Proyek PLN Kei Besar Mangkrak,Hanubun Minta Perhatian Pemerintah Pusat

MALRA, N25NEWS.Com – Melihat Kondisi Fasilitas PLN yang ada di Kecamatan Kei Besar Bupati Maluku Tenggara Drs. M Taher Hanubun merasa perih atas skandalnya proyek APBN yang mangkrak di bumi Kei Besar.

Kepada awak media (17/10) Bupati Maluku Tenggara Drs.M.Taher.Hanubun menyampaikan bahwa proyek yang dipercayakan oleh Negara dengan dananya telah disia-siakan.

“Proyek PLN tenaga surya yang tertinggal seperti bangkai di Desa Rahareng,menjadi sejarah baru dan dipertanyakan banyak pihak sampai kapan barang tersebut bisa diaktifkan,”ungkap Bupati.

Selain itu kata Hanubun, PT PLN Persero telah meminta kepada pemerintah Daerah agar menyiapkan Lokasi lahan kosong untuk membangun fasilitas Listrik Tenaga surya tapi sampai saat ini belum disentuh sama sekali oleh pihak PLN.

“Selain itu untuk PLN di Kei Besar Utara Timur sudah lima tahun dan Kei Besar Utara Barat sudah tiga tahun tiang – tiang Listrikpun sudah miring  dan kabelnya sudah jatuh di atas tanah,”ungkap Hanubun dengan Kesal.

Untuk itu Hanubun meminta perhatian dari General Manager PT. PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara dan Direktur PLN Pusat untuk segera turun melihat kodisi aset yang terbengkalai oleh ulah bawahan mereka.

Katanya lagi, Salah satu faktor angka kemiskinan/prasejaterah di Kei Besar 26% terjadi karena yang pertama adalah masalah listrik,jalan dan Air bersih.

“Insya Allah, Puji Tuhan bila semua itu terpenuhi maka dengan sendirinya bisa menjawab semua persoalan yang ada di Kei Besar,”ujar Hanubun penuh harap.

Lahan kosong yang dihibahkan oleh pemerintah daerah di Desa/Ohoi Rahareng seluas dua hektar itupun masih ada juga tunggakan PLN soal listrik senilai 200 juta rupiah dan telah diselesaikan oleh pemerintah daerah untuk kepentingan masyarakat, inilah  fakta yang terjadi,” Ungkap Hanubun.

Baca juga :   Kebakaran  Di Kompleks Watdek Pelabuhan Motor Laut Kei Besar Malra Hanguskan Enam Rumah

Olehnya itu Hanubun meminta perhatian dari pemerintah pusat agar melihat kondisi proyek yang seperti ini. Karena Maluku adalah delapan provinsi dalam pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Maluku Tenggara adalah Jabupaten ketiga dalam pembentukan Provinsi Maluku.

Kecamatan Kei Besar kata Bupati Maluku Tenggara ini,merupakan salah satu kecamatan tertua di Kabupaten Maluku Tenggara bersamaan dengan Kota Tual, Kabupaten Kepualauan Aru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya yang telah menjadi Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku dan Kecamatan Kei Besar sampai saat ini belum menjadi Daerah Otonomi Baru.

Lebih lanjut dikatakan, Kei Besar dan Kei Kecil Selatan masuk sebagai daerah terluar sebagaimana ditetapkan oleh peraturan presiden nomor 6 tahun 2017.

Selain itu katanya, Kei Besar termasuk 19 pulau – pulau terluar ( PPKT) dan kawasan strategi Nasional Tertentu ( KSNT ) yang perlu mendapat perhatian khusus.

Terkait dengan persoalan tersebut lanjut Bupati, sampai saat ini pemerintah daerah belum mendapatkan pemberitahuan dari pihak PLN untuk masalah Proyek ini.

Sungguh disayangkan bila uang negara hanya dihamburkan – hamburkan begitu saja,bagi Kita masyarakat Malra untuk uang sebanyak 50 sampai 60 milayar bagi orang jakarta tidak memiliki nilai apa – apa tapi bagi kami masyarakat Naluku Tenggara sangat berarti.

About admin

Check Also

Pelayanan Publik Terbaik,Dinas PPKB Malra Raih 2 Penghargaan

TUAL,N25NEWS.com-Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Maluku Tenggara (Malra),meraih penghargaan kepatuhan standart pelayanan publik …

×

N25NEWS.com