Rego, Lansia Yang Mengalami Penurunan Fisik Berdampak Negatif Bagi Pembangunan

AMBON, N25NEWS.com – Populasi Lansia di Indonesia berjumlah 24,49 juta jiwa atau 9,27 persen dari total penduduk (BPS 2018). Dimana, penduduk lansia mengalami peningkatan yang signifikan.

Selain itu, sesuai dengan proyeksi penduduk bahwa pada tahun 2045 penduduk lansia mencapai 19,8 persen, dimana penuaan penduduk merupakan salah satu hasil dari pembangunan seperti peningkatan kesehatan, gizi, pendidikan dan teknologi sehingga kualitas hidup lansia lebih baik dan usia harapan hidup meningkat. Bahkan besarnya jumlah penduduk lansia dapat membawa dampak positif maupun negatif.

“Kehadiran lansia dapat berdampak positif apabila penduduk tersebut berada dalam keadaan sehat, aktif dan produktif, namun apabila lansia kita yang rentan karena mengalami penurunan fisik, mental dan kognitif akan berdampak negatif bagi pembangunan, “kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Dra.Renta Rego dalam sambutnya pada Pemukaan Kegiatan Pertemuan Integrasi Pendampingan Perawatan Jangka Panjang Lansia Bersama Mitra, yang berlangsung di Ruang Belajar Litbang Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku 17-19 November 2020.

Dikatakannya, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024. Penguatan Pelayanan Ramah Lansia melalui Tujuh Dimensi Lansia Tangguh dan Pendampingan Perawatan Jangka Panjang (PJP) bagi lansia merupakan salah satu proyek BKKBN untuk mendukung prioritas nasional, meningkatkan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing, melalui proyek prioritas pengutan pelaksanaan perlindungan sosial dan kegiatan prioritas kesejahteraan sosial.

Baca juga :   Rayakan Hari Pohon Sedunia,LEBEBAE  DiDukung Korem 151 Binaiya,Saniri Negeri dan Majelis Jemaat Amahusu Tanam 1000 Pohon

Olehnya, keluarga yang diharapkan ari proyek ini adalah kelompok Bina Keluarga Lansia. Kegiatan pertemuan integrasi pendampingan perawatan jangka panjang (PJP) bagi lansia yang diselenggarakan saat ini, memiliki beberapa nilai yang sangat penting karena :
Pertama, pendampingan perawatan jangka panjang bagi lansia merupakan bagian implementasi BKKBN dalam memperkaya materi pembinaan ketahanan keluarga lansia dan rentan, sebagai mana diatur UU No.52 tahun 2009 pasal 48 ayat (1) huruf c tentang peningkatan kualitas hidup lansia agar tetap produktif an berguna bagi keluarga dan masyarakat.

“Perlu diketahui juga pada huruf d dapat saya tambahkan tetang pemberdayaan keluarga rentan dengan memberikan perlindungan dan bantuan untuk mengembangkan diri agar setara dengan keluarga lainnya, “jelasnya.

Kedua pada tahun 2020, kelanjutusiaan merupakan proyek prioritas nasional dalam penanggulangan kemiskinan dengan salah satu kegiatannya adalah pendampingan perawatan PJP/Long Term Care (LTC) bagi lansia.

Ketiga, pertemuan integrasi pendampingan perawatan jangka panjang merupakan forum untuk meningkatkan sinkronisasi dan koordinasi program kelanjutan antar dinas/instansi terkait.

“Untuk itu,saya berharap pertemuan integrasi pendampingan perawatan jangka panjang dilapangan dapat terlaksana dengan baik dan terintegrasi antara puskesmas/posandu lansia,kelompok Kegiatan Bina Keluarga Lansia dan bantuan sosial bagi lansia demi peningkatan kualitas hidup lansia denan baik, “tandasnya.

Editor : Aris Wuarbanaran

Sumber : Neima Nurjannah, SE Pranata Humas Ahli Muda

Check Also

DPD KNPI Maluku Dan Kota Ambon Minta Jam Tayang Pop Academy Indosiar Di Evaluasi

AMBON,N25NEWS.com-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku di bawah kepemimpinan,Faisal Sahitua …