Saimima Bantah Pernyataan Huwae Terkait Krisis Pariwisata di Maluku

AMBON,N25NEWS.COM-Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Habiba Saimima mengkanter pernyataan Ketua DPRD Provinsi  Maluku Edwin Adrian Huwae yang mengatakan bahwa Maluku sekarang ini mengalami krisis pariwisata.

“Jadi ini kan Cuma masalah miskomunikasi saja ,jadi itu maksudnya surat dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) untuk 10 Provinsi termasuk Maluku yang membuat Crisis Centre,ada Bali,NTT,Jawa Timur jadi kalu krisis mereka juga krisis,”kata Saimima,saat ditemui di Balai Diklat Provinsi,rabu (29/8/2018).

Untuk Indonesia Timur Maluku dan Papua telah membuat Crisis Centre,dan hanya tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) Gubernur dan dari Pariwisata,agar bergabung dalam satu tim,yaitu Crisis Centre yang sudah barang tentu memantau keberadaan wisatawan yang berkunjung ke Maluku.

“Jadi kalau ada apa-apa misalnya wisatawan yang datang kesini terus dia mendapat musiba atau bencana alam,maka segera apa tindakan kita,itulah maksudnya dibentuknya Crisis Centre tersebut,jadi bukan berarti Maluku ini krisis Pariwisata,seperti yang dikatakan Ketua DPRD,”ungkap Saimima

Sesuai dengan hasil rapat di Jakarta yang dilakukan sebanyak dua kali berturut-turut,maka tindakan selanjutnya kita akan buat didaerah masing-masing.Kita tetap optimis pariwisata di Maluku akan terus maju,sebab berkaca dari pada pesta teluk kita mendapat pujian dari perwakilan pariwisata pusat.

“Jadi itu,bukan berarti pariwisata di Maluku mengalami krisis,sekali lagi saya tegaskan ini Cuma masalah mis komunikasi,jadi sama sekali tidak ada masalah,malah Maluku dipuji kok dengan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sekarang ini maupun di 2019 nanti,”tandas Saimima.

Oleh : Aris Wuarbanaran

Check Also

Jelang Festival Pesona Meti Kei,Kreatif Evav Sibuk Persiapan Diri

MALRA,N25NEWS.com – Komunitas pecinta musik dan budaya Evav/Kei kreatif saat ini mulai banyak melakukan berbagai …

×

N25NEWS.com