Breaking News

Persulessy Luruskan Kondisi PD Panca Karya

AMBON,N25NEWS.COM – pemberitaan media yang terkesan sepihak, Manager Personalia PD Panca Karya Venty Persulessy meluruskan persoalan yang sebenarnya terjadi di PD Panca Karya paska resafel beberapa jabatan Direksi.

Persulessy pada N25NEWS.COM ini diruang kerjanya, Kamis(24/1/2019) menjelaskan, bahwa apa yang telah disampaikan salah satu media cetak lokal, tidak sesuai dengan kondisi ril yang terjadi saat ini, setelah Anthonius Silhaloho dipercayakan menjabat Plt Direktur Utama (Dirut) menggantikan  Afras Pattisahusiwa yang saat kondisi perusahan  boleh dikatakan nyaris bangkrut akibat terjadi mines pada kas perusahan.

Namun kondisi tersebut secara perlahan-lahan sudah semakin membaik dalam kurun waktu tiga bulan setelah pergantian Direksi PD Panca Karya dibawa kemimpinan Anthonius Silhalolo.

“Jujur secara internal perusahanapa yang disampaikan salah satu media sangat merugikan perusahan
Meskipun demikian Persulessy mengakui, pembayaran hak-hak pegawai baik itu uang makan dan gaji dengan rincian mulai bulan Juli dan Agustus tahun 2018, itu memang ada tunggakan namum yang perlu dingat tunggakan itu terjadi sebelum pergantian Direksi dan setelah dikeluarkan SK Nomor 204-205 oleh Gubernur Maluku tentang pergantian badan pengawas dan Direksi baru.

Semua tunggakan sudah tercatat sebagai hutang perusahan yang tetap akan dibayar ditahun 2019 oleh managemen dibawa kepimpinan Silhalolo.

“Puji Tuhan per September 2018 setelah managemen perusahan diganti,.itu gaji langsung jalan sampai bulan Desember tahun kemarin, kalau uang makan memang belum, khusus ABK ada sistim pembayaran panjar,itu yang  saya harus luruskan  biar tidak salah kapra  seperti yang disampaikan media,”akuinya.

Sementara menyangkut dengan biaya BPJS lanjut Persulessy, memang masih ada tunggakan lima bulan, April, Mei, Juni,Juli dan Agustus dan itu juga tunggakan managemen yang lama.

“Kalau itu memang benar pada managemen lama dan ketika  baru Direksi baru masuk, posisi likuiditas perusahan tidak stabil saat itu, sehingga kalau mereka(Direksi-red) mulai star dibulan September memang tidak bisa, tetapi mereka harus bayar mulai dari bulan sebelumnya, April, Mei, Juni, Juli, Agustus hingga tiga bulan kedepan  setelah Direksi baru diangkat pada bulan September 2018.

Terhadap tunggapan BPJS Persulessy mengakui, pihak perusahan belum melakukan pembayaran, namun untuk beberapa unit kerja pihak perusahan sudah melakukan pembayaran, contohnya BPJS perbengkelan dan office perusahan, tinggal hanya BPJS Perkapalan yang belum dibayar,.sehingga apa yang diberitakan media tidak semuanya benar.

“Kami uda bicarakan dengan BPJS dan kami mulai bayar, BPJS kantor dan perbengkelan sudah lunas dan pembayaran dilakukan secara bertahap atau cicil, sesuai dengan kondisi keuangan perusahan, tingggal perkapalan yang nantinya juga akan dilakukan pembayaran,”akui Persulessy.

Disinggung adanya tunggakan uang makan selama tuju bulan kata Persulessy, pihak perusahan akan tetap membayar namum yang yang lebih diprioritas sesuai kondisi keuangan perusahan, lebih awal ditujukan pada karyawan yang tingkat volume kerjanya lebih menguras energi, selain ABK yang sudah dibayar sehingga yang belum terbayar sama sekali hanya pegawai office atau adiministrasi kantor.

“Jadi hutang gaji pegawai ini dampak dari managemen perusahan yang lama, sehingga jangan salah prsepsi dengan sistim kerja managemen yang baru, mereka selama diangkat tiga bulan lalu, pembayaran gaji tetap berjalan dengan normal, bahkan sebagai hutang perusahan yang ditinggalkan pejabat lama juga akan tetap dibayar, meskipun secara bertahap tapi pasti lunas,”ujarnya.

Persulessy juga membantah kalau gaji pegawai dibayar dengan menggunakan anggaran hasil pinjaman dari Bank, tetapi pembayaran itu dilakukan setelah beroperasinya enam unit kapal dari sebelumnya hanya satu kapal yang beroperasi dan itu juga terjadi di zaman era Direksi lama.

Untuk itu dirinya menjelaskan peruntukan dana pinjaman BANK sebesar kurang lebih Rp 3 miliar.

