpecahan di dalam masyarakat yang bisa memiliki resistensi konflik horizontal.

Itu karena seluruh wilayah Bursel adalah hak adat ulayat masyarakat Bursel yg telah di berikan untuk di kelola oleh masyarakat basudara yg datang dan tinggal di wilayah tersebut secara turun temurun, baik sebagai tempat usaha.

Semua itu menurut Yohanes Nurlatu dan Yance Latbual, landasan filosof hidup orang Kai Wait Wali Dawen, merupakan sebuah penghargaan kepada basudara Sultra yang tinggal di tanah Bursel telah memiliki hubungan keluarga yang kuat, seperti kawin mengawin di antara mereka yang selama ini tetap terjaga dengan baik dengan warga adat Bursel.

Namun lantaran hanya untuk kepentingan politik sesaat dari paslon AJAIB, dengan sengaja ingin memecah belah kebersamaan yang terjalin dengan baik selama berpuluh-puluh tahun silam sejak nenek moyang mendiami dataran Buru, dengan membuat isu Buton Bersatu yang sangat menyakitkan hati orang Buru dan orang Buton itu sendiri.

Pengalaman 20 tahun lebih kemarin dimana Ambon terjadi konflik horizontal, semua akibat termakan isu-isu yang dimainkan, sehingga diharapkan masyarakat Bursel jangan terprovokasi dengan berbagai isu- isu yang dimainkan dalam kanca politik Pilkada Bursel.

Itu karena akan memecah belah hubungan Kai Wait Wali Dawen yang tertanam dan terjaga dengan baik di Bursel.

Check Also

Sambut HUT Ke 56,Golkar Maluku Tabur Bunga Di Kapahaha Ambon

AMBON,N25NEWS.com-Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Golongan Karya ke 56,Ketua DPD Golkar Provinsi Maluku …