Home / Hukum dan Kriminal / Proyek Gagal, Plt Direktur PDAM Terancam Diproses Hukum

Proyek Gagal, Plt Direktur PDAM Terancam Diproses Hukum

AMBON,N25NEWS.COM – Pemerintah Kota Ambon melalui program penyediaan air bersih melalui dana APBD 2016 sebesar Rp 260 juta lebih, namun proyek yang dikerjakan Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Ambon dinyatakan mubasir alias gagal.Alhasil Direktur PDAM Apong Tetelepta terancam dilaporkan ke Direskimsus Polda Maluku untuk diproses hukum. Pasalnya proyek tersebut setelah dipercayakan pihak Dinas PU Kota Ambon kepada PDAM Ambon tidak diserahkan kepihak rekanan, tetapi diambil alih langsung Apong Tetelepta yang menjabat sebagai Direktur PDAM Ambon

Bukan hanya persoalan pekerjaan, tetapi Tetelepta juga akan dilapor soal anggaran proyek sebesar Rp 260 juta lebih yang ditranfer Dinas PU Kota Ambon melalui nomor rekening pribadi Tetelepta yang hingga saat ini belum dikembalikan ke kas PDAM yang mana modal awal pekerjaan menggunakan anggaran PDAM sendiri.

“Saat itu ada program Pemkot Ambon melalui proyek sumur bor yang berlokasi dikawasan Wainitu, namun saat itu anggaran belum tersedia, lantaran Pemkot Ambon saat itu mengalami divisit anggaran, sehingga melalui kesepakatan bersama, agar proyek tetap harus dikerjakan dengan perjanjian menggunakan modal pinjaman anggaran dari PDAM dulu, namun hingga saat ini dana tersebut yang sudah diberikan Dinas PU Kota melalui rekening pribadi Tetelepta juga belum dikembalikan ke kas PDAM, tandas staf adiminstrasi teknik yang dulunya menjabat bendahara PDAM Ambon Nane Pical pada wartwan di Ambon, Rabu(4/4/2018)

Terkait dengan modal pinjaman kata Pical, kalau dirinya sudah pernah mempertanyakan hal itu ke Dinas PU Kota Ambon dan menurut Kadis PU yang saat itu masih dijabat Bruri Nuletta kalau dana tersebut sudah ditransfer melalui rekening Bank milik Tetelepta, namun hingga saat ini tidak ada satu rupiahpun yang dikembalikan Tetelepta ke kas PDAM.

Sebagai bukti pengembalian modal pinjaman dari PDAM untuk proyek pekerjaan sumur bor, dibuktikan dengan kwitansi pengembalian modal pinjaman yang didalamnya tertera tanda tangan Direktur Apong Tetelepta, sehingga bukti tersebut yang akan dipakai untuk menjerat Tetelepta dalam proses hukum yang lebih lanjut.

Oleh sebab itu,sebagai karyawan yang sudah bekerja puluhan tahun di PDAM Ambon, Pical mengakui, kalau kinerja Plt Dirut PDAM Ambon sudah tidak pantas lagi dan patut dipertanyakan oleh Pemerintah Kota Ambon.

Pical menjelaskan, Pemkot Ambon saat  mengalami divisit anggaran, saat itu dana atau anggaran dari Dinas PU belum bisa dicairkan atau disahkan, maka diambil alternatif untuk meminjamkan uang dari PADM Ambon guna kelancaran atau berjalanya sum bor dengan catatan akan diganti atau dikembalikan oleh pihak PU Kota Ambon.

“Sayangnya uang hasil pinjaman PU Kota telah dikembalikan ke pihak PDAM Ambon namun anehnya nilai uang yang sebesar Rp 260 juta lebih itu belum masuk dikas rekening PDAM Ambon, hingga sampai saat ini kami belum mengetahui uang sebanyak itu entah kemana, kami menduga apakah masuk direkening pribadi Plt Dirut PDAM atau kemana?,” tanya pical.

Kata Pical, menutur pihak Dinas PU saat itu juga, uang hasil pinjaman mereka ke-PDAM Ambon benar telah dikembalikan ke pihak PDAM yang mana diberikan langsung kepada Plt Dirut PDAM Ambon.

“Namun kami pegawai di PDAM Kota Ambon sampai saat ini belum tahu pasti apakah uang itu telah masuk dikas PDAM atau belum,” ujarnya.

Pical meminta dan mendesak agar, Pemkot Ambon, DPRD kota Ambon, Inspektorat bahkan Ombudsma harus mengecek masalah ini. Karena ini demi kesejahteraan pegawai atau karyawan di PDAM Ambon kedepan.

Dia menambahkan, hasil pembangunan sumur bor di kawasan Wainitu itu tidak lagi dirasakan masyarakat sekitar karena airnya tidak jalan.

“Awal pembuatan sumur bor, memang airnya jalan. Tetapi sayangnya sudah tidak jalan lagi dan tidak ada manfaatnya bagi masyarakat sekitar,” tambahnya. (IM)

About admin

Check Also

Proyek Pemerintah,Jalan Wendulin Karatat MTB Bermasalah

SAUMLAKI,N25NEWS.COM – Proyek pembuatan jalan yang di kerjakan PT. SS Dari lokasi/petuanana Desa Arma, Nama …