Breaking News

Rutin Melakukan Pengawasan,Bpom Ambon Kembali Sampling Dan Uji Produk Obat Dan Makanan Yang Beredar

AMBON,N25NEWS.COM – Untuk menjamin mutu obat dan makanan yang beredar di masyarakat (post market surveilance) , BPOM kembali turun dan melakukan pengawasan dengan sampling dan pengujian di laboratorium. Sampling dilakukan selama tiga hari, 15-17 Januari 2019, di 8 lokasi di Kota Ambon dengan total sampel 75 sampel yang meliputi 21 sampel obat, 34 kosmetik, 13 obat tradisional dan 7 suplemen yang terdiri dari 3 tim dengan kekuatan 6 personil. Sampling pangan telah dilakukan khusus dengan mobil laboratorium keliling dengan target Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) yang telah diberitakan pada 16 Januari 2019.

Sampling dilakukan dengan 2 metode yaitu metode random (acak) baik produk maupun sarana serta metode purposive (produk tertentu yang telah menjadi target) seperti produk dengan track record yang jelek, produk dengan hasil uji Tidak Memenuhi Syarat (TMS), produk dengan Cara Produksi dengan grade yang rendah, serta produk yang rawan dipalsukan. Diharapkan dengan metode sampling random dan purposive ini dapat mewakili populasi produk yang beredar secara statistik.

Sampling obat dilakukan di 5 lokasi, yaitu di Apotik Gideon, Apotik KF, Apotik Agape, Puskesmas Rumah Tiga dan Gudang Farmasi Kota Ambon. Khusus sarana pelayanan pemerintah, dilakukan sampling terhadap obat Program JKN. Obat JKN merupakan obat program pemerintah dengan sistem pengadaan e-catalog, dimana harga telah ditentukan pemerintah. Sehingga diharapkan obat dengan harga murah/terjangkau, tetapi kualitas tetap terjaga. Obat yang disampling dari kelas terapi antibiotik, kardiovaskular dan analgesik.

Sedang produk kosmetik, obat tradisional dan suplemen, disampling pada 3 lokasi, yaitu Foodmart, Hypermart dan Toserba Dian Pertiwi Poka. Sampling kosmetik dari jenis sediaan bayi. Obat tradisional dari jenis jamu pegal linu, jamu panas dalam, pelangsing, terlambat bulan dan produk minyak kayuputih lokal. Sedang suplemen disampling dari jenis multivitamin, stamina sehat pria dan minuman energi.

Semua sampel telah masuk laboratorium dan diuji dengan parameter kimia dan mikrobiologi. Parameter kimia meliputi: penetapan kadar zat aktif, uji disolusi, keseragaman kandungan, volume terpindahkan, uji kadar sineol, logam berat, uji bahan kimia obat (BKO), uji pengawet meti propil butil paraben dan uji bahan berbahaya yang dilarang pada kosmetik seperti merkuri, hidrokuinon dan tretinoin. Pengujian dilakukan dengan metode uji seperti pada monografi dengan instrumen meliputi Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (HPLC), Gas Kromatografi (GC), TLC Densitometri, Spektrofotometri UV dan Spektrofotometri Serapan Atom (AAS).

Parameter uji mikrobiologi meliputi: Angka Lempeng Total, Angka Kapang Khamir, MPN Coliform, Staphylococcus aureus, Eschericia coli, Salmonella thyphii, Bacillus cereus, Vibrio cholera dan Uji Potensi Antibiotik.

“Diharapkan dengan pengawas rutin post market surveillance berupa sampling dan pengujian produk yang beredar, masyarakat Maluku terlindungi dari konsumsi obat dan makanan yang ilegal, substandar, mengandung bahan berbahaya dan cemaran mikrobiologi” jelas Dra Hariani Apt, selaku Kepala BPOM di Ambon.

Editor      : Redaksi

Kontributor: Unit Layanan Pengaduan Konsumen BPOM Ambon.
Tlp: 0911342742, SMS/WA: 08114800222

About admin

Check Also

BPOM Ambon Gelar Ujian Kompetensi Bagi Pegawai Negeri Sipilnya

AMBON,N25NEWS.COM – Yang sedikit berbeda di Balai POM Ambon dalam dua hari kemarin. Pekerjaan rutinitas …