Ramaikan Perayaan Nyala Pohon Natal Di Desa Amahusu, AUKC Tunjukan Toleransi

AMBON,N25NEWS.com-Keterlibatan Amboina Kids Community dalam meramaikan perayaan nyalanya pohon Natal di Amahusu,bukan hanya sekedar meramaikan saja namun lebih dari pada itu adanya toleransi antar umat beragama dengan kehadiran anak-anak dari Negeri Batu Merah.

Hal ini disampaikan Nicko Tulalessy pendiri sekaligus pelatih AUKC,ketika diwawancarai reporter N25NEWS.com disela-sela kegiatan bulan “Damai” Desember 2019 yang berlangsung di desa Amahusu Kecamatan Nusaniwe Ambon,minggu malam (1/12).

Lebih lanjut Tulalessy mengatakan,perayaan nyalanya lampu Natal (pohon terang) yang juga diramaikan oleh kalangan muslim (Batu Merah),hal ini merupakan sesuatu yang luar biasa dan ini merupakan timbal balik dari perayaan-perayaan keagamaan lainnya dimana anak-anak,Protestan,Katolik juga meramaikan dengan menyanyikan lagu-lagu Muslim.

Dia juga menambahkan,toleransi antara umat beragama inilah yang merupakan kekayaan yang menjadi indentitas orang Maluku sejak dahulu sampai sekarang,dengan merasakan kebersamaan dalam merayakan semua hari raya keagamaan di Maluku.

“Hari ini kita anak-anak Maluku sadar baik Kristen,Islam tetap saling menyayangi (baku sayAng),kita orang gandong,kita tidak perduli dengan orang-orang luar yang mempunyai pola pikIr tentang kehidupan toleransi di Maluku,”ungkap Tulalessy.

Baca juga :   Barends,Oknum Penimbun BBM Harus Ditindak Tegas.

Nicko,juga mengungkapkan,dengan adanya perayaan ini,AUKC berkontribusi untuk menghadirkan suka cita bagi semua orang,dimana anak-anak muslim Batu Merah juga terlibat langsung dalam menyanyikan lagu Natal (Jingle Bels).

“Jadi pemberitaan mengenai intoleransi di Maluku itu sangat tidak benar,karenanya saya jelaskan orang Maluku sangat menghormati kehidupan toleransi antar umat beragama dan tidak ada sama sekali tEmbok pemisah antar kami orang basudara,”jelas Tulalessy.
Adapun,berkumpulnya anak-anak dari yang berbeda-beda iman ini,secara tidak langsung mereka telah menjadi contoh untuk dunia,bagaimana memupuk hidup toleransi walaupun berbeda-beda soal agamanya.

“Untuk itu,saya yakin suatu saat mereka anak-anak dari dua agama ini dengan toleransi yang begitu murni akan membangun Maluku dan Kota Ambon dengan luar biasa,karena memang mereka saling baku sayang tanpa adanya perbedaan,”tandas Tulalessy.

Editor : Aris Wuarbanaran

Check Also

Rayakan Natal,AUKC Berbagi Kasih Dengan Anak Panti Dan Basudara Gandong

AMBON,N25NEWS.com-Amboina Ukulele Kids Community (AUKC) berbagai Kasih Natal bersama basudara gandong dan teman-teman Panti Asuhan …

×

N25NEWS.com