SD Inpres 42 Amahusu Ambon Deklarasi Sekolah Ramah Anak

AMBON,N25NEWS.com – SD Inpres 42 Amahusu Kota Ambon mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak (SRA) yang di tandai dengan pengucapan ikral oleh warga sekolah yang menjamin bahwa sekolah merupakan tempat ramah dan menyenangkan bagi seluruh siswa ,kamis 7 November 2019.

Kepada N25NEWS.com,Kepala Sekolah SD Inpres 42 Amahusu Ambon A.Queljoe.SPd ,mengatakan dirinya merasa bangga karena sekolahnya, di antara sekian banyak sekolah yang ada di Kota Ambon di tunjukan sebagai sekolah yang melaksanakan program Sekolah Ramah Anak (SRA).

Sehingga katanya,Sekolah Ramah Anak (SRA ) dalam penerapannya sekolah bisa menjamin dan pemenuhan hak-hak hidup anak tampa diskriminasi ,kepentingan serta bentuk penghargaan terhadap anak.

Selain itu juga menurut A.de Queljoe peninjukan sekolahnya menjadi Sekolah Ramah Anak di karenakan sekolahnya telah memenuhi syarat seperti lingkungan sekolah yang bersih,anak-anak sehat,aman dan asri yang sesuai dengan konsep SRA.

“Sebenarnya konsep sekolah ramah anak ini sudah di laksanakan oleh sekolah kami ( SD Inpres 42 Amahusu) sudah sejak lama,sehingga ketika di tunjuk sebagai sekolah ramah Anak kami tidak kaget lagi tinggal penyusuaian saja,”ungkap Kepsek Inpres 42 Amahusu A.Queljoe pada N25NEWS.com.

Diapun berharap dengan adanya sekolah ramah anak ini tidak ada lagi kekerasan dan diskriminasi yang menyebabkan anak-anak murung dan tidak berkembang.

Baca juga :   Pembangunan SMP 1 Atap Neniari Mandek, Rumahsoal  Minta Kadis Pendidikan Harus Bertanggung Jawab

“Sehingga prinsip-prinsip penyelenggaraan sekolah ramah anak dapat di terapkan di antaranya sekolah di tuntut mampu menjadi media pembelajaran bagi siswa,tidak sekedar tempat belajar bagi siswa tetapi juga wadah yang menyenangkan bagi anak.,”ujarnya.

Selain itu di tempat yang sama Wali Kelas VI  Lusy Away mengatakan bahwa pendekatan-pendekatan yang Ia lakukan selama ini dalam menghadapi anak-anak, seperti pendekatan yang ia lakukan terhadap anaknya di rumah, antara anak dan orang tua ,begitupun sebaliknya,siswa menganggap ibu gurunya merupakan orang tuanya di sekolah.

“Hal ini bisa terlihat pada sapaan siswa terhadap guru yang cara pendekatannya seperti orang tuanya di rumah,”ungkap ibu Lusy Away.

Bahkan katanya hubungan antara guru dengan guru terjalin dengan harmonis saling kerjasama dengan baik,apalagi dengan Kepala Sekolah terkadang sebagai tempat curhat.

“Itulah konsep-konsep yang sudah kami terapkan sejak lama,jadi bukan saja antara siswa dengan siswa,siswa dengan guru namun antara guru dengan guru dan juga dengan Kepala Sekolah terbina dengan baik,”ujar Wali kelas VI SD Inpres 42 Amahusu ini.

Editor : Redaksi

Check Also

Uluputty,Cegah Terorisme FKPT Maluku Edukasi Guru SD,SMP Se-Kota Ambon

AMBON,N25NEWS.com-Sekolah yang merupakan tempat pendidikan formal berlangsung, menjadi fokus Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui …

×

N25NEWS.com