Breaking News

Pernyataan Humas Polda Soal Kronologi Penembakan Warga Latu, Tidak Sesuai Fakta

SBB,N25NEWS.COM – Sejumlah pihak yang mengikuti perkembangan kasus penembakan terhadap warga Latu Alm. Sulaiman Patty (39) oleh Oknum Aparat Brimob dari Detasemen B Amahai, di Negeri Latu, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, pada Rabu Malam (15/5), menyayangkan adanya pernyataan Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Muhammad Roem Ohoirat terkait kronologis kejadian.

Pasalnya, Kronologis penembakan terhadap Alm. Sulaiman sebagaimana di paparkan oleh Kabid Humas Polda melalui konferensi di Ambon, dinilai sangat tidak sesuai fakta dilapangan.

“Selaku pemerhati HAM, saya sangat menyangkan adanya pernyataan Kabid Humas Polda Maluku, Bapak Kombes Ohoirat. Dalam keterangan persnya di Ambon, beliau mengatakan bahwa penembakan terhadap Alm. Sulaiman Patty dilakukan karena ada perlawanan kontak senjata dari warga Latu. Ini tidak benar. Pernyataan beliau ini, sangat menyesatkan,” ujar salah satu aktivis HAM Maluku, Saman Amirudin Patty kepada media ini melalui rilis, Kamis (16/5).

Menurut Saman, berdasarkan sejumlah info fakta yang dia kumpulkan dari warga Latu, dalam peristiwa penembakan itu, warga sama sekali tidak melakukan perlawanan sedikit pun apalagi sampai menggunakan senjata api sebagaimana disampaikan oleh pihak Polda.

“Saya sudah konfirmasi sejumlah warga Latu, bahwa sebelum peristiwa penembakan itu terjadi, warga tidak ada yang melakukan perlawanan. Kalaupun ada, itu hanya bersifat adu mulut. Bukan perlawanan berupa kontak senjata sebagaimana yang disampaikan. Seluruh bunyi tembakan senapan organik, adalah murni keluar dari laras aparat Brimob,” ungkapnya.

Menurutnya, jika pihak kepolisian tetap menganggap bahwa benar warga Latu melakukan perlawanan berupa adu mulut, itu pun ada protap penanganannya. Tidak serta merta langsung membrondong warga dengan tembakan menggunakan peluru tajam. Karena penggunaan senjata api oleh aparat kepolisian, diperlukan bilamana terjadi situasi darurat sebagaimana di atur dalam Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 8 tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar HAM dalam Penyelenggaraan tugas Polri.

“Jadi gini, aparat kepolisian dalam menghadapi massa aksi dari warga sipil itu, ada protap penanganannya. Bukan malah mengambil tindakan refresif dengan langsung menembak warga begitu saja. Silahkan saja buka Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 8 Tahun 2009 pasal 47 ayat 1 dan 2. Pertanyaannya apakah benar ada situasi darurat. Tidak ada pak. Yang terjadi adalah aparat Brimob langsung menembak secara membabi buta,” tandasnya.

Dia lantas mendesak pihak Kompolnas dan Komnas HAM RI agar mengusut kasus penembakan itu hingga tuntas.

“Kasus penembakan ini, sudah masuk pelanggaran HAM murni. Olehnya kami mendesak pihak Kompolnas dan Komnas HAM RI agar segera turun tangan mengusut kasus ini hingga tuntas.,” tegasnya.

Sekedar tahu, sebagaimana info yang berhasil dihimpun media ini, kasus penembakan terhadap Alm. Sulaiman Patty bermula dari di lakukannya penangkapan terhadap salah satu warga Latu berinisial KP yang ditengarai sebagai pelaku pembacokan terhadap Alm. Samsul Lussy pada awal Mei lalu. KP sendiri, diringkus saat aparat kepolisian sedang melakukan razia kendaraan di depan Mapolsek Kairatu, pada Rabu sore (15/5).

Baca juga :   PT Pelni Peduli Korban Gempa Bantu Paket Sembako

Pasca KP ditahan, pihak keluarga tidak terima. Mereka lalu bersama sejumlah warga yang bersimpati, melakukan aksi protes di Mapolsek Kairatu Timur dengan tuntutan KP harus segera dibebaskan. Dan hasilnya KP tetap ditahan. Tidak puas dengan aksi protes di Mapolsek Kairatu Timur, selang beberapa jam kemudian, warga Latu kembali melakukan protes dengan memblokade setengah dari ruas badan Jalan Trans Seram tepatnya di tengah kampung Latu sekira pukul 20.45 WIT.

Guna mengatasi hal itu, pihak pemerintah Negeri Latu kemudian mengeluarkan himbauan kepada warganya melalui pengeras suara agar segera menghentikan aktivitas pemalangan jalan tersebut. Pasca mengeluarkan himbauan itu, pihak Pemneg Latu lalu berkoordinasi dengan unsur BPD dan sejumlah tokoh masyarakat untuk sama-sama turun ke TKP dalam rangka membuka blokade tersebut.

Namun, selang beberapa menit kemudian, tibalah aparat Brimob Detasemen B Amahai dari Masohi di titik pemalangan jalan dengan menggunakan tiga unit mobil. Diantaranya satu unit mobil truk perintis, satu unit Barakuda dan satu unit mobil ranger. Setiba dilokasi, sebahagian warga sempat melakukan penghadangan dengan tujuan menyampaikan keluhan mereka. Sementara sebahagian warga lagi, langsung membuka blokade. Saat bersamaan, pihak aparat brimob langsung mengeluarkan tembakan dan langsung memakan korban.

Korban pertama adalah, Mohtar Patty (38). Dia terkena tembak di bagian lengan kiri. MP tertembak saat sedang menyingkirkan drum bekas yang dipakai untuk palang jalan. Saat terdengar bunyi letupan senjata api, Alm SP yang tempat tinggalnya sekitar 25 meter dari TKP, keluar dari rumah bersama warga lainnya. Mereka lalu mendekati areal TKP. Dan disaat itulah, SP tersungkur jatuh akibat terkena tembakan dibagian bahu kiri yang diduga arahnya berasal dari mobil truk perintis milik aparat Brimob Amahai. Kedua korban tersebut lalu dilarikan ke Rumah Sakit Kairatu.

Sementara korban lainya yakni Asnawi Patty (25), merupakan ketua panguyuban Ikatan Pelajar Mahasiswa Latu (IPMAL), dia menjadi sasaran amukan aparat kepolisiian di Depan Mapolsek Kairatu Timur saat dia sedang mengendarai mobil avanza dengan tujuan mau mengejar korban SP dan MP untuk menyalin sebahagian penumpang pengantar dari mobil yang mereka tumpangi. Korban AP dipukul menggunakan popor senjata di bagian kepala.

Perkembangan terkini, Korban meninggal sudah dimakamkan. Sedangkan korban MP dan AP sementara sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Piru dan Rumah Sakit Kairatu (*).

About admin

Check Also

Tim Tanggap Darurat DPRD Maluku Tinjau Pelayanan Kesehatan Tulehu

Alimudin : Sudah Tidak Ada Pasien Prabayar AMBON,N25NEWS.com -Mendengan informasi adanya pemberlakukan pelayanan kesehatan pra …

×

N25NEWS.com