Home / Maluku / Pohon Sagu Di Areal Unpatti Teracam Punah

Pohon Sagu Di Areal Unpatti Teracam Punah

AMBON,N25NEWS.COM-Pohon Sagu merupakan tanaman lokal yang dapat dijadikan pangan lokal dan menjadi makanan tradisional masyarakat Maluku yang sudah barang tentu harus dijaga pelestariannya,dengan demikian dapat mendorong masyarakat untuk melakukan berbagai kegiatan yang sifatnya mendudung pengembangan tanaman sagu yang merupakan tanaman khas Maluku ini.

Pohon sagu yang merupakan ikon pagan orang Maluku ini  tumbuh tersebar di dataran rendah di hampir semua daerah di Maluku,tidak terkecuali pohon sagu yang begitu tumbuh subur di daerah Poka dan Rumah Tiga, tepatnya di areal tanah milik Uinversitas Pattimura  Ambon (Unpatti),yang kini pohon sagu tersebut telah diambang kepunahan akibat pengusuran oleh pihak Unpatti demi kebijakan yang arogan.

Padahal regulasi mengenai perlindungan tanaman sagu tersbut telah lahir dengan adanya Peraturan Daerah (Perda) No 10 Tahun 2011 tentang pengelolaan dan pelestarian sagu,yang mana Perda tersebut memiliki kekuatan hukum,tetapi dalam kenyataannya Perda tersebut bagi pihak Unpatti tidak punya arti apa-apa,pasalnya tanaman sagu yang merupakan kebanggaan orang Maluku ini telah digusur habis.

Padahal tanaman sagu di Maluku sangat strategis karena selama ini merupakan salah satu tanaman yang di gadang-gadang salah satu yang menjadi penopang terciptanya ketahanan pagan di daerah ini,bahkan telah menjadi penolong masyarakat Maluku dikalah harga beras semakin melonjak.Sungguh merupakan suatu yang ironi,sebenarnya apa yang ada di benak para intelektual yang hebat di Unpatti itu.

Tanaman sagu yang banyak telah dialihfungsikan untuk pembangunan berbagai bangunan yang oleh publik dan bahkan mahasiswapun bertanya untuk apa saja bangunan-bagunan megah,tetapi tidak ada fungsinya bahkan dibiarkan kosong begitu saja seperti bagunan mistis atau rumah hantu.Sementara tanaman sagu dianggap sebagai tanaman ikon orang Maluku seakan tidak ada gunanya.

Sebenarnya pikak Unpatti dan juga dengan Pemda Maluku seharusnya mendorong penciptaan teknologi pegolaan sagu,termasuk pembuatan makanan sagu yang lebih menarik baik dari segi cita rasa maupun dalam berbagai bentuk makanan sehingga tetap menarik sebagai sumber pangan bagi masyarakat di Provinsi Maluku seutuhnya.

Generasi jaman now atau generasi milenial,terutama anak-anak belakangan ini lebih menyukai produk makanan siap saji dari Negara luar atau kue dari pabrik yang di jual di Mall atau toko-toko dan swalayan,oleh karena itu mereka harus didorong untuk menyukai pula pagan lokal dari sagu dengan cara menyajikannya secara menarik dengan cita rasa yang enak.

Penulis     : Aris Wuarbanaran

About admin

Check Also

Trotoar Bukan Tempat Bagi Peadagang Petasan

  AMBON,N25NEWS.COM – Trotoar semestinya tidak digunakan sebagai fasilitas bagi pedagang petasan,  tapi seharusnya digunakan …