Breaking News

Samloy Kritisi Pemerintah Daerah Dan KONI Yang Tidak Memperhatikan Atlet Berprestasi

AMBON,N25NEWS.COM-Keberhasilan Matheos Berhitu menjuarai Lari Ultra Marthon Tour The Malaysia Rising 283 KM,sama sekali tidak direspon baik oleh pemerintah daerah,maupun KONI Provinsi dan KONI Kota,rabu (31/7/2019).

Hal tersebut membuat berbagai macam reaksi dan komentar masyarakat (nitezen) di media sosial (medsos) yang dengan tajam mengritisi perlakuan pemerintah daerah dan KONI Provinsi serta KONI Kota,terhadap atlet berprestasi di Maluku.

Sementara itu,salah satu pengamat olahraga Maluku,Rony Samloy,juga beraksi keras dengan mengritisi pemerintah daerah,KONI Provinsi dan KONI Kota,yang mana sama sekali minim perhatian terhadap atlet beprestasi,bahkan keolahragaan di Maluku.

“Saya melihat kasus Matheos Berhitu ini,dia adalah atlet yang sangat mencintai daerahnya,dimana dia sudah beberapa kali menjuarai even-even berskala nasional maupun internasional dan ini menjadfi catatan miris buat kita dimana dia dapat menyumbangkan prestasi yang mengharumkan nama negara bahkan nama Maluku,”kata Samloy yang juga deorang jurnalis olahraga ini.

Selain itu,menurutnya prestasi Matheos Berhitu yang hebat tetapi yang sangat disayangkan adalah bahwa minim perhatian dari pengurus cabang terkait maupun KONI Provinsi Maluku dan KONI Kota Ambon.

Lebih lanjut dia mengatakan terkait dengan bagaimana penyambutan dan bagaimana soal apresiasi dalam pemerinah dalam bentuk penghargaan seperti bentuk bonus,kepada dan hal itu layak sebab dia berhasil menyumbangkan medali emas bagi Indonesia maupun Maluku,maka tidak ada salahnya ada penyambutan dari pemerintah daerah sebagai wujud apresiasi perjuangannya.

Memang tidak dapat dipungkiri betul bahwa dias mengikuti even itu,memang keinginan pribadinya tetapi kemudian bukan soal pribadi atau kelompok,tetapi kemudian bahwa Matheos Berhitu merupakan atlet Lari Ultra Marathon Indonesia asal Maluku itu adalah intinya.

Oleh karena itu tidak ada alasan dan sangat disayangkan kalau kemudian KONI tidak memberikan perhatian berupa penghargaan,yakni dalam bentuk penyambutan terhadap dia pada saat tiba di Kota Ambon

“Saya melihat ini kan lucu ketika dia sudah menyumbangkan prestasi,sudah mengharumkan nama daerah dan Negara,tetapi ketika dia tiba di Bandara Internaional Pattimura dia tidak disambut oleh misalanya Pengprof PASSI,dan Pengkot PASSI maupun KONI Provinsi dan KONI Kota Ambon,lucu sekali,”jelasnya

Hal ini sungguh ironi,bahkan mungkin Pemda tidak memberikan perhatian inilah yang menjadi ironi bahwa olahraga di Maluku ini walaupun orang sudah berpretasi tetapi untuk perharian dari pemerintah daerah sangat tidak ada ini sanagt memprihatinkan sekali.

“Saya juga sangat menyayangkan mengapa pemerintah daerah begitu tega dan dengan alasan yang berbelit sehingga ini sangat memprihatinkan diman ketika mengajukan proposal anggaran kepada pemerintah daerah,KONI,tetapi tidak ditanggapi samapi dirinya kembali dari Malaysia ini sungguh sangat disayangkan,”tuturnya.

“Saya harap hal tersebut tidak terulang lagi dan untuk ketahui bahwa kasus Matheos Berhitu ini telah menjadi viral dan telah menjadi konsumsi public,oleh karena itu sangat naïf ketika pemerintah daerah atau pemangku kepentingan di keolahragaan tidak mengetahui itu,ini sungguh disayangkan,”tandasnya.

Reporter : Aris Wuarbanaran
Editor : Redaksi

About admin

Check Also

Lestarikan Kearifan Lokal,BPNB Maluku & Malut Gelar Lomba Dayung Semang

AMBON,N25NEWS.com -Berbagai upaya untuk melestarikan kembali kearifan lokal terus dilakukan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) …