Breaking News

Semangat Untuk Terus Hadirkan Terang Demi Senyum yang Benderang dari Maluku

AMBON,N25NEWS.COM –  Hingga saat ini, PLN terus berupaya untuk meningkatkan Rasio Elektrifikasi. Upaya tersebut dilakukan dengan terus melistriki desa-desa yang belum berlistrik, terutama yang berada di pulau-pulau terluar, termasuk yang berada di Provinsi Maluku.

Melistriki pulau-pulau terluar di Maluku tentunya memiliki tantangan tersendiri. Selain tantangan letak geografis, tantangan lainnya yakni meliputi akses transportasi untuk dapat mencapai lokasi pulau-pulau terluar tersebut. Belum lagi minimnya sinyal komunikasi yang terdapat di daerah tersebut serta cuaca yang dapat menghambat akses pulau tersebut.

Tantangan-tantangan tersebut tidak jarang ditemukan oleh para pegawai PLN dalam menjalankan tugasnya untuk memberi terang bagi masyarakat yang belum merasakan manfaat dari adanya listrik. Salah satunya seperti yang dijalani oleh Zulfikar Rezki Renyaan (30) yang saat ini bertugas di PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3 Tual).

Fikar, begitu sapaan akrabnya, dapat dikatakan telah banyak makan asam garam dalam kegiatan survey untuk Program Listrik Pedesaan (LISSA). Sudah banyak desa-desa yang telah ia datangi yang terletak di pulau-pulau terluar di Provinsi Maluku, baik yang kini telah berlistrik maupun sedang dalam proses untuk dilistriki.

“Pada saat survey, bisa memakan waktu berminggu-minggu, bahkan bulan. Hal itu tidak hanya karena memang tuntutan dari pekerjaan yang membutuhkan waktu yang lama, namun masalah transportasi juga. Transportasi yang ada terbatas, sehingga kami kadang harus menunggu 1-2 minggu lagi dari kedatangan kapal tersebut. Belum kalau faktor cuaca buruk, bisa tambah lama kami menunggu waktu kedatangan kapal untuk mengangkut kami pulang”, ujar Fikar.

Baca juga :   Srikandi Maraina Dukung Kongres Seram Alifuru Bersatu

Fikar juga menambahkan bahwa kegiatan survey untuk program LISSA ini merupakan salah satu bagian terpenting dari proses pra-elektrifikasi. Banyak kegiatan yang harus dilakukan dan dipastikan secara tepat dan akurat, agar eksekusi pelaksanaan kegiatan elektrifikasi di lapangan dapat berjalan dengan lancar sehingga listrik dapat segera hadir di masyarakat.

“Kami harus memastikan titik-titik koordinat yang akan dijadikan jalur dari jaringan listrik, dan ini bisa sambil menembus hutan, menyeberangi sungai atau rawa dan naik turun bukit. Di samping itu juga kami harus memastikan kemungkinan ketersediaan lahan apabila memang dibutuhkan pembangunan PLTD baru, serta berdiskusi dengan masyarakat setempat dimana tentu kami juga membutuhkan dukungan mereka. Hal ini tentu tidak mudah. Namun semangat saya satu, yakni menerangi saudara-saudara kami yang saat ini masih bergemelut di dalam gelap”, tambah Fikar.

Setelah kegiatan survey tersebut selesai, tentu tim tersebut akan kembali lagi dalam pengawasan pekerjaan di lapangan, agar sesuai dengan hasil survey yang telah mereka lakukan.

“Moment inilah kadang yang menggetarkan hati saya. Ketika listrik berhasil menyala, gelap berubah menjadi terang dan senyum bahagia terpancar dari puluhan raut wajah yang kini tidak lagi bernaung di kegelapan. Itulah sumber semangat kami untuk terus hadir menghadirkan terang bagi negeri ini”, tutup Fikar.

Sebagai informasi, hingga saat ini Rasio Elektrifikasi PLN di Provinsi Maluku pada bulan maret 2019 yakni sebesar 86,05% dan ditargetkan akan mencapai 95 % di tahun 2020 mendatang dengan melistriki 303 desa lagi hingga tahun 2020.

Editor : Redaksi

About admin

Check Also

Lapangan Merdeka Akan Ditambah Rumput Sintetis KNPI Dan FPOM Maluku Apresiasi Langkah Gubernur

AMBON,N25NEWS.COM-Langkah Gubernur Maluku,Drs.Murad Ismail yang akan membenahi Lapangan Merdeka Ambon,dengan akan ditambahkannya rumput sintetis,mendapat apresiasi …