Home / Ekonomi / PHK Enam ABK, AMPERA Demo Kantor Pelni Cabang Ambon

PHK Enam ABK, AMPERA Demo Kantor Pelni Cabang Ambon

AMBON,N25NEWS.COM-Melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tujuh Anak Buah Kapal (ABK) yang terkesan dilakukan secara sepihak, mendapat perhatian pemuda pelajar mahasiswa Maluku yang mengatas namakan Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) dengan melakukan gerakan aksi  demo di depan kantor PT Pelni (Persero) cabang Ambon.

Aksi demo yang dipimpin kordinator  lapangan  (Korlap) Hamet Latuconsina bukan hanya berlangsung di kantor Pelni Cabang Ambon, sekitar pukul 9.30 WIT, tetapi hal yang sama juga berlangsung di kantor Gubernur Maluku.

Dalam orasi yang disampaikan Korlap menegaskan, pada tanggal 1 Maret 2018. telah terjadi pemecatan yang dilakukan secara sepihak oleh PT Pelni melalui Direksi Bidang SDM dan Umum Galnet yang  dalam kebijakan melalui surat mutasi, baik mutasi turun dan mutasi naik sebagai bentuk pergantian beberapa ABK pada KM Sabuk 43.

Dimana keputusannya berdampak pada pemberentian enam orang ABK pada KM Sabuk Nusantara 43 yang sudah sekian tahun bekerja denfan posisi Mualim I, Mualim II, Masinis I dan Masinis II atas Labaco (Jabatan Mualim I), Risad Talahoka (Jabatan Klasik) dan La Mini (Jabatan Masinis I) yang semuanya merupakan anak daerah.

“Jadi kalau kita mau lihat Surat mutasi yang dikeluarkan PT Pelni  atas pemberhentian enam orang ABK KM Sabuk 43, kami anggap cacat hukum. Sebab tidak sesuai dengan  isi perjanjian kerja laut  yang tidak mengenal istilah mutasi ABK,” teriaknya.

Selain itu, mekanisme PHK ABK yang  diatur dalam ketentuan isi perjanjian kerja laut pasal 9. Yang mana PHK ABK harus memiliki dasar hukum yang jelas, artinya harus memenuhi unsur yang dimaksud dalam poin 9 poin (1) dan (2).

“Nah kalau kita liat mekanismenya, maka Pelni Pusat harus segera mencabut surat, mutasi naik dan mutasi turun tertanggal 1 Maret 2018. Dengan tindakan PHK yang dilakukan secar sepihak oleh Pelni, sebagai lembaga negara dalam hal ini Kemenetrian Perhubungan dan Kementrian Tenaga Kerja untuk segera melakukan ealuasi terhadap kebijakan Pelni yang dinilai  acat hukum seraya mengembalikan  enam orang ABK pada posisi semula di KM Sabuk 43,” desaknya.

Sementara itu, Manager Operasional PT Pelni Cabang Ambon, Djasman usai melakukan tatap muka dengan perwakilan aksi demo, kepada wartawan menuturkan, kalau memang dari Pihak Pelni Ambon  sama sekali tidak berkeinginan untuk menurunkan para ABK, namun ada aturan di Pelni yang bersifat internasional, dalam bentul kelengkapan ijasah pelaut yang harus sesuai dengan GRT atau Ospor kapal.

“Kenapa alasan Pelni harus turunkan ABK KM Sabuk 43, ini  karena soal persoalan ijasah pelaut yang  menjadi dasar utamanya. Kalau memang mereka ingin mau naik lagi dengan catatan harus mengabdetkan ijasahnya dan harus sekolah lagi karena yang dibawa ini adalah kapal perintis yang membawa penumpang,”pintanya.

Ia pun berjanji akan berusaha membantu para  ABK yang di PHK untuk bisa naik kembali di kapal dengan catatan tidak pada jabatan sebelumnya tetapi dibawahnya.

“Prinsipnya kami dari Pelni Ambon akan tetap  berusaha untuk mereka bisa naik kembali, sebab yang nantikan menentukan adalah Pelni Pusat, bukan Pelni Cabang,”jelasnya.

About admin

Check Also

Minggu Kedua Bulan November Harga Kebutuhan Pokok Stabil di Pasar Ambon

AMBON,N25NEWS.COM-Memasuki minggu kedua bulan November 2018,harga berbagai kebutuhan pokok di Pasar taradisional Kota Ambon masih …