Home / Ekonomi / Perkuat Kendali Inflasi, BI Maluku Terus Mendorong UMKM

Perkuat Kendali Inflasi, BI Maluku Terus Mendorong UMKM

AMBON,N25NEWS.COM – Bank Indonesia terus mendorong pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Provinsi Maluku guna memperkuat pengendalian inflasi baik dari sisi suplai maupun pemasaran khususnya komoditas pangan yang berdampak pada inflasi VF (value chain approach).

Hal tersebut sejalan dengan komitmen dalam peningkatan kualitas pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku bukan hanya di tinjau usaha kecil dari segi kerajinan, kuliner maupun parawisata, namun juga pada sektor pertanian.

Hal ini diakui oleh Asisten Manajer Bank Indonesia Perwakilan Maluku, Syafiqar Nabil beberapa pekan lalu, (21/03) dalam kegiatan pelatihan wartawan, pada lokasi wisata Ora Beach Eco Resort, Saleman, Kabupaten Maluku Tengah, Kecamatan Seram Barat Bagian Utara Provinsi Maluku.

Diakuinya, Strategi pengembangan UMKM oleh BI kini mendukung pencapaian kebijakan utamanya, yakni kebijakan makroprudensial.

“Strategi yang dilakukan di antaranya menciptakan UMKM yang mendukung stabilitas nilai rupiah melalui pengendalian inflasi volatile food serta diversifikasi dan pengembangan ekonomi produktif atau UMKM unggulan,” pungkasnya.

Ditambahkannya, pengembangan UMKM di fokuskan pula pada sektor pertanian guna menyamaratakan nilai kredit yang disalurkan ke sektor UMKM yang hanya sekitar 20% dari total kredit perbankan.

“Seperti halnya di tahun 2017 lalu, kita telah mengembangkan UMKM di Provinsi Maluku tepatnya pada Kecamatan Tanimbar, Saumlaki Kabupaten Maluku Tenggara Barat melalui pengembangan kain tenun Tanimbar menggunakan mesin. Kita menyamakannya layaknya UMKM pada sektor kredit perbankan yang di salurkan ke wilayah Jawa – Bali hingga pertumbuhan nya pesat. Hal ini yang membuat pengembangan UMKM merata di seluruh pelosok Indonesia,” tandasnya.

Maka dari itu, BI kemudian memiliki tujuh prinsip yang di genggam dalam pengembangannya diatntarnaya, segala problem yang di atasi harus menjawab kebijakan utama, Menyeluruh, memiliki target jelas, menciptakan nilai tambah, meningkatkan kemitraan dengan semua pihak baik pemerintah maupun swasta, memperhatikan potensi dan sumberdaya lokal serta Kondusif.

“Nah, dari prinsip itu kemudian kita tujukan untuk terwujudnya pengembangan UMKM yang mendukung pencapaian nilai tukar yakni nilai rupiah yang stabil dengan berpatokan pada beberapa pilar peningkatan sektor kredit pada UMKM diantaranya Stabilitas nilai rupiah dan kualitas dari sisi suplai dan pemasaran,” tutupnya. (Amy Latuny)

 

About admin

Check Also

Halim Daties : Tindak Pidana Korupsi Momok Yang Menakutkan

AMBON,N25NEWS.COM-Tindak pidana korupsi merupakan momok yang sangat menakutkan bagi aparat pemerintahan,kemuadian munculnya berbagai atauran tentang …