Sepkulasi Kepala Daerah Bayangan Hingga Kotak Kosong di Pilkada Bursel Itu Omong Kosong

 

BURSEL,N25NEWS.com – Kuat berhembus opini hadirnya calon Kepala Daerah bayangan sampai opini kotak kosong jelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) di Kabupaten Buru Selatan (Bursel).

Opini sesat itu diendus guna untuk memperkecil kesempatan para tokoh/masyarakat mengambil peran mengikuti pesta demokrasi yang rencana akan berlangsung 23 September 2020 tersebut.

Muhammad Nasir Huat, juru bicara pasangan calon Bupati-Wakil Bupati, Bahtiar La Galeb dan Sammi Latbual mengakui, isu liar tersebut sengaja dimainkan sejumlah oknum.

Sudah barang tentu kata Nasir, opini yang dikemas tersebut merupakan sebuah pembodohan politik yang nyata. Pasalnya tanpa memikirkan dampak edukasi maupun etika politik dikalangan masyarakat, Kemasan opini kotak kosong dan sejumlah spekulasi lainnya dihembus begitusaja hingga menembus masyarakat akar rumput.

“opini itu tentu mencederai demokrasi kita. Saya pastikan opini kotak kosong itu omong kosong. Masi ada orang-orang hebat yang siap menahkodai Bursel 5 tahun mendatang,” ungkap Nasir.

Juru bicara pasangan dengan tagline “BISA” ini menegaskan, semua anak bangsa yang mengambil bagian dalam konstestasi di bursa Pilkda Bursel 2020 memiliki kemampuan dan peluang yang sama.

Baca juga :   Massa Pendukung "Nina-Ramah" Padati Lapangan Panca Sila

“Bagi kami pasangan “BISA” optimis rakyat di Buru Selatan sudah paham dan tau apa yang menjadi kebutuhan rakyat dalam menghadirkan pemimpin di Buru Selatan,” tegasnya.

Lanjut dijelaskan, oknum yang dengan masif menyebarkan isu “bodong” dapat dipastikan mereka sudah tidak lagi mengindahkan nilai-nilai etik dan moralitas berpolitik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Terlebih lokalitas kedaerahan “orang Buru Selatan.”

“Atas hal itu, kita harus mengakui bahwa saat ini banyak kalangan elite politik cenderung berpolitik dengan melalaikan etika kenegarawanan.Kenyataannya bahwa mereka berpolitik dilakukan tanpa rasionalitas, mengedepankan emosi dan kepentingan kelompok, serta tidak mengutamakan kepentingan bersama,” paparnya.

Hal ini kata dia, sangat menghawatirkan karena bukan hanya terjadi pembunuhan karakter antar pemimpin di Bursel tetapi pembelajaran kurang baik kepada generasi di kabupaten bartajuk Lolik Lelan Fedak Fena.

“Kami percaya, anak bangsa yang ada di Buru Selatan, tidak tergerus oleh permainan politik yang dipertontonkan oleh oknum yang seolah-olah memaknai politik adalah Menguasai dan Dikuasai,” pungkasnya tegas.***

Check Also

Nikolas Kilikily Optimis Dapat Rekomendasi Dari Partai Gerindra

AMBON,N25NEWS.com – 5 Bakal Calon Bupati Maluku Barat Daya yang mendaftar ke Partai Gerindra kemarin …