Home / Agama / Sempat Terbengkalai, Akhirnya Menag Resmi Kanwil Kemenag Maluku

Sempat Terbengkalai, Akhirnya Menag Resmi Kanwil Kemenag Maluku

AMBON,N25NEWS.COM -Sempat mengalami terbengkalai kurang lebih 12 tahun akibat status tanah, mimpi itu baru terwujud setelah Fesal Musaad menjabat Kakanwil Kememag hingga akhirnya Menteri Agama RI, H. Lukman Hakim Saifuddin,  meresmikan  Gedung Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku yang berlokasi dijalan Sultan Hasanudin Ambon tepanya disamping Mako Brimob Polda Maluku.

Lewat kesempatan yang sama juga Menag resmikan penggunaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang kini dikembangkan sebagai sistem layanan publik di Kanwil Kemenag Provinsi Maluku, Sabtu (27/10/2018).

Dalam arahan Menag mengatakan, tugas dan pengabdian Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam melayani masyarakat, memiliki nilai ibadah. Kualitas keimanan ASN Kemenag sebagai abdi negara akan diukur melalui seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada masyarakat

Menurutnya, sarana dan fasilitas yang disiapkan oleh pemerintah, medium yang ada pada hakekatnya adalah benda mati dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyebarkan kebaikan, sehingga  harus dimanfaatkan sebagai media untuk melakukan kebaikan dengan memberikan pelayanan yang baik kepada lingkungan atau masyarakat.

Dikatakan, rutinitas ASN Kanwil Kemenag Maluku di Kantor yang baru akan memberikan “Ruh” untuk menghidupkan gedung berlantai tiga sehingga keberadaanya juga memberikan manfaat.Ruh yang dimaksudkan Menag adalah bagaimana ASN melaksanakan tugas dan fungsinya secara profesional dalam memberikan kemudahan pelayanan.”Ruh itu harus bertumpu kepada kesadaran diri setiap ASN Kemenag untuk mampu menebarkan kemaslahatan dan kemanfaatannya,”ujar Menag.

Menag berharap, dengan adanya Gedung Kanwil baru ini para ASN tidak sekedar termotivasi dan terinspirasi tetapi lebih dari itu memiliki jiwa dan semangat untuk menghidupkannya. Salah satu caranya yakni, menanamkan rasa cinta pada diri setiap masing-masing ASN.”Cinta itulah kekuatan yang luar biasa. Bisa mengalahkan semua hal ditengah-tengah berbagai macam problem dan hambatan yang dihadapi,”harap Menag.

Sebagai salah satu wujud dari komitmen melayani, Pelayan Terpadu Satu Pintu (PTSP) adalah solusinya. Sebab, hakekat dari PTSP bagaimana ASN mampu melaksanakan tugas dan fungsi pelayanan kepada masyarakat umat beragama sehingga hal ikhwal yang berkaitan dengan keagamaan khususnya di Maluku bisa terlayani dengan baik.”PTSP adalah sebua aplikasi yang dirancang untuk menopang fungsi-fungsi pelayanan. Tujuannya, mengefektifkan waktu pelayanan, efisiensi, murah dan mudah,”ungkap Menag.

PTSP Kanwil Kemenag Maluku yang baru saja di launching menjadi PTSP ke 18 dari 34 Kantor Wilayah Kementerian Agama se-Indonesia.

“Saya berikan apresiasi kepada Kemenag Maluku dan jajarannya yang telah berhasil menghadirkan Gedung baru sekaligus penerapan sistem PTSP,’tutur Menag.

Kesempatan itu Menag mengungkapkan, telah mewajibkan kepada seluruh Kakanwil se-Indonesia untuk memiliki atau menerapkan PTSP hingga akhir tahun ini.

“Ini adalah pertaruhan. Kita harus membuat simbol wujud dari komitmen dan dedikasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.”ungkap Menag sembari meminta kedepan jajaran Kemenag kabupaten/kota di Maluku juga merealisasika

Sebelumnya Musaad menjelaskan, bahwa proses pembangunan kantor tersebut dilakukan sejak tahun 2006 silam, namun dalam prosesnya penyelesaian pembangunan gedung ini mengalami sejumlah masalah terkait dengan satus tanah. Namun lewat keputsan Mahkama Agung telah  lahan  seluas 5000 hektar tersebut kini resmi menjadi aset milik Kanwil Kemenag Provinsi Maluku.

Setalah dipercayakan oleh Menteri Agama menjadi Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku sejak tahun 2015 lalu, dirinya memiliki komitmen untuk menyekesaikan pembangunan yang sebelumnya mangkrak itu.

Oleh : Gali M

About admin

Check Also

Sadli Lie : Penanaman Pohon Untuk Mencegah Metigasi dan Perubahan Iklim

AMBON,N25NWS.COM-Peliara pohon ini adalah salah satu tindakan yang diprakarsai oleh tim penggerak PKK Provinsi Maluku …