Home / Kab.MBD / Sejarah Agama Leluhur “Polwuni Waklera” di MBD

Sejarah Agama Leluhur “Polwuni Waklera” di MBD

N25NEWS.COM – Jauh sebelum agama Kristen masuk di Kepulauan Babar Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) orang Babar sendiri sudah memeluk agama Leluhur/Nenek Moyang,yang disebut “Polwuni Waklera”,agama ini berkembang sangat cepat ke seluruh Babar,baik kearah timur maupun kearah barat,ke Kepulauan Letti,Moa,Lakor dan Kisar.

Karena adanya sebuah misi yang kuat dan kerinduan untuk datang ke Matahari agar lebih dekat dan tinggal bersama Wuni (Tuhan) yang dikenal dengan istilah Mai Le Ra-Rei Wuni (Mai : datang,Le : di/ke,Ra : Matahari,dan Rei : lebih dekat tinggal/diam bersama Wuni : Tuhan).Secara Teologis Polwuni Waklera dapat direfleksikan sebagai pemujaan/penyembahan kepada Tuhan di dalam Terang.

Pada awalnya Polwuni Waklera berpusat dan menetap di Luang.Agama Polwuni Waklera menjadi salah satu agama leluhur yang cukup kuat mempengaruhi perilaku keberagamaan dan tatanan hukum adat di Kepulauan Babar,bahkan dikawasan Selatan Daya sampai sekarang.Agar keterikatan darah,emosional,budaya,sosial dan keagamaan dengan Rompo Wuni (Rumah Tuhan) terpelihara.

Maka ada kelompok yang menggunakan nama simbol-simbol Poliwuni Waklera sebagai nama marga.Sebagian lagi menggunakan nama Mailera,ada yang memakai nama Reiwuni,ada juga memakai nama Rompwuni sebagian lagi menggunakan nama menurut bahasa dan budaya setempat.Walaupun setiap kelompok menggunakan marga yang berbeda tetapi agama Polwuni Waklera simbol pemersatu.

Agama Polwuni Waklera meliputi seluruh kawasan Selatan Daya atau Maluku Barat Daya (MBD) kenyataan itu dapat ditemukan dari adanya penggunaan nama-nama Mata Rumah maupun Marga meliputi Rumah Tua Polwuni Waklera di Tepa,Tela (pulau Babar) dan di Kisar,Rumahlewang Besar,Wasarili (pulau Wetang) dan di Bebar (pulau Damer).

Marga Reiwuni di Lelang (pulau Sermata),di Manuwui (pulau Babar),marga Mailera di Lelang (pulau Sermata),di Herley (pulau Wetang) dan marga Sopllera/Sopalera di Wuwur (pulau Damer),marga Uplera di Upuhupun (pulau Wetang).

Selain Tuhan ada di Matahari menurut penuturan orang tua-tua ada kelompok atau penganut kepercayaan lain juga menganggap Tuhan ada di Bintang siang,kelompok atau penganut kepercayaan ini bisanya beribadah saat dini hari ketika muncul bintang siang.Namun penganut kepercayaan ini berangsur-angsur hilang karena kuatnya pengaruh PolwuniWaklera.

Penulis  : Aris Wuarbanaran

Sumber : Beth Mailera

About admin

Check Also

18 Tahun Jemaat Poka-Rumah Tiga Keluar Dari Negerinya

AMBON,N25NEWS.COM – Tanggal 4 Juli Tahun 2000,merupakan masa kelam dimana desa Poka dan Rumah Tiga …