Breaking News
Suasana Eksekusi Lahan Di Jalan Sam Ratulangi

Proses Eksekusi Terhadap Lahan rumah Makan Padang Milik Ety Palar Di Jalan Sam Ratulangi Di Warnai Ketegangan

AMBON,N25NEWS.COM-Sempat terjadi ketegangan dan perlawanan proses eksekusi sebuah rumah makan (masakan padang) di jalan Sam Ratulangi,Kecamatan Sirimau Kota Ambon,pemilik rumah makan bersama karyawan dan kuasa hukum pemilik rumah makan sempat menghadang terhadap aparat pengadilan sebagai pelaksana eksekutor.

Kuasa hukum pemilik rumah makan yang mana sebagai pemohon eksekusi Muhammadin Tuatubun SH,menilai proses eksekusi oleh pengadilan sangat aneh bin ajaib,pihaknya menganggap proses eksekusi ini terlalu sarat dengan kepentingan.

“Saya sebagai kuasa hukum dari pemilik rumah makan Ny.Ety Razid Palar dan keluarga melakukan protes terhadap jalannya pembacaan eksekusi putusan Pengadilan Negeri Tual yang sudah inkra,dasar perlawanan ini karena sertifikat hak milik No 1020 Tahun 1999 atas nama Petrus Sayogo yang telah menjualnya kepada Ny.Leny Kristanto pada tahun 1999,”kata Tuatubun,(17/1/2019).

Kemudian salah satu dari keluarga Ny.E R Palar yakni almarhum Hendara Satria Tampalar mengajukan gugatan pembatalan sertifikat yang sudah dijual tersebut.Bahkan Pengadilan Tata Usaha Negeri Ambon sampai ke Mahkama Agung melalui keputusan pengadilan nomor 198 sampai di MA yang berkekuatan hukum tetap yangbmembatalkan sertifikat No 1020 atas nama Ny.Leny Kristanto.

Sementara itu Nya Leny Kristanto tidak terima dan mengajukan gugatan lagi ke Pengadilan Negeri Ambon yang mana Pengadilan Negeri Ambon menetapkan tanah ini tetapi tanpa menyebutkan sertifikat yang menyebutkan Indom Per Vondim tahun 1871 dan 1870 terhadap obyek yang sama.

“Klain kita itu kan sudah menang dalam putusan Pengadilan Tata Usaha terhadap permasalahan ini, bahkan sudah di eksekusi jadi, sesungguhnya kami mengajukan keberatan yang jelas ada putusan yang membatalkan tanah yang di beli Ny.Leny Kristanto,”tuturnya.

Kemudian langkah hukum yang kita ambil adalah mengajukan gugatan perlawan ke Pengadilan terhadap pelaksanaan penetapan eksekusi no 8 tahun 2016 yang dikeluarkan oleh Ketua Pengadilan yang sedianya itu pada tanggal 20 Desember.

“Yang anehnya Pengadilan telah menetapkan hari sidang tanggal 30bJanuari 2019 lalu sementara hari ini juga Pengadilan membacakan eksekusi,jadi ini aneh bin ajaib,mana mungkin putusan Pengadilan bahwa pemohon adalah pelawan yang baik kan tidak dapat dilaksanakan atau non eksekutebel,kalau sudahnkeluar putusan lalu sudah ada eksekusinya apa jadinya,”herannya.

“Oleh karena itu kami menduga kuat Pengadilan Negeri dalam hal ini Ketua Pengadilan ada indikasi disuap dalam perkara kami.Saya sebagai kuasa hukum Ny.Razid Palar dan kawan-kawan akan melaporkan Ketua Pengadilan Negeri Ambon dan Panitra atau juru sita kepada pengawas Mahkama Agung dan aparat terkait,kan aneh ada dua pengadilan yang mengeluarkan keputusan kepada eksekusi yang sama,”tandasnya.

Penulis : Aris Wuarbanaran

Editor   : Redaksi

About admin

Check Also

Kejati Maluku Diminta Usut Dugaan Korupsi ADD Dan DD Desa Taniwel

AMBON,N25NEWS.COM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku diminta untuk mengusut penggunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi …