Home / Kab. MTB / Ratissa : Frengky Limbers Sebagai Ketua DPRD MTB Tidak punya gagasan apalagi bahas LPJ?
Ketua Komisi C Sonny Ratissa

Ratissa : Frengky Limbers Sebagai Ketua DPRD MTB Tidak punya gagasan apalagi bahas LPJ?

SAUMLAKI,N25NEWS.COM-Menanggapi pernyataan Ketua DPRD Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) Frengky Limbers yang mengatakan bahwa Ketua Komisi C Sonny Ratissa “Pikun” terkait kurang pahamnya mekanisme pembahasan LPJ,akhirnya mendapat tanggapan balik dari Sonny Ratissa.

“Apa yang dikomentari saudara Frengky Limbers adalah sesuatu pernyataan yang kekanak-kanakan,yang bersangkutan tidak pernah ikuti selururuh proses pembahasan di tingkat komisi,sesunggunhnya kalau dia jujur mestinya menyampaikan permohonan maaf ke rakyat MTB,sebab tatkala pembahasan LPJ dia melakukan perjalanan ke Bali dengan mengakali pimpinan yang lain,”kata Ratissa.

Dituding telah “Pikun”,Ratissa mengatakan bahwa Ketua DPRD tidak paham mekanisme pembahasan di komisi-komisi,yang harus dipahami bahwa proses pembahasan di tingkat komisi itu sudah berlangsung sejak tanggal 15 agustus,akan tetapi sebagai warga Negara yang baik seyogyanya mereka wajib mengikuti upacara 17 agustus di kecamatan-kecamatan sesuai undangan para camat.

“Saudara Frengky yang sesunggunya Pikun,sebab yang bersangkutan tidak tahu sama sekali situasi dan perkembangan pembahasan,bagaimana mungkin kita bahas LPJ tanpa Pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Derah),”ungkap Ratissa yang juga putra Lelengluan ini kepada N25NEWS.COM,rabu (12/9/2018).

Pada saat pembahasan Pemda MTB melakukan kegiatan bedah rumah dibeberapa kecamatan yang melibatkan sejumlah pimpinan OPD,kemudian agenda lain juga dilakukan di desa Lumasebu yang mana Pemda juga ikut sertakan semua pimpinan OPD,situasi inilah yang kemudian menghambat pembahasan LPJ ditingkat komisi.

“Ketua DPRD model inilah yang merugikan rakyat karena perjalanannya lebih banyak keluar daerah dengan alasan yang tidak populer,saat ditanya staf dimana Ketua DPRD yang mengurusi SPPD kalau ada agenda dengan pejabat-pejabat di Jakarta.Dan masih banyak lagi alasan-alasan yang dibuat-buat,tipikal Ketua DPRD seperti inilah yang membuat agenda DPRD tidak sesuai dengan meganisme,”jelas Ratissa.

Terkait dengan Tatib DPRD yang mengatur tentang harus tidaknya dinyanyikannya lagu kebangsaan Indonesia Raya yang salah satunya menjadi pemicu aksi wolk out beberapa fraksi dalam ruang rapat,Ketua DPRD yang tanda tangan undangan paripurna istimewa dan semua pejabat Pemda memakai PSL dan paripurna biasanya menyanyikan lagu Indonesia Raya,jadi jangan asal bicara pahami dulu Tatib.

“Saya baru tau kalau paripurna biasa dibuka dengan menyayikan lagu Indonesia Raya,jadi sesungguhnya Frengky Limbers bukan saja Pikun namun Gagal Paham,ini produk yang tidak beres,sebab Lembaga DRPD ini akan rapuh dibawah kendali saudara Frengky Limbers,yang nyaris tidak punya gagasan-gagasan besar,sekali lagi rakyat MTB siapa yang kompromistis terhadap kepentingan rakyat,”tandas Ratissa.

Oleh : Aris Wuarbanaran

About admin

Check Also

Ketua Fraksi Nasdem DPRD Ambon Angkat Bicara Soal Kritikan Ke Palestina

AMBON,N25NEWS.COM – Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD  Kota Ambon, Morits Tamaela, akhirnya anggkat bicara, soal …