Breaking News

Puluhan Mahasiswa Unpatti Nyatakan Sikap Golput Pada Pemilu 2019

AMBON,N25NEWS.COM -Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam beberapa Aliansi seperti Komite Boikot Pemilu 2019 dan yang didalamnya Organisasi Pusat Perjuangan Mahasiswa untuk Pembebasan Nasional (PEMBEBASAN) serta Aliansi Mahasiswa Papua Kota Ambon meyeruhkan agar semua masyarakat untuk golput pada pemilu 2019,sebab dikuatirkan rakyat akan diperhadapkan pada pilihan yang tidak ada bedanya dengan tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini dikatakan Che Vandi salah satu korlap dalam aksi demo untuk golput pemilu 2019 lawan militerisme dan bangun partai alternatif, dimana pusat demonya berlokasi di Bumdaran Poka (Patung Laimena),senin (18/02/2019).

Lebih lanjut Vandi dalam orasinya mengatakan,”Sejak pemilu tahun 1999 partisipasi rakyat terus menurun yang mana pada tahun itu partisipasi rakyat mencapai 92,6 persen menjadi 84,1 persen di pileg 2004 turun 78,2 persen,di pilpers 2004 putaran I turun 76,6 persen,diputaran II demikian,pilpers 2009 turun lagi 71,7 persen sedangkan pilpers 2014 turun mencapai 70,9 persen kata,”Vandi.

Penurunan tersebut meskipun sebagian merupakan andil dari kekacauan administrasi penyelenggara merupakan sinyal bahwa semakin banyak rakyat yang memilih untuk tidak berpartisipasi dalam pemilu (golput) yang mana dari tahun ke tahun rakyat disogohkan dengan sikap elit dan muak dengan sistem politik di negara ini.

Golput adalah pilihan yang paling masuk akal dan itu menjadi sikap kami dalam pemilu 2019 ini,kami juga serukan agar rakyat tidak memilih partai dan calon-calon legislatif yang korup,partai yang menipu rakyat yang satu barisan dengan para pelanggar HAM,yang anti kebebasan berpikir berpendapat dan sentimen agama serya dekat dengan kepentingan kapital,”jelasnya.

Pelibatan militer terus meningkat terutama selama masa pemerintahan Jokowi,terakhir wacana pelibatan militer aktif dalam kementerian negara sebagai implementasi dari peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2016 tentang perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2010 Tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Belum lagi dukungan dari ormas-ormas reksioner terhadap para calon pelibatan militer dan sisa Orde Baru di kedua kubu cukup menunjukan bahwa siapapun yang terpilih nanti tidak akan ada yang serius mengadang militer dalam berpolitik,keterlibatan konglomerat juga menjadi tanda akan keberpihakan kedua kubu pada kepentingan borjuasi,bukan pada kepentingan rakyat pekerja.

“Untuk itu deretan dalam hal tersebut memperkuat alasan mengapa kami memilih untuk tidak memilih pada pemilu 2019 ini sebab,memilih salah satu berarti mendukung masuknya militer dalam kehidupan sipil dan mendukung sistematis terhadap rakyat pekerja,”tandasnya.

Penulis : Aris Wuarbanaran
Editor : Redaksi

About admin

Check Also

Wakil Presiden RI Mendukung Penuh BKKBN Dalam Upaya Menciptakan Keluarga Berkualitas Di Era 4.0.

JAKARTA,N25NEWS.COM – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN),. Tantangan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan …