Breaking News

Raja Negeri Laha Tidak Transparan Soal Anggaran Retribusi Galian C

AMBON,N25NEWS.COM – Salah satu permasalahan yang muncul dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes),pada Desa Laha Kecamatan Teluk Ambon Kota Ambon,adalah masalah transparansi yang dilakukan oleh aparat desa khususnya kepala desa Laha SL.
Hal ini dikatakan Ketua koordinator lapangan (Korlap) Fahmi Mewar kepada awak media saat ditemui dirinya disela-sela aksi demo kelompok mahasiswa yang nenamakan diri mereka Aliansi Pemerhati Lingkungan,di Kantor Gubernur Maluku,kamis (31/01/2019).

Lebih lanjut Fahmi mengatakan bahwa,” Pengelolaan anggaran distribusi yang diterima dari CV.Batu Prima kepada pemerintah desa Laha,tetapi kepala desa tidak pernah melibatkan masyarakat dalam hal ini tidak ada transparansi sama sekali,inilah yang membuat masyarakat bertanya-tanya ada apa dibalik semua ini,” kata Fahmi.

Sementara itu terkait dengan permasalahan aktifitas penambangan batu pecah yang dilakukan oleh CV.Batu Prima yang mana pengoperasiannya semenjak dari tahun 2012,telah melakukan pencemaran lingkungan di Dusun Air Sakula desa Laha yang menyebabkan terjadi wabah penyakit.Masyarakatpun telah melaporkan hal ini ke Pemerintah Daerah Maluku tetapi sampai sekarang belum ada respon.

“Kami masyarakat memintah kepada pihak penegak hukum dalam hal ini Kepolisian dan Kejaksaan untuk segera menuntaskan dugaan tindak pidana retribusi dari CV.Batu Prima ke Pemdes Negeri Laha yang mana penggunaan anggarannya tidak diketahui masyarakat (tidak ada transparansi),”jelas Fahmi.

Aksi ini akan dilanjukan lagi ke Kejaksaan Tinggi Negeri Ambon dan juga ke Mapolda Maluku, mengapa demikian ? Sebab,agar pihak yang berkepentingan di atas untuk segera mengusut tuntas dugaan tindak pidana retribusi dari CV.Batu Prima kepada Pemdes Negeri Laha terutama raja negeri Laha.

“Masyarakat sudah tidak tahan lagi dengan kebijakan dari Pemedes Negeri Laha bahkan permasalahan ini sudah berlarut-larut dan masyarakat juga resah dengan hal ini,”Untuk itu kami minta pihak kepolisian untuk segera menagkap raja Negeri Laha karena penggelapan ini,bayangkan saja kalau 1 ret pecahan batu dikalikan dengan 50 ribu,maka begitu banyak uang tetapi masyarakat tidak tahu,”tandas Fahmi.

Penulis : Aris Wuarbanaran
Editor : Redaksi

About admin

Check Also

Kejati Maluku Diminta Usut Dugaan Korupsi ADD Dan DD Desa Taniwel

AMBON,N25NEWS.COM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku diminta untuk mengusut penggunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi …