Home / Opini / sejarah & Legenda / Sejarah Marga Wuarlela

Sejarah Marga Wuarlela

N25NEWS.COM-Dahulu kala moyang marga Wuarlela ini berasal dari Pulau Maktian.Ada tiga orang adik kakak kandung,tetapi kakak tertua adalah seekor ular tetapi berkepala manusia sedangkan badannya itu ular dan pada saat itu belum ada orang di tempat mereka.

Lama kelamaan kakak mereka yang ular berkata pada kedua adik-adiknya kayanya”kalian berdua kalau suatu kelak kalau kawin dan mempunyai anak perempuan tolong bawah anak kalian yang supaya saya makan,nanti kalian saya berikan emas”.

Lalu kakak mereka berkata lagi bawah saya ke goa karang di sebuah gunung di Makatian kemudian masukanlah saya ke dalam goa karang, kemudian mereka membawa kakak mereka di goa,lalu kakak mereka berpesan pergi kalian ke kampung untuk kawin.

Anak perempuan,kalian harus bawah dia ke mulut goa ketika saya keluar untuk memakannya maka kalian memukul sisik saya dengan dayung,ketika ular itu kelua dan memakan anak itu lalu kedua adik ular ini memukul sisik ular maka sisik itu menjadi mas sangat banyak.

Berbagai jenis mas sangat banyak dan jatuh behamburan di tanah,kemudian kakaknya yang ular berkata kalian berdua harus lari meninggalkan tempat ini, kemudian mereka berdua mengumpulkan berbagai jenis emas itu dan pergi meninggalkan tempat itu.

Emas yang mereka kumpul penuh dalam guci-guci,lalu mereka berdua membelah buah pinang untuk dijadikan sebuah perahu,lalu mereka pun berlayar.Sampai sekarang perahu pinang masih ada tetapi suadah menjadi batu,sedankan layarnya masih ada sampai sekarang.

Dalam pelayaran mereka sampaila mereka di pulau Moa,lalu mereka berkelahi dengan penduduk Moa memperbutkan sebuah gunung,nama gunung itu gunung ular,keduanya mengatakan gunung ini milik mereka tetapi orang Moa katakana itu milik mereka,perjajian pun terjadi.

Mereka taruhan  jika pada malam ada petir yang menyambar bentuknya seperti ular maka gunung itu punya mereka berdua,tetapi jika petirnya tidak berbentuk ular maka gunung itu milik penduduk setempat,kejadian terjadi petir menyambar berbentuk ular.

Maka sesuai perjanjian maka penduduk setempat mengakui gunung itu milik mereka berdua.Mereka tinggal di situ tidak lama karena tempat itu gersang,mereka lalu berlayar lagi,dan singgah di pulau Tanimbar Kei,ada juga salah seorang pebantu yang bersama mereka.

Waktu mereka sampai di Tanimbar Kei,mereka haus lalu mereka menyuruh pembantu mreka memanjat sebuah pohon kelapa tetapi pohon kelapa itu buahnya hanya 1 saja,ketika pembantu mereka menjatukan kelapa orang moyang ini meminum air kelapa.

Lalu mereka kencing di dalam buah kelapa itu,ketika pembantu mereka dan minum kelapa dia tau itu air kencing mereka salah paham dan berpisa,pembantu mereka berlayar dan sampai di Teor Nila Serua (TNS),lalu marga di TNS pakai nama Sinmiasa (Pembantu red)

Sedangkan dua adik kaka ini lari dan singga pertama di Adodo,disalah satu tempat yang namanya Burloru tetapi mereka di usir,lalu mereka lari ke Walerang,tinggal di Luhunwatu lalu lari di Kabalnidi.Pada waktu itu Walerang dipimpin oleh seorang raja yang bernama Titinei.

Mendengar ada orang asing para Raja perintakan beberapa Mela untuk panggil kedua orang ini,untuk jadi Raja tetapi mereka tidak kemudian mereka dipanggil lagi untuk menjadi jangar (kalau ada mau Tabar kalau jangkar belum naik berarti belu bisa berangkat).

Mereka berdua setujuh dengan usulan menjadi jangkar (Oor rata weki),jadi sampai sekarang marga Wuarlela merupakan marga yang sangat besar di Walerang,dan sangat hebat soal bicara adat.(Aris Wuarbanaran)

About admin

Check Also

Mengenal Urimessing Negeri Adat di Jazirah Leitimur-Pulau Ambon

N25NEWS.COM – Kepercayaan kepada ILAH yang mereka sebut NITU berkembang di negeri Urimesing.Pada waktu kedatangan …