Sidang Perdana Kasus Pembunuhan Pasanea Menetapkan Tersangka Baru Berinisial AN

MASOHI,N25NEWS.com-Kasus pencurian dan kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang, yang terjadi pada tanggal 16 Maret 2019 di kec pasanea baru disidangkan di pengadilan negeri Masohi pada Selasa 17 Maret 2020,

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Tunggal Rivai Rasid Tokoboya, SH dan jaksa penuntut Umum Bpk D. Retop SH .

Berdasarkan pantauan media  ini,Sidang dilaksanakan secara tertutup karena tersangkanya adalah anak dibawah umur, RT (16th).

Sebagaimana yang di sampaikan Hakim Rivai Rasid Tokoboya, SH, pada pemeriksaan keterangan dari tersangka RT ,tersangka RT dengan jelas dan sadar mengatakan bahwa peristiwa pencurian dan kekerasan yang menghilangkan nyawa almarhum Dullah Patilouw tidak dilakukannya sendiri malainkan dilakukan oleh 4 orang dan hanya 2 ( dua) orang yang bertindak sebagai eksekutor yaitu dirinya RT dan Adiman Nurlete, sehingga Hakim memerintahkan jaksa untuk menetapkan tersangka baru AN.dan memerintahkan pihak kepolisian Maluku Tengah untuk mengadakan penyelidikan lanjut untuk mengungkapkan tersangka lain dan motivasi serta aktor dibalik kejadian ini.

Sementara itu Dalam sidang perdana tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjerat tersangka dengan pasal 365 ayat 4 KUHP yaitu pencurian dan kekerasan yang di lakukan 2 orang atau lebih mengakibatkan orang luka-luka atau meninggal dengan  maksimal hukum seumur hidup.

Selain itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Masohi Donall Rettop berharap kasus ini akan berjalan dengan baik dan bisa terbukti sesuai dengan dskwaan.namun demikian itu tergantung hakim yang memutuskan dan pihaknya  hanya membuktikan.

Farida Patilouw salah satu anak korban ketika di wawancarai mengstakan sebenarnya kasus ini dari awal bisa diungkapkan secara profesional dan cepat oleh pihak Polsek Pasanea dan  Polres Maluku Tengah, namun seperti yang kita saksikan kasus berlangsung sampai setahun, tersangka dibuat hanya seorang dan anak dibawah umur.

Baca juga :   Polres Malteng Tetapkan AN Sebagai Tersangka,Publik Harap Dapat Terungkap Aktor Intelektual Di balik Kasus Pasanea

“Oleh karena itu keluarga akan membuat surat kepada Kapolda up Propam Polda Maluku untuk memeriksa oknum oknum yang menangani perkara ini,”tegas Farida.

Selain itu juga keluarga sangat kecewa dengan semua ini, bagaimana masyarakat bisa mendapat keadilan bayangkan seorang Tua, yang taat sholat serta tokoh masyarakat meninggal dengan cara cara tidak manusiawi.

“Tuhan itu adil, ayah saya meninggal dengan cara seperti ini kami tetap berdoa dan berusaha agar Tuhan menunjukan kebenaran pada kami,
Sebenarnya kalo penyidik mau jujur sudah terungkap kasus ini, karena tersangka RT dari awal sudah mengatakan dibawah sumpah bahwa dia RT tidak sendirian melakukan aksi ini, dan ini sejalan dengan kesaksian Almarhum korban bahwa pelakunya 2 orang,namun kenapa polisi mengorbankan kehormatan polisi dengan membuat hasil penyelidikan seperti ini,”ujar Farida lagi.

Namun namanya kejahatan,kata Farida tidak mungkin pelaku bisa berbohong, oleh karena itu kita akan minta pertanggung jawaban pihak kepolisian .khususnya Polsek Pasanea dan Kanit perlindungan anak.

Lanjutnya lagi bahwa masyarakat  juga sangat mengharapkan pihak polisi sebagai pelindung, tapi jika polisi melindungi kejahatan maka kacau negara ini.

Selain itu Roh Gaya salah satu anak korban mengatakan, nanti kita lihat kedepan apakah bisa Polres mengungkap semua tersangka dan aktor di balik peristiwa ini.

Mama