Breaking News

Petani Desa Waimital SBB,8 Bulan Menderita Penyakit Kulit Gatal – Gatal.

SBB,N25NEWS.COM – Petani asal Desa Waimital Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku mengalami penyakit kulit gatal – gatal ,penyebab penyakit tersebut diduga air pada saluran irigasi persawahan diDesa Waimital tercemar.

Banyak petani di Desa Waimital Kecamatan Kairatu menderita penyakit kulit gatal gatal  yang susah sekali mengobatinya, hal ini terjadi sudah berbulan – bulan, jikalau musim tanam dan musim panen tiba di pastikan gatal itu akan muncul lagi dan terserang kulit para petani setempat.

Ditemui Media N25NEWS.COM Sabtu ( 18/8/2018) Salah satu petani Desa Waimital Mas Sunar S Gemba menjelaskan penyakit kulit berupa gatal gatal ini sudah lama kurang lebih 8 bulan dialami dan dirasakan oleh kami para petani,dan sudah diketahui oleh pihak lingkungan hidup dan pihak puskesmas Desa Waimital dan sampai saat ini tidak ada tindaklanjuti sama sekali oleh instansi terkait.

” Paling setengah mati pak kalau terkena gatal itu, karena jangka waktu  bisa mencapi satu minggu baru akan sembuh itupun tinggal membekas macam kaskadu, kalau pak seng percaya coba colo kaki ke saluran pasti langsung bagatal” Ungkapnya Ceritanya dengan dialog ambon.

Ditambahkannya,kami para petani sudah melaporakan hal ini kepada anggota DPRD dan sudah secara langsung meninjau lapangan bersama sama petugas dari dinas lingkungan hidup, tapi sampai hari ini belum ada tindak lanjut dari dinas terkait.

Baca juga :   Buka Kegiatan Advokasi Program KKBPK,Plt Kepala BKKBN Perwakilan Maluku Minta IBI Se-Maluku,LSM,TNI Dan Jurnalis Perbanyak Dan Tingkatkan Advokasi Program KKBPK

” Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan jangan diam dan tutup mata dengan apa yang sudah dialami para petani dan sudah kami laporkan itu,kenapa tidak ada tindaklanjuti dari instansi yang punya wewenang saat ini ” Ada Apa Dengan Kalian” ? Tanya Petani itu.

Sementara itu Eko Budiono yang dihubungi Media N25NEWS. COM melalui Via selulernya , Budiono membenarkan bahwa setelah ada keluhan dari masyarakat saya langsung menghubungi dinas lingkungan hidup dan langsung turun meninjau sawah bersama salah satu staf dari dinas lingkungan hidup dan mengambil sample utk di uji di laboratorium,

” Sampai saat ini belum ada hasil uji  laboraturium dari hasil sample yang sudah dimabil oleh pihak lingkungan hidup itu,padahal masalah ini sudah cukup lama dan serius,dan pada para petani hanya menunggu tapi sampai sekarang belum ada informasi” Pungkas Budiono.

Lanjut Budiono, sebenarnya untuk tindakan prioritas yang paling cepat hari ini harusnya di lakukan oleh Puskesmas Waimital untuk bisa menyampaikan kasus ini ke Dinas Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Barat agar masyarakat mendapatkan pertolongan pengobatan sambil menunggu hasil lab yang tidak tahu kapan selesainya” Tutup Budiono.

Oleh,Suneth Loehoe

About admin

Check Also

BKKBN Maluku Gelar Kegiatan Penguatan Digital Leadership Dan Penguatan Forum Gendre Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2019

AMBON,N25NEWS.COM-Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Maluku menggelar kegiatan Pengua Digital Leadership dan Penguatan …