Baca juga :   Peserta Dari Negeri Banda Nilai Panitia Lomba Perahu Belang Ambon Kurang Siap

“Tujuan kredit kemarin bukan untuk pembayaran gaji, murni kami pakai untuk menggerakan alat-alat kapal yang rusak, sedangkan pembayaran gaji setelah ada setoran dari kapal yang sudah beroperasi, sehingga dari situ baru kami lakukan pembayaran gaji karyawan.

Ia juga meluruskan soal adanya tudimgan PD Panca Karya melakukam PHK sejumlah pegawai, bahwa sejauh ini tidak ada perusahan melakukam PHK, tetapi yang sudah dilakukan khusus bagi pegawai kontrak itu sudah bersifat normatif dan itu sesuai pengakhiran tahun anggaran sesuai jatuh tempo kontrak kerja setiap pegawai sehingga dengan tanggal dan waktu kontrak yang telah disepakati secara tidak langsung saat itu juga pemutusan kerja sudah terjadi antara pihak perusahan dengan batas waktu kontrak kerja pegawai.
Akan tetapi jika yang bersangkutan ingin bekerja kembali harus menunggung satu bulan untuk selanjutka memasuki lamaran kerja baru sesua dengan keahlian masing-masing.

“Kita sekarang ini sedang melakukan tata kelola sistem managemen yang baru sehingga pola kerja lama, begitu masa kontrak kerja abis langsung bisa dilanjutkan kembali, managemem sekarang bedah tetapi mereka harus masukan lamaran baru sesuai persyartan yang dibutuhka perusahan, setelah itu dilakukan validasi kembali berkas tersebut dan jika sesuai maka akan dimasukan dalam anggaran tahun 2019 sesuai kontrak kerja nanti,”tandasnya.

Menyangkut dengan pemberitaan media yang terkesan menyudutkan PD Panca Karya kata akedimisi UKIM Ambon DR Horbet Soselissa menyebutkan, itu merupakan pemberitaan sepihak tanpa ada kroscek sehingga apa yang disampaikan tidak seauai dengan kondisi yang sebenarnya terjadi di perusahan tersebut.

Apa lagi disebut-sebut pengangkatan Direksi dan badan pengawas yang baru terkesan politik, itu sama sekali berita yang mengada-ada, malah sebaliknya apa yang telah disampaikan pihak akedemisi lebih mengarah ke unsur politik.

“Saya tidak ada hubungan timbal balik dengan pihak Direksi maupun siapa yang ada di PD Panca Karya,tapi kalau mau bilang ada unsur politik sebagai ucapan terima kasih Asaggaf sebagai Gubernur kepada Direksi lama yah itu betul, sebab mantan Dirut Afras Pattisahusiwa orang PPP yang merupakan partai pendukung di Pilkada sebelumnya termasuk Badan Pengawas Ruli Moenandar yang juga orang dari partai PDIP, nah kalau Anthonius Silhalolo dan Femy Sahetapy itu murni orang birokrat yang kebetulan diperbantukan setelah memasuki masa purna bhakti dan tidak ada sangkut paut dengan urusan politik.

Tapi yang perlu diingat penunjukan mereka sebagai Direksi dan badan pengawas PD Panca Karya hanya semata-mata untuk menyelamatkan perusahan daerah yang saat itu sangat memprihatinkan dan butuh penanganan khusus dari Pemerintah Provinsi Maluku, sehingga langkah yang diambil Ir Said Assagaff menunjuk Direksi yang baru, itu langkah yang bijak dan tepat.
Kenapa demikian, dalam kurun waktu tiga bulan, bahkan waktu yang terlalu singkat, berbagai permasalahan yang terjadi, era Direksi lama secara perlahan sudah diatasi sehingga bisa dikatakan kondisi perusahan sudah mulai sehat kembali.

Sementara menyangkut dengan masa peralihan Murad Ismail sebagai gubernur Maluku yang baru, itu nantinya menjadi tanggungjawab politik gubernur yang baru untuk nantinya menunjuk siapa dan siapa.

“Kita ini sama-sama orang akedimisi jadi kita tidak perlu campur terlalu jauh dengan urusan gituan, tapi yang perlu diingat pada biasanya jabatan Dewan Pengawas dan Direksi, itu jabatan politik sebagai ucapan terima kasih tergantung siapa gubernurnya, kalau pejabat perusahan saat ini, hanya bersifat Plt saja, jadi stekmannya jangan terlalu berlebihan, nanti dianggaap cari muka saja,”ungkapnya.

Penulis    : Gali M

Editor      : Redaksi

About admin

Check Also

Far-Far,Permasalahan Pertanahan Di Maluku Cenderung Menimbulkan Konflik Kepentingan

AMBON,N25NEWS.COM-Permasalahan pertanahan dalam masyarakat sering dan cenderung terjadi dimana hal tersebut telah menimbulkan konflik kepentingan …