Perwakilan BKKBN Maluku Gelar Workshop Sistim Digital Managemen Rantai Pasok (SIRIKA)

AMBON,N25NEWS.com- Dalam rangka meningkatkan akses ke alat dan obat kontrasepsi (alokon) di fasilitas layanan kesehatan, Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku bekerjasama dengan JH CCP telah bersama memperkuat sistem rantai pasok keluarga berencana.

“Untuk memperkuat strategi yang berpusat pada data ini,BKKBN dan pilihanku mengembangkan SIRIKA (Sistem Informasi Rantai Pasok Alokon), inovasi dalam proses pengolahan data pelaporan logistik dan pengelolaan di gudang secara digital, ”kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Dra.Renta Rego, pada acara Workshop Sistem Digital Managemen Rantai Pasok Alokon (SIRIKA), Rabu (12/8).

Dijelaskannya sistem ini, berfokus pada upaya peningkatan efisiensi organisasi dan standarisasi praktik pengelolaan gudang sesuai dengan pedoman rantai pasok (Supply Chain Management atau SCM) yang berlaku. Proses perhitungan kebutuhan untuk distribusi rutin sebelumnya dilakukan secara manual dan sulit menerapkan rumus dalam pengolahan data.

Selain itu, proses pengelolaan di gudang yang diterapkan sebelumnya, juga manual dan berbasis kertas, di mana staf menghabiskan banyak waktu untuk melakukan berbagai pencatatan yang cenderung berisi duplikasi informasi. Beban kerja yang cukup berat banyak menyebabkan kesalahan dalam pengisian data.

Menurutnya lagi, melalui aplikasi ini semua proses penerimaan dan penyaluran barang, pencatatan dan pelaporan stok, penelusuran pengiriman serta penghitungan fisik dilakukan secara digital, minim data entry dan dengan hanya klik pada tombol. Semua pencatatan dan dokumentasi pengiriman dihasilkan secara otomatis dari aplikasi dan dapat langsung dicetak.

Baca juga :   Peduli Masalah Sampah,Lebebae Community : Bisa Mengurangi Volume Sampah Di Kota Ambon

“Ini memungkinkan pengelola gudang dan pemangku kepentingan lainnya mendapatkan informasi status stok secara real time sehingga mereka dapat cepat mengambil keputusan. Fitur notifikasi juga memungkinkan pengelola stok untuk memonitoring stoknya secara rutin dan menghindari kekurangan atau kelebihan stok, dan sebagai pengingat saat tanggal waktu laporan,” jelas Rego.

Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan SDM dalam penggunaan Sistem Digital Manajemen Rantai Pasok SIRIKA, Pusdiklat KKB bekerjasama dengan Biro Keuangan dan Pengelolaan BMN, Direktorat Bina Kesertaan KB Jalur Pemerintah, Direktorat Teknologi Informasi dan Dokumentasi, Direktorat Pelaporan dan Statistik serta JHCCP.

“Sehingga kita (BKKBN) dalam hal ini Bidang Latbang Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku menyelenggarakan Workshop Sistim Digital Managemen Rantai Pasok (SIRIKA) melalui E-Learning Tahun 2020,” tandas Rego.

Sumber : Neima Nurjannah, SE Pranata Humas Ahli Muda BKKBN Provinsi Maluku
Editor : Aris Wuarbanaran

Check Also

Tingkatkan Ketahanan Keluarga, BKKBN Provinsi Maluku Gelar Siaga COVID-19 Bagi Genre

AMBON, N25NEWS.com- Ditengah merebaknya virus corona yang melanda Indonesia bahkan dunia. Keluarga merupakan unit terkecil …