SD Inpres 42 Amahusu Ambon Gelar Pameran Karya Seni Daur Ulang Sampah

AMBON,N25NEWS.com – Sekolah Dasar (SD) Inpres 42 Amahusu Ambon menggelar Pameran Karya Seni dari daur ulang sampah yang di buka oleh Kadis Pendidikan Kota Ambon Fahmi Sallatalohy,rabu 27 November 2019.

Hasil Karya seni daur ulang yang di pamerkan itu merupakan hasil karya siswa dan siswi SD Inpres 42 Amahusu Ambon yang di dampingi para guru.

Berbagai bentuk hasil kreatifitas siswa-siswa mulai dari bunga,vas bunga sampai tempat sampah yang menarik dan unik ikut di pamerkan.

Dalam sambutannya  Kepala Sekolah SD Inpres 42 Amahusu Ambon Ny.A.de QUELJOE/R,S.Pd mengatakan Permasalahan sampah sering kali dianggap sebagai sesuatu yang menggangu manusia dan kehidupannya,permasalahan ini terjadi hampir disetiap tempat.

Selain itu di katakannya,saat ini tidak dapat dipungkiri lagi bahwa volume sampah semakin hari-semakin banyak,sayangnya penumpukan sampah ini kurang mendapat perhatian sehingga sulit untuk dapat dikendalikan atau ditanggulangi.

Sehingga dirinya bersama dewan guru,siswa dan orang tua murid sepakat untuk bagaimana bisa mendaur ulang sampah-sampah yang sudah tidak terpakai lagi di jadikan sesuatu yang berguna dan bernilai ekonomis.

“Dari hasil daur ulang itulah maka kami hari ini menggelar pameran karya seni hasil daur ulang sampah,”ujar Kepsek  SD Inpres 42 Amahusu ini.

Dengan mendaur ulang ini kata de Queljoe,anak-anak di tanamkan  kebiasaan untuk  tidak lagi membuang sampah begitu saja,tetapi baik itu di sekolah maupun di rumah, mereka sudah bisa mendaur ulang sampah seperti bunga dan vas-vas bunga.

“Kita berharap bukan saja berhasil mengurangi sampah,akan tetapi  anak-anak akan terbiasa mendaur ulang sampah, apalagi sampah plastik seperti botol-botol bekas dan gelas-gelas plastik yang akan terurai  memerlukan waktu yang  cukup lama,”tambah de Queljoe.

Selain itu lanjut de Queljoe,mendaur ulang sampah ini merupakan salah satu upaya untuk mengajak siswa dan orang tuanya peduli terhadap lingkungan dan mengubah pandangan masyarakat terhadap sampah.

“Pameran ini kita gelar ini juga, untuk kembali mengingatkan siswa,orang tua dan masyarakat yang ada di sekeliling sekolah bahwa Ada banyak cara yang dapat dilakukan selain membuang sampah pada tempatnya. Cara itu adalah dengan menggelorakan prinsip 3R (reduce, reuse, recyle), sehingga memperoleh manfaat ekonomis bagi semua orang,”tegas de Queljoe.

Check Also

Wagub Maluku,Sebagai Organisasi Profesi PGRI Harus Kembangkan Profesionalitas

AMBON,N25NEWS.com-Wakil Gubernur Maluku Drs Barnabas Orno mengatakan,Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI),sebagai organisasi profesi harus selalu …