Home / Ekonomi / Pilot Project BI Jangkau Empat Provinsi

Pilot Project BI Jangkau Empat Provinsi

AMBON,N25NEWS.COM – Tahun ini Bank Indonesia kembali melakukan perluasan lokasi pilot project BI Jangkau pada keempat provinsi diantaranya Provinsi Maluku, Sumatera Utara, Papua Barat dan Banten.

Kepala Cabang Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Bambang Pramasudi, Senin (30/04) menyatakan BI Jangkau ialah program perluasan jangkauan layanan kas Bank Indonesia kepada masyarakat sampai ke tingkat kecamatan/desa melalui jaringan kantor perbankan dan/atau pihak lain yang di tunjuk Bank Indonesia dalam rangka kebijakan peningkatan kualitas uang rupiah yang beredar di masyarakat.

Perluasan kembali lokasi pilot project BI Jangkau ini kemudian merupakan lanjutan di tahun 2017 lalu dengan menetapkan delapan provinsi sebagai pilot project sebelumnya.

BI Jangkau oleh Pramasudi diakui dari latarbelakangnya bahwa titik distribusi uang yang telah ditetapkan selama ini baru mencapai kabupaten/kota dan belum melayani masyarakat di kecamatan/desa hingga baginya dirasa perlu project pilot dilakukan dengan mekanisme distribusi yang sifatnya struktural dan lebih kontinyu.

Selain itu, BI Jangkau juga bertujuan untuk meningkatkan perluasan janggkauan distribusi uang dan layanan kas BI hingga mencapai area desa yang selama ini sulit di jangkau.

Pramasudi menambahkan, untuk mendapatkan kualitas uang yang baik, program BI jangkau akan memperlancar peredaran uang dari dua sisi yakni melalui percepatan distribusi uang layak edar dan memudah penyerapan uang yang tidak layak diedar di masyarakat dalam hal ini uang lusuh.

Terkait program itulah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia telah menunjuk PT.BPD Maluku dan Maluku Utara sebagai pelaksana BI Jangkau dengan wilayah lokasi Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Timur.

Untuk wilayah Kabupaten Maluku Tengah meliputi kecamatan Wahai dan kecamatan Kobisonta sementara wilayah SBT meliputi kecamatan Bula dan  kecamatan Geser.

Baca juga :   Sahuburua : Exit Strategi YPPM di Nilai Memiliki Makna Strategis

“Dengan demikian, BPD Maluku dan Malut akan bertindak sebagai koordinator distribusi uang bagi bank atau lembaga lainnya diwilayah tersebut dengan mengedarkan uang layak edar dan menarik uang tidak layak edar dari masyarakat melalui penandatanganan perjanjian kerjasama BI menjangkau kecamatan/desa,” tutup Pramasudi.  (Amy Latuny)

About admin

Check Also

KSOP Tegaskan PELNI Tidak Jualan Tiket di Pelabuhan Oleh : Gali Markalin

AMBON,N25NEWS.COM – Menjelang arus mudik lebaran Kantor Kesyabandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Klas I A …