Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten SBB,Moksen Pelu

Sebanyak 51 Desa/Negeri Di Kabupaten SBB Siap Ikut Pilkades 2020

AMBON,N25NEWS.com- Pemilihan kepala desa serentak (Pilkades) di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Provinsi Maluku tahun 2020 akan diikuti oleh 51 desa. Ke-51 desa itu tersebar di sejumlah kecamatan yang ada di SBB.

‎”Ada 51 desa/negeri yang akan menggelar Pilkades serentak pada bulan April 2020 mendatang,” terang Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten SBB,Moksen Pelu kepada awak media di Café Alfat kawasan Kebun Cengkeh Ambon,minggu (06/01).

Menurutnya,penentuan ke-51 desa/negeri ini untuk mengikuti Pilkades serentak atau belum mengikuti Pilkades,itu ditentukan oleh mereka (51 desa) sendiri,sebab Pemda SBB tidak ingin gegabah dalam menentukan ke-51 desa/negeri tersebut untuk ikut atau tidak,Pemda mengembalikannya ke Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai perwakilan masyarakat di desa.

“Memang ada beberapa tarik ulur dibeberapa desa yang BPD nya mau ikut tapi ada masyarakatnya tidak mau.Tetapi terakhir komitmen kami berdasarkan aturan yang berlaku kita bertahan dengan keputusan BPD kenapa ?karena BPD itu adalah perwakilan resmi masyarakat di desa dan merupakan kesepakatan BPD,”jelasnya.

Adapun,mengenai pemilihan raja di negeri-negeri adat, Moksen menyatakan hal itu belum bisa dilakukan. Pasalnya dari 92 desa yang ada di Kabupaten SBB belum satu pun desa adat yang telah berstatus negeri dan dari 92 desa itu ada 86 masih status pejabat kepala desa,hanaya ada 6 desa yang memiliki kepala desa definitif.

“Hanya ada tiga desa yang akan memiliki kepala desa definitif pada tahu depan,tinggal tiga desa,ke-6 itu adalah,desa Tala,Kukuanakota,Kaibobu,Lahiatala,Ariate dan Desa Buano Utara,”jelas Pelu.

Dengan demikian, bagi desa-desa yang merupakan negeri adat, terserah badan saniri apakah mau ikut lakukan pemilihan kepala desa defenitiv atau tidak. Jika ingin ikut menggelar pilkades, itu berarti pelaksanaannya berlangsung demokratis. Artinya, semua orang berhak dipilih maupun memilih, tidak harus calon kades berasal dari marga parentah atau bukan.

“Jadi terserah badan sanirinya, kalau keberatan boleh tunggu penetapan negeri-negeri adat dulu baru gelar pemilihan Raja. Tapi kalau mau ikut pilkades juga terserah, tapi ingat Pilkades siapa saja bisa maju,” ujarnya

Editor       : Aris W

Check Also

Pemuda Masika Jaya Berharap  La Nyong Dapat Memperjuangkan Nasib Pendidikan Di Dusunnya

AMBON,N25NEWS.com – Salah satu Pemuda asal Dusun Masika Jaya Kabupaten Seram Bagian Barat Rais Tuhuteru …