Home / Hukum dan Kriminal / Rusaki Hutan, Masyarakat Adat Tolak PT Tanjung Wana Sejahtera.

Rusaki Hutan, Masyarakat Adat Tolak PT Tanjung Wana Sejahtera.

SBB,N25NEWS.COM – Permasalahan  eksplorasi  hasil  hutan  oleh  PT. Tanjung  Wana Sejahtera yang beroperasi di  wilayah hutan petuanan adat  yapiopatai Abio Kecamatan Elpaputih Kabupaten Seram Bagian Barat ditolak sepenuhnya  oleh  seluruh  masyarakat yapiopatai secara keseluruhan serta ada  pun  izin  pengelolahan  hutan  PT. Tanjung Wana sejahtera belum di  pastikan  jelas kebenarannya terutama  izin  dari  Pemerintah  Daerah  Kabupaten  Seram  Bagian  Barat.

Hal ini menjadi perhatian serius, dan memancing  Marsel Maspaitella. SH yang advokat muda sekaligus tokoh muda asal SBB pun angkat bicara  terkait  dengan  desakan masyarakat yapiopatai abio maupun masyarakat yang ada sekitarnya menolak hadirnya PT Tanjung Wana Sejahterah untuk beroperasi di wilayah yapiopatai ,

“Saya sangatlah menolak kehadiran  PT.Tanjung  Wana sejahterah untuk  melakukan  pengambilan  kayu  di  areal  petuanan  adat yapiopatai abio  itu  ilegal  karna  hak  adat  atas hutan  tersebut  bukan  milik  Negara,” Ungkap Maspaitella Kepada N25NEWS.COM Selasa (28/8).

Ditambahkannya, ada  dasar Hukum  yang  kuat  dan semua  elemen  bangsa  harus  patuhi  hukum  tersebut  yakni  putusan MK Nomor 35/PUU-X/2012 tentang  pengujian  UU No  41 tahun  1999 tentang  kehutanan, Di amar  putusan  sangat  jelas  hutan  adat  ya  hutan  adat  hutan  negara  adalah  hutan  negara  tidak  ada  hutan  adat  dalam  hutan  negara dan putusan  MK  tersebut  adalah yuriprudensi  hukum  baru  yang  harus  di  patuhi.

Lanjut Maspaitella, Selain  itu  juga  penolakan  saya  juga  mendasar  bahwa wilayah  hutan  adat yapiopatai  di  abio  banyak  terdapat puluhan negeri – negeri  tertua kami  keluarga  besar  yapiopatai (Warisan  budaya Adat ) baik  digunung  maupun  di  pantai atau  diluar  pulau  seram contoh  beberapa  negeri  pantai  yang  mempunyai  negeri  tua  di  wilayah  yang di  ekploitasi  yakni Tala,  waraloin,  ahiolo-abio dan  negeri  lain  lain merupakan  keluarga  besar  yapiopatai.

” Itu  adalah  warisan  peninggalan  orang  leluhur  dan  sebagai  anak  cucu  mereka  wajib  jaga  akang, ” Tutur Maspaitella

Lebih lanjut lagi Maspaitella menjelaskan, Ketiga  masyarakat tidak  butuh  perusahan  sebagai  ketergantungan  hidup dan tidak  ada  lagi  masyarakat pada  umumnya  di  wilayah itu,  jadi  tidak  perlu lagi  perusahan  cukup  CV Titian Hijrah Dan CV Titian Hijrah sudah hampir  selesai  dikarenakan  akses  jalan  tala  akan  dibuat oleh dinas  Pekerjaan  Umum  dalam  waktu  dekat dan masyarakat pada hakekatnya  yang di  butuhkan  adalah  akses  jalan.

Maspaitella menegaskan, Untuk itu tidak  perlu  lagi  ada  PT. Tanjung Wana Sejahterah untuk  ekploitasi  hutan  adat  milik  masyarakat adat  yapiopatai  dan jika  tidak  hargai  hak  hak  masyarakat Adat sebagaimana  negara  akui  dan  hormati  Dalas UUD 1945 pasal  18b .

Jika hal ini tidak diindahkan dan digubris oleh pihak perusahan, maka saya dan  masyarakat yapiopatai akan  melakukan  perlawanan  kepada siapapun yang  merampas  hak – hak  Adat” Tegas Maspaitella

Sekali lagi, saya  kira  tolong  untuk  hormati  hak  hak  adat  masyarakat baik  itu  pihak  perusahan  maupun  pemerintah  khususnya  pemerintah  Daerah  SBB yakni Bupati SBB Moh Yasin Payapo selaku pengambil kebijakan,

Maspaitella pun mintakan kepada Bupati SBB Moh Yasin  Payapo untuk segerah menyikapi permasalahan ini dan hal ini sangatlah diharapkan oleh masyarakat yopiapatai dan masyarakat negeri disekitarnya ,” Tandasnya.

About admin

Check Also

Babinsa Bersama Warga Gotong-royong Membuat Parit

SBB,N25NEWS.COM – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Komando Rayon Militer (Koramil) 1502-06/Taniwel, Sertu Jidon Frans bersama …