Proses Hukum Kasus Rasisme dan Ujaran Kebencian Oknum DPRD Buru Tetap Berjalan

NAMLEA,N25NEWS.com – Kasus rasisme dan ujaran kebencian antara pelapor Erwin Tanaya (ET) dan terlapor Jaidun Saanun (JS) yang saat ini sudah menjadi itensi publik di Kabupaten Buru bahkan sejumlah nitezen memberikan komentar yang mengarah pada pengancaman diri seseorang lewat sosial media.

Dalam pantauan media ini, Salah satu status sosial media (Facebook) akun milik Bib Ochen pada 2 Juni lalu 2020 mengatakan “Ooo.. Mungkin dia Anggota PKI Sampai dia Tersinggung dgn Bahasa itu.!

Kemudian di balas komentar dari akun milik Faisal Ical ” Biking diri kaya tokoh Basar Basar di buru lay padahal cuman kios adoooo Jang talalu eee Jang sampe nae otak

Bib Ochen langsung menanggapi balasan komentar Faisal Ical… itu akang ka. Sampe Labe lai saparu memang musti Leher putus biar jadi pelajaran par yang lain.!

Usai membuat kemarahan didinding sosial media, beberapa hari kemudian Bib Ochen langsung menghapus statusnya di sosial media milik akun pribadinya. Sejumlah status ini muncul pada saat kasus ini dilaporkan ke Polres Pulau Buru,

Terkait penanganan kasus Rasisme dan Ujaran Kebencian. Ini penjelasan Kasat Reskrim Polres Pulau Buru, AKP Uspril Watlther Futwembun, kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (2/7/2020) mengatakan, pihaknya akan menggelar perkara dan berkoordinasi dengan pihak yang terkait, baik saksi ahli maupun pihak DPRD, mengingat baik pelapor maupun terlapor keduanya sama-sama anggota DPRD Kabupaten Buru.

“Kami juga akan mengundang pimpinan Badan Kehormatan (BK) dan pimpinan DPRD untuk mendengar keterangan mereka. Yang pasti aka kami tegas sesuai proses hukum tetap berjalan ,”ujarnya.

Futwembun mengaku, yang pasti dalam kasus ini ada beberapa hal yang harus di lengkapi, seperti keterangan ahli bahasa dan ahli ITE, mengingat persoalan ini sudah ditulis lewat sosial media WhatsApp Grup.

“ kami sudah mengkaji laporan awal dan keterangan tambahan pelapor. Kami juga sudah lakukan gelar perkara awal, sekaligus sudah mengirim Surat Pemberitahuan Hasil Penyelidikan kepada pelapor,”ungkapnya.

Ditambahkan, dalam waktu dekat pihaknya berencana akan mengirim surat permintaan untuk ahli, baik ahli bahasa maupun ahli ITE.  “Itu langkah yang selanjutnya nanti diambil,”

Terkait  dengan perkara ini katanya “Gelar perkara awal sudah kami lakukan kemarin dan kemungkinan juga kita akan laksanakan gelar perkara tahap kedua, setelah merangkum semua keterangan-keterangan yang ada baru kita lanjutkan dengan penambahan gelar lagi,”tandasnya.

Reporter : Kiswan

Editor : Redaksi

Check Also

Rum Soplestuny: Mari Kita Wujudkan Bupolo Yang Gemilang Melawan Virus Corona

NAMLEA,N25NEWS.com  -Penyerahan Bantua Sosial ( Bansos ) bagi Lanjut Usia ( Lansia ) Kabupaten Buru …