Home / Kab.SBB / Sesalkan Terhentinya Proyek Jalan Luhu – Kambelu,” Maaruf” Kadis PU SBB Bikin Blunder.
Anggota DPRD SBB asal dapil Huamual Belakang dan Kepulauan Manipa La Maaruf Tomia

Sesalkan Terhentinya Proyek Jalan Luhu – Kambelu,” Maaruf” Kadis PU SBB Bikin Blunder.

SBB,N25NEWS.COM – Proyek infrastruktur jalan Luhu – Kambelu Desa Luhu Kecamatan Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat dengan anggaran yang berasal dari APBD Kabupaten SBB tahun 2018 sebesar 19 Milyar lebih akhirmya terhenti ditengah jalan ,sampai dengan saat ini belum ada pekerjaan lanjutan oleh pihak kontraktor yang menangkan tender proyek infrastruktur jalan puluhan milyaran rupiah itu.

Proyek infrastrukur jalan Luhu – Kambelu yang diduga telah menabrak dan  dibangun diatas lahan yang berstatus konservasi cagar alam yang dilindungi oleh Undang – Undang yang merupakan paru pura dunia,namun tetap dipaksakan oleh Pemkab SBB melalui Dinas PU Kabupaten SBB untuk membangun infrastruktur  jalan walaupun menabrak hutan  konservasi cagar alam yang dilindungi oleh Undang Undang

Anggota DPRD SBB asal dapil Huamual Belakang dan Kepulauan Manipa La Maaruf  Tomia Kepada Media N25NEWS.COM  diruang  sidang paipurna DPRD SBB Senin 27/8/2018.

Maaruf Tomia sangatlah sesalkan pemberhentian proyek infrastruktur jalan lintas luhu-kambelu, yang merupakan akses masyarakat yang berada dihuamual khususnya masyarakat yang  berada dipetuanan negeri luhu sendiri,yang selama ini idam-idamkan yang semestinya akan terus jalan, maka masyarakat lebih luas untuk mengakses hasil pertanian  melalui jalur darat untuk dijualkan ke ibu kota kecamatan huamual yang jaraknya dekat jika ditempuh melalui jalur darat.

“ Karena jalan merupakan akses utama untuk mensejahterakan perekonomian masyarakat yang berada di petuanan Negeri Luhu jika proyek infastruktur  jalan ini terhenti ditengah jalan maka buntut pula jalur akses ekonomi masyarakat setempat melalui jalur darat’’ Ungkap Maaruf

Lanjut Maaruf, dengan jalan merupakan akses dan kebutuhan masyarakat yang terhenti ini merupakan kelalaian karena ketidak profesionalnya  Tommy Wattimena Kepala Dinas PU Kabupaten Seram Bagian Barat,padahal dirinya juga mantan kepala Dinas Lingkungan Hidup pada masa pemerintahan yang lalu,dan sudah menguasai semua status lahan hutan mana yang lahan hutan konservasi cagar alam, mana lahan produk dan lain sebagainya,aneh juga masa seorang mantan kepala dinas lingkungan hidup tidak tahu status lahan yang ada diKabupaten Seram Bagian Barat.

“ Karena Kadis PU SBB Tommy Wattimena adalah mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup sudah barang tentu telah terintegrasi dengan Dinas Kehutanan, namun anehnya Kepala dinas PU tidak mengetahui status hutan yang sudah dilewati dan dijadikan infrastuktur jalan dengan menabrak lahan hutan konservasi cagar alam yang dilindungi oleh negara “ Jelas Maaruf.

Lebih lanjut menurut politisi PKB SBB ini, dengan memaksakan untuk membangun walaupun dengan menabrak lahan hutan konservasi cagar alam ini artinya Kadis PU SBB telah membuat blunder yang mengakibatkan masyarakat menjadi tidak percaya dengan pemerintah padahal secara teknis Dinas PU lebih mengetahui dan sebelum pekerjaan proyek itu dijalankan atau masuk pada perencanaan harus sudah ada pengambilan langkah-langkah secara teknis yang dilakukan Dinas PU Kabupaten SBB sebelum proyek milyaran itu dikerjakan.

“Misalnya upaya-upaya untuk adanya pelepasan kawasan karena ini kepentingan masyarakat yang merupakan akses transportasi untuk kebutuhan masyarakat dan dirinya harus berupaya dan berkonsultasi dengan Dinas Kehutanan supaya adanya pelepasan kawasan atau tukar guling kawasan agar supaya pembangunan proyek infrastruktur jalan itu dijalankan dengan baik tanpa ada masalah.

Apalagi dirinya lebih mengetahui status jalan Luhu-Kambelu yang merupakan status lahan hutan konservasi cagar alam namun dipaksakan untuk ditenderkan, sehingga terhentinya proyek tersebut dan Dinas PU SBB sengaja melakukan ketidakharmonisan antara pemerintah daerah dan masyarakat” Pungkasnya.

Olehnya itu,Bupati SBB Moh Yasin Payapo lebih awal seharusnya melakukan pengecekan soal status lahan yang mau dijadikan infarstruktur jalan,bukan hanya semena – mena saja mengambil sebuah kebijakan yang  hanya terkesan memaksakan tanpa melihat sebab akibat dari pekerjaan tersebut, dengan itu saya pun meminta Bupati SBB untuk segerah mengevaluasi Kepala Dinas Pekerjaan Umum karena sudah membuat blunder dan saya menduga ada kesengajaan Dinas Pekerjanan Umum untuk menghancurkan Pemerintah dan masyarakat Huamul khususnya masyarakat yang berada dipetuanan Negeri Luhu.

 

Oleh, Suneth Loehoe

About admin

Check Also

Soal Pembangunan Rumdis DPRD SBB, Rotasouw Memilih Prioritaskan Kepentingan Rakyat

PIRU,N25NEWS.COM  –  Pembangunan Rumah Dinas (Rumdis) untuk pimpinan maupun anggota  DPRD Kabupaten SBB, meskipun dinilai …