Breaking News

Proyek Asrama Haji Wisma Muzdalifah Waiheru Rampung

AMBON,N25NEWS.COM  – -Setelah menunggu kurang lebih 10 bulan sejak mulai.dikerjakan dipertengahan tahun 2018 kemarin, akhirnya proyek asrama haji wisma Muzdalifah Waiheru menuju Maluku sebagai embarkasi antara sudah rampung dan sudah bisa difungsikan.

Wisma yang dibangun diatas lahan seluas kurang lebih 2 hektar merupakan bangunan asrama haji yang setera dengan hotel bintang 3, memiliki 110 kamar full AC, 2 aula, 1 ruang restorant dan satu ruang santai yang semuanya terdapat fasilitas AC.

Pembangunan Infrastruktur Wisma Muzdalifah
yang dibiayai Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Kementerian Agama RI Tahun 2018 sebesar Rp 48 miliar, sedangkan untuk fasilitas pendukung lainnya menghabiskan anggaran sebesar Rp 6,5 miliar yang semuanya dikerjakan melalui proses tender terbuka yang cukup lama. Khusus pengadaaan genset yang bersifat katalok yang dipesan langsung dari dilernya sebesar kurang lebih Rp 1,5 miliar yang dilengkapi dengan bangunan power hausenya serta bangunan pas jaga yang nilainya sebesar Rp 150 juta.

Sementara untuk membutuhkan bangunanya sudah bisa difungsikan, ditandai dengan sudah dilakukannya penandatanganan berita.acara penyarahan antara pihak kontraktor dan pihak Kemenag Maluku yang dilakukan langsung oleh Kakanwil Kemenag Maluku Fesal Musaad belum lama ini.

Terkait dengan hal tersebut Kakanwil Kemenag Maluku yang ditemui diruang kerjanya, Selasa(2/4/2019) mengakui kalau bangunan asrama haji yang sudah direvitalisasi sudah selesai dikerjakan dan sudah bisa difungsikan.

“Untuk proses asrama haji itu sudah selesai, minggu kemarin itu sudah selesai dan kita juga sudah tanda tangan berita acara penyerahan dan sudah siap untuk difungsikan untuk melayani calon jemaah haji asal provinsi Maluku tahun 1440H/2019 yang akan berangkat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Mekkah,”akui Musaad.

Dikatakan, dari hasil pemantauan pihaknya bahwa semua pekerjaan yang dikerjakan pihak kontraktor sudah cukup memuaskan sesuai yang diharapkan.
Bahkan kalau mau dibilang dengan kurs dollar yang naik saat ini secara bisnis tidak terlalu menguntungkan pihak kontraktor dengan alasan ada terdapat bahan atau peralatan yang diimpor dari luar sehingga bisa dikatalan balance dalam meraih keuntungan.

“Tapi pada intinya pekerjaan ini tepat sesuai waktu dan hasilnya memuaskan dan siap untuk di audit oleh BPK, BPKP dan pihak Inspsektorat, sehingga dapat menangkal berbagai tudingan yang memojakan pihak Kemenag atas proses revitalisasi asrama haji hingga selesai,”tegasnya.

Disinggung soal kapan jadwal pengresmian gedung asrama haji kata mantan Kabid Pendidikan Madrasah bahwa, pihaknya nantinya akan berkoordinasi dengan Menag atas kesediaan waktunya, bersama dengan Dirjen PHU untuk bisa sama-sama hadir untuk mengresmikannya, namun yang paling diharapkan Gubernur Maluku yang baru sudah dilantik agar bisa turut serta menyaksikan pengresmian tersebut, sehingga dengan kehadiranya Gubernur bisa termotivasi untuk kedelan dapat memberikan perhatian dalam rangka pembangunan Maluku melalui embarkasi haji antara.

“Kalau infrastruktur lain saya kira kalau dalam konteks embarkasi haji antara saja khusus untuk Maluku saja, belum masuk Papua dan provinsi lainnya, sebab nanti ditahun 2020 embarkasi haji antara akan dimulai dari Maluku yang disesuaikan dengan kondisi infrastruktur yang ada,”jelas Musàad.

Untuk itu kondisi asrama saat ini sudah bisa digunakan untuk menampung para calon jemaah haji Maluku yang akan terbagi dalam dua sheet keberangkatan secara bertahap, sebab kondisi asrama haji tidak bisa untuk menampung CJH Maluku secara keseluruhan, dengan sistim masuk keluar.

“Saya kira fasilitas yang ada sudah cukup lengkap, ada aula keberangkatan dilantai IV ada aula yang bisa menampung 500-600 jemaah, saya fikir bisa dimanfaatkan untuk keberangkatan dan pemulangan, nah? saya pikir untuk provinsi Maluku tidak ada masalah, dimana mianatur-mianatur juga sudah disiapkan juga dapur dan restorant sehingga sudah cukup, khusus extrayer kita pinjam untuk datangkan dari mana untuk melakukan pengamanan CJH ketika menuju ke Airport,”bebernya.

Baca juga :   Masa Kepemimpinan Wakun Rahankoly Agama Yabun Masuk Di Negeri Walerang

Dengan demikian CJH dari Kabupaten Kota Tual, Maluku Tenggara (Malra) dan Aru yang tadinya berangkat secara terpisah ke embarkasi Makassar sudah tidak bisa lagi, sebab semua proses pembinaan berawal dari asrama haji Waiheru Ambon jika sudah diberlakukan embarkasi haji antara di tahun 2020.

“Kalau non embarkasi pembinaanya di Makassar dan jika sudah jadi embarkasi haji antara semua.proses sudah tidak lagi di Makassar tetapi disini semua (asrama haji) sehingga satu kloter masuk langsung dibina kemudian diberangkatan, kemudian kloter lainnya menyusul masuk dan selanjutnya semuanya sama,”jelasnya lagi.

Oleh karena itu sangat diharapkan kepada Gubernur Maluku yang baru dapat merespon upayah Maluku dijadikan embarkasi antara sebab dapat meningkatkan kesejahteraan,ekonomi serta iman dan taqwa masyarakat sehingga semua ini perlu adanya dukungan penuh dari Gubernur.

Maka dari itu jika Gubernur sudah dilantik dan menghadiri peresmian asrama haji, dalam waktu yang bersamaan akan digunakan Musaad untuk menjelaskan paparan tentang kebutuhan lahan 5 hektar
dari Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku sebagai peluang agar Maluku kedepan bisa dijadikan sebagai embarkasi haji penuh bukan lagi antara.

“Jika ada komitmen dari Pemda Maluku untuk menghibahkan lahan 5 hektar ke Kemenag, saya yakin sungguh Maluku bisa dijadikan embarkasi haji penuh,”yakinnya.

Sementara dukungan dari Pemerintah Kota Ambon terhadap kelancaran pelayanan haji tahun 2019 di asrama haji Waiheru dalam waktu dekat sudah akan melakukan pengaspalan jalan, taman dan pemasangan lampu-lampu jalan dihalaman asrama haji termasuk pengaspalan akses jalan masuk dan itu sudah ditinjau langsung Walikota Ambon.

Meskipun demikian kerja keras Musaad untuk mengembangkan Maluku dari sisi pelayanaan keumatan khususnya dalam proyek revitalisasi asrama haji, masih ada saja suara-suara sumbang dari pihak-pihak yang ingin menjatuhkan nama baik Fesal Musaad yang menyebut tidak ada proses tender tetapi penunjukan langsung proyek tersebut.

“Kan aneh kalau tidak ditenderkan tapi langsung kerja, kenapa pilih Raden Fatah sebagai penyelenggara LPSE tapi ini sesuai surat ederan Sekjen, nah ? suara-suara sumbang itulah yang saya pikir datang dari orang-orang yang tidak mengikuti proses tender pelelangan asrama haji, itu kenapa proses lelang tender asrama haji itu, waktu lelang sampai.bulan Juni 2018 kemarin waktu kita hanya terkuras untuk proses tender baik tender perencanaan, pengawasan dan tender fisik, itu semuanya sesuai mekanisme dan aturan mainnya, sehingga tidak ada intervensi dari siapapun termasuk saya sendiri sama sekali tidak kenal siapa yang memenangkan proyek tersebut,”bebernya.

Dan jika ada pihak-pihak yang berkeberatan dan menyebut Kemenag ada melakukan kong kalikong, tidak transparan dalam proyek tersebut dan punya bukti yang kuat langsung aja melaporkan kepihak yang berwenang.

Sebab menurut orang nomor satu dijajaran Kemenag Maluku bahwa itu tidak mungkin dirinya melakukan untuk menjaga nama baiknya, apalagi sampai melakukan kong kalikong, itu sama sekali tidak mungkin dilakukannya
hanya untuk mau memperkaya dirinya.

“Tidak perlu lagi kita saling menuduh yang penting bagi saya sudah berbuat untuk pelayanan CJH asal Maluku,”pintanya.

Reporter : Rohim

Editor : Redaksi

About admin

Check Also

Kemenag Maluku Gelar Bimtek Simponi

AMBON,N25NEWS.com –  Kantor wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Maluku melalui Bidang Bimais Islam melaksanakan Bimtek …