Publik Diminta Pantau Sidang Pembunuhan Patilouw

MASOHI,N25NEWS.com – Setelah kurang lebih sepuluh bulan kasus pembunuhan almarhum Ridwan Patilouw, bungkam di Mapolres Maluku Tengah (Malteng) dan rencana akana masuk dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Masohi, publik pun diminta mengikuti jalannya proses persidangan.

Meskipun sudah dinyatakan P21 oleh pihak Kejaksaan dan siap untuk disidangkan, namun pihak keluarga almarhum merasa ada kenjanggalan dalam pengungkapan kasus tersebut, lantaran hanya menetapkan satu tersangka dalam kasus insiden yang terjadi pada 16 Maret tahun 2019 kemarin yang menghilangkan nyawa korban almarhum Ridwan Patilouw yang sempat mendapat perawatan insentif sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

Kepada awak media, Rabu(15/1) keluarga almarhum yang juga anak korban Farida Patilouw mengutarakan, ketidak puasan dengan hasil pemeriksaan BAP pihak Sat reskim Polres Malteng yang hanya menyeret satu orang tersangka anak dibawa umur atas nama Raju Tamher dalam kasus pembunuhan tersebut.

Padahal faktanya berdasarkan keterangan korban sebelum meninggal, menyebutkan pelaku yang menyerang korban almarhum, lebih dari satu orang termasuk tersangka Raju Tamher yang siap mengikuti proses persidangan.

Bahkan dalam kesaksian tersangka Raju Tamher didepan Kasipindum dan keluarga korban, juga mengakui bahwa selain dirinya juga terdapat empat orang dan dua bertindak sebagai eksekutor yakni, tersangka Raju sendiri dan Adiman.

Untuk itu anak korban almarhum Farida meminta sekaligus mengajak masyarakat secara umum, para pejabat kepolisan dan kejaksaan agar dapat mengikuti jalannya proses sidang yang akan digelar di PN Masohi dalam waktu dekat yang sudah dinyatakan lengkap dan siap untuk disidangkan.

“Kenapa kami mengajak masyarakat umum dan pejabat kepolisian serta kejaksaan untuk ikut menyaksikan proses sidangnya, karena ada sedikit keanehan dalam kasus tersebut,”ungkapnya.

Menurutnya, seharusnya pihak kepolisian dengan mudah bisa menangani kasusnya dengan cepat, tapi faktanya kurang lebih sepuluh bulan baru bisa diserahkan ke Kejaksaan.

” Ada apa sebenarnya, kalau mereka (pelaku) tujuannya maling kenapa mereka tidak ambil saja apa yang mereka inginkan, tapi kenapa mereka harus mengetok pintu almarhum ayah saya untuk membangunkanya, setelah itu memukul serta menusuk dengan gunting, tindakan dan perbuatan yang dilakukan oleh tersangka Adiman, sedangkan tersangka Raju Tamher merebut parang dan memotong almarhum, sehingga kami berpendapat bahwa kasus tersebut sudah direncanakan semua ?. Anehnya lagi hanya Raju Tamher yang dinyatakan sebagai tersangka, sedangkan yang lain dibiarkan begitu saja menghirup udara bebas,”kesalnya

Tapi aktor dibalik kasus tersebut tidak bisa diungkapkan pihak penyidik, sehingga kinerja dari aparat penegak hukum dalam memberikan rasa keadilan kepada masyarakan tanpa ada perbedaan.

“Atau karena kita masyarakat kecil sehingga tidak dianggap dan hanya dipandang sebelah mata, tapi ingat
sampai kapanpun, kami akan tetap menuntut semua pelaku dan aktornya untuk diseret ke meja hijau,”tegas Farida.

Oleh karena itu mewakili pihak keluarga korban atas apa yang telah dilakukan tersangka Radju Tamher, pihak keluarga telah memberikan maaf dengan catatan dalam persidangan tersangka mengungkap semua kebenaran yang terjadi dibalik kematian almarhum korban Ridwan Patilouw.

Tersangka juga diminta agar tidak perlu takut terhadap segala bentuk tekan dari berbagai pihak tertentu dan jangan dijadikan sebagai tameng, meskipun dari mereka yang terlibat dalam insiden masih memiliki hubungan keluarga.(**)

Check Also

Desak Periksa Bupati MBD,GPP Datangi Kejati Maluku

AMBON,25NEWS.com-Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Pemuda-Pemudi (GPP) Maluku Barat Daya (MBD) mendatangi Kejaksaan Tinggi Maluku,guna …