Peringati Hari Keluarga Nasional,BKKBN Bertekad Wujudkan Keluarga Berkualitas

AMBON,N25NEWS.com-Sebagaimana diketahui, tanggal 29 Juni diperingati sebagai Hari Keluarga Nasional sejak tahun 1993. Sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 39 Tahun 2014 tentang Hari Keluarga Nasional,maka tanggal 29 Juni ditetapkan sebagai Hari Keluarga Nasional.

Selain itu,penetapan 29 Juni, sebaga Hari Keluarga, didasarkan atas sejarah perjuangan bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan, yang melakukan perjuangan yang gigih, sampai pada 22 Juni 1949,dimana Belanda menyerahkan kedaulatan bangsa Indonesia secara utuh,seminggu kemudian tepatnya tanggal 29 Juni 1949 para pejuang kembali kepada keluarganya.

“Hal inilah yang melatarbelakangi kelahiran Hari Keluarga Nasional yang kita kemudian kenal sebagai HARGANAS,”kata Kepala Perwakilan BKKBN Maluku,Dra.Renta Rego,saat membacakan sambutan Kepala BKKBN RI dalam upacara Hari Keluarga Nasional yang berlangsung di kantor BKKBN Maluku,senin,(29/6).

Adapun,Hari Keluarga diperingati oleh seluruh lapisan masyarakat baik unsur pemerintah, organisasi kemasyarkatan dan para keluarga itu sendiri. Namun peringatan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya,karena Indonesia dalam suasana prihatin menghadapi pandemi Wabah Covid 19.

“Oleh sebab itu, dalam pelaksanaan Hari Keluarga tahun ini kita laksanakan dengan sederhana, namun memberikan manfaat langsung pada keluarga dan masyarakat, serta menginspirasi setiap keluarga untuk tetap menjaga semangat dalam upaya mewujudkan keluarga berkualitas,”ujarnya.

Lebih lanjut dikatakanya pada tahun 2020 ini, pihak BKKBN bertekad untuk membangun cara dan semangat baru dalam membantu keluarga guna mewujudkan keluarga berkualitas, maka sudah barang tentu BKKBN mengambil tema sentral HARGANAS Ke-27 tahun ini yaitu “BKKBN Baru dengan Cara Baru dan Semangat Baru Hadir Di Dalam Keluargamu”.

Olehnya dengan moment HARGANAS ini dapat dijadikan sebagai pemicu bagi BKKBN bersama keluarga Indonesia untuk dapat terus menerus meningkatkan ketahanan keluarganya sehingga mampu melahirkan generasi yang lebih baik.

Dengan semangat tersebut, BKKBN saat ini melakukan rebranding Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga berencana atau Bangga Kencana, dengan tekad agar BKKBN semakin mampu untuk terus berupaya meningkatkan kepedulian keluarga Indonesia dalam membangun keluarga berkualitas demi pembangunan sumber daya manusia Indonesia seutuhnya.
Diketahui program Bangga Kencana harus dapat menjangkau menjangkau seluruh keluarga Indonesia, termasuk keluarga-keluarga yang mengalami kesulitan, terutama di wilayah-wilayah miskin, padat penduduk, wilayah nelayan, kumuh, dan daerah tertinggal Iainnya.

Menurutnya,hal tersebut dilakukan agar keluarga-keluarga Indonesia yang tinggal di daerah-daerah terpencil dapat juga merasakan manfaat kegiatan Program Bangga Kencana secara langsung.

Salah satu upaya tersebut, berupa pembentukan Kampung Keluarga Berkualitas atau Kampung KB, yang telah dicanangkan oleh Presiden Jokowi pada 14 Januari 2016 yang lalu di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat, dan pada saat ini sudah terbentuk 15. 923 Kampung KB diseluruh Indonesia, yang terdaftar di situs Internet Kampung KB.bkkbn.go.id.

Baca juga :   Dampak Covid-19 Terhadap KB, Kesehatan Ibu dan Kekerasan Berbasis Gender

Adapun,melalui berbagai upaya yang dilakukan, Program Bangga Kencana harus dapat berkontribusi terhadap upaya peningkatan kualitas manusia Indonesia agar menjadi modal pembangunan yang memiliki daya saing dalam menghadapi bonus demografi serta menghadapi tatanan hidup baru akibat pandemic Covid-19; bukan sebaliknya, malah menjadi beban pembangunan.

“Meskipun kita berada pada pasca pandemi Covid-19,namun pelayanan Program Bangga Kencana tetap hadir di Keluarga dengan memperikan pelayanan terbaik sesuai siklus usia reproduksi dan pendekatan siklus kehidupan, dengan tetap memperhatikan aspek protokol kesehatan pencegahan Covid-19,”jelasnya.

Sementara itu,dalam Strategi Pembangunan Nasional 2020-2024, BKKBN mempunyai peran pada Dimensi Pembangunan Manusia (Dimensi Pembangunan Kesehatan dan Mental/ Karakter). Dengan demikian, BKKBN harus turut berkontribusi dalam pelaksanaan Revolusi Mental melalui keluarga.

Oleh sebab itu,maka BKKBN berupaya untuk memberikan kontribusi berupa inisiatif melakukan Revolusi Mental berbasis Pancasila melalui keluarga.Mengapa Revolusi Mental harus dimulai dari tingkat keluarga? Karena keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat sekaligus wahana pertama dan utama bagi penyemaian karakter bangsa.

Selain itu,keluarga adalah pilar pembangunan bangsa. Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama yang mempunyai peranan penting dalam memenuhi kebutuhan “Asah, Asih, dan Asuh”, sebagai implementasi pelaksanan Fungsi Keluarga.

Karena itu, keluarga menjadi ajang yang paling sempurna untuk menanamkan ketiga nilai Revolusi Mental, yaitu integritas, etos kerja, dan gotong royong, dan membangun karakter sejak dini.
Delapan fungsi keluarga harus menjadi dasar penerapan Revolusi Mental melalui keluarga. Kedelapan fungsi keluarga tersebut adalah fungsi agama, fungsi sosial budaya, fungsi cinta kasih, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi, fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi ekonomi, dan fungsi lingkungan.

“Pada acara strategis Hari Kerluarga tahun ini,kita juga mengadakan kegiatan “Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor”,yang dilaksanakan tepat pada 29 Juni 2020.Selain itu,kiegiatan ini kita ingin dapat memberikan pesan bagi keluarga tentang kesiapan pelayanan kontrasepsi guna melayani kebutuhan para keluarga yang merupakan komitmen kita bersama,”ujarnya.

“Untuk itu,saya berharap semoga Hari Keluarga Nasional Ke-27 ini dapat dijadikan daya ungkit bagi sinergitas antara BKKBN dengan Tim Penggerak PKK, Pemerintah Daerah Provinsi serta Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota dalam rangka membangun bangsa mewujudkan Indonesia Sejahtera,”tandasnya.

Check Also

Satu Pejabat Eselon II Pemprov Maluku Terkonfirmasi Positif Covid-19

AMBON,N25NEWS.com-Satu pejabat eselon II dilingkup pemerintah provinsi (Pemprov) Maluku yang diketahui bernama Melky Lohy (53) …