Home / Hukum dan Kriminal / Proyek Pemerintah,Jalan Wendulin Karatat MTB Bermasalah
Ketua DPC Aliansi Indonesia (AI) Jams Masala

Proyek Pemerintah,Jalan Wendulin Karatat MTB Bermasalah

SAUMLAKI,N25NEWS.COM – Proyek pembuatan jalan yang di kerjakan PT. SS Dari lokasi/petuanana Desa Arma, Nama Lokasi (Wendulin) ke Desa Karatat, yang di prakarsai oleh Camat Tanimbar Utara, bermasalah dan mengundang reaksi tokoh pemuda Jems Masela yang juga dari Desa Arma itu, angkat bicara.

“Dani Sabonu, Camat Tanimbar Utara sudah Pikun atau mungkin sudah tidak waras dalam melihat Petuanan desa Arma (Wendulin) itu terletak dimana,sehingga seenaknya saja, tidak melibatkan yang punya hak atas petuanan tersebut, malah sebaliknya, melibatkan desa lain dalam urusan pekerjaan jalan, tanpa meminta ijin ke desa yang punya hak atas petuanan itu.

Camat Tanut sepertinya masuk angin yang tidak segar, sehingga dengan beraninya menabrak aturan yang seyoginya, seorang pemimpin kecamatan yang menjadi panutan dalam mengambil kebijakan dan serta aturan yang sesuai dengan prosedur, menyangkut petuanan orang, camat tersebut malah bertindak sepihak ala Preman pasar/Kehutanan.

Masalah petuanan Desa Arma, lokasi (Wendulin) itu sah berdasarkan peta dan nomenklatur, kenapa Camat Tanut tidak tahu tentang masalah petuanan tersebut ? Dan menghadirkan empat desa yang ada di Kecamatan Tanut yang dia pimpin, tanpa melibatkan Desa Arma yang punya data jelas itu, atau kah tidak bisakah Camat Tanut berkordinasi dengan Camat Nirunmas, atau Pemdes Arma ? Untuk itu, Tokoh muda Desa Arma tersebut meminta kepada Bupati MTB, agar mencopot Camat tanimbar utara atas persoalan tersebut.

Dia menilai bahwa Dani Sabono, Camat Tanut tidak paham aturan menyangkut petuanan desa,bila perlu di kenakan sangsi, yang berat dari pada pencopotannya sebagai Camat.

Masela juga menyinggung tentang petuanan Desa Arma (Wendulin) itu hak penuh petuanan Desa Arma, sehingga sebenarnya tidak perlu lagi untuk mengutak atik, supaya yang punya sebenarnya.

Masela menambahkan, batas antara Desa Lelingluan dan Desa Arma itu, tepatnya di lokasi (Aryatu) jika di bandingkan jaraknya sampai ke lokasi (Wendulin) itu amat jauh.

dia membandungkan dari ari Mes/Camp, SS ke Lokasi Wendulin saja, sedang berjarak  kurang lebih 9 km, Apalagi dari Lokasi batas antar Lelingluan Aryatu ke Wendulin cukup sangat jauh, pertanyaannya, Mengapa Camat Tanut Dani Sabono, dengan amat pikunnya, mengklaem itu batas empat serangkai ?

Masela, berharap kepada Pemda MTB, agar dalam hal ini, tidak banyak mempertimbangkan lagi, dengan cara mengundang emoat serangkai untuk bertemu hari minggu tgl 16-09-2018, untuk menyelesaikan permasalahan di maksud, Jika kita berdasarkan pada peta dan nomenklatur, Pemda dalam hal ini apalagi yang di pikirkan, ataukah mungkin pemda juga sudah masuk angin ? Tambah Masela.

Sebagai Putra Desa Arma, dia menambahkan, anak kecil juga bsa menjelaskan, lokasi Wendulin itu masuk dalam petuanan desa mana ? Jawabnya, pasti Desa Arma, titik. Apalagi jika berdasarkan pada Peta tersebut. Justru itu, dua merasa aneh, kenapa Pemda, juga harus mengundang empat serangkai ? Knp bukan desa Lelingluan saja ?

Hasil temu muka antara masyarakat Desa Arma, mereka sangat mengeluhkan Camat Tanut Dani Sabonu tersebut, Masela bercakap dengan sebagian desa masyarakat Desa Arma, yang mana Opini berkembang bahwa, Desa/masyarakat Arma sengaja menghakangi proyek jalan tersebut, dan itu tidak benar sama sekali, tetapi keresahan/kekecewaan mereka tergadap Camat Tanut Dani Sabonu yang di nilai, Provokator, yang dalam kebijakanya, sepihak..

“Sekali lagi,Say aSebagai Putra Asli Desa Arma, yang tahu tentang putusan MA atas batas tanah, dan berdasarjan Peta, Pemda MTB afar tidaj menghadirkan yang namanya Empat serangkai, kecuali Desa Lelungluan.

Empat serangkai yang di dukung oleh Camat Dani Sabono, mereka tidak punya hak, urusan nenyangkut Petuanan Desa Arma, (Webduluin).

Jems Masela, juga mengingatkan, PETA Geospasial dapat menyelesaikan berbagai persoalan tapal batas, Peta itu yang mnjadi acuan desa, Peta Desa menjadi rujukan dalam rencana pembangunan desa atau jalan, Peta desa juga akan membantu upaya Infentarisasi aset, sehingga dapat di gunakan sebagai modal, (BUMdes).

Peta desa penting utk mempercepat pembangunan desa dlm mewujutkan Nawacita Presiden Joko Widodo, yakni membangun dari pinggiran, Batas Wilayah sgt di perlukan karena merupakan langkah awal utk mengidentifikasi Aset dan menginfetarisasi aset yg di miliki, kata Masela.

About admin

Check Also

Jaringan Telkomsel di Kabupaten Tanimbar Semakin Kronis

SAUMLAKI,N25NEWS.COM-Miris jaringan telkomsel di Kabupaten Kepualauan Tanimbar semakin menjadi-jadi,ironisnya perusahan dibidang IT ini sudah puluhan …