Home / Ekonomi / Semerbak Cengkeh Sampai ke Penjuru Dunia

Semerbak Cengkeh Sampai ke Penjuru Dunia

Dimasa lampau pada abad ke 16-ketika sedang ramai-ramainya perdagangan rempah-rempah melalui laut.Maluku begitu dikenal di seluruh penjuru dunia,mulai  dari Tiongkok di timur,sampai Amsterdam di barat.Sekarang daerah-daerah di Maluku seperti Ternate,Saparua dan Banda

bahkan nyaris tidak dikenal sebagian besar orang Indonesia.Boleh jadi akan dikatakan bahwa Ternate,Saparua dan Banda ada di pulau Halmahera,Seram ini karena Ternate,Saparua dan Banda

merupakan sebuah pulau kecil yang dekat dengan pulau Halmahera maupun pulau Seram,mengapa Ternate,Saparua dan Banda begitu dikenal pada era perdagangan rempah-rempah ? Saudagar-saudagar asal Melayu mengatakan bahwa Tuhan menciptakan Ternate,Saparua untuk cengkeh,dan Banda untuk fuli dan pala barang-barang dagangan ini tidak tumbuh di tempat lain di dunia kecuali di tempat itu.

Daya tarik cengkeh,pala dan bunga pala menjadi dorongan utama perkembangan perdagangan antarbangsa di Asia Tenggara.Pohon cengkeh (Eugenia aromatica) terdapat di Ternate,Tidore,Moti,Makian,Bacan dan Saparua serta pala dan bunga pala di Banda.

Setelah tahun 1550,pohon-pohon ini ditanam dikawasan lain di Nusantara dan dapat ditanam di beberapa tempat di dunia salah satunya di Zanzibar,Afika Barat.Melalui komuditas cengkeh dan pala,dapat ditelusuri jalur-jalur pelayaran dan perdagangan sampai seberapa jauh hubungan Maluku dengan dunia luar.

Sebua sumber tertulis Romawi tahun 75 masehi,Plinius Major menyebutkan adanya garyophyllon (nama tumbuhan yang tumbuh di hutan sakti India ).Dari keterangan sumber tersebut ,Rouffaer menduga bahwa yang dimaksud denga garyophyllon adalah cengkeh yang telah dikenal di benua Eropa pada awal abad masehi.

Namun jauh sebelum itu,pada sebuah ekskavasi arkeologi di situs Terqa (Mesopotamia,Syria) ditemukan sebuah jambangan yang penuh berisi  cengkeh.Jambangan itu ditemukan pada sebuah ruangan dapur rumah sederhana yang berasal dari sekitar tahun 1700 SM.Sumber Eropa lainya menyebutkan bahwa St Silvester,seorang Uskup Roma (315-335 Masehi) menerima hadia 150 pon cengkeh.Sumber lain meyebutkan bahwa pada tahun 547 Cosmos Indicopleustis mencatat diantara barang-barang dagangannya terdapat rempah-rempah yang didatangkan dari Tiongkok dan Sri Langka.

Baca juga :   Konser Vinculos 2018: Pukau Masyarakat Ambon, Orkestra Ocas & Paduan Tahuri Hutumuri Tampilkan Huhate, Ayo Mama & Goro-Gorone

Sebuah gambar cat air yang dibuat oleh Alphonse Pellion yang berjudul “Kora-kora from Gebe,Noart Moluccas 1818”menggabarkan sebuah perahu besar dengan 9-10 pendayung dan sebuah layar besar.Perahu besar ini sangat layak untuk pelayaran jarak jauh dan dipergunakan untuk mengangkut rempah-rempah,khususnya cengkeh dan pala,ke pelabuhan en-trepot di Asia Tenggara.(Aris Wuarbanaran)

About admin

Check Also

30 Peserta Ikut Ajang Lomba Masak Ikan Nusantara

AMBON,N25NEWS.COM – Lomba Masak Ikan Nusantara dalam rangka Menuju Istana yang diselenggarakan Dinas Perikanan dan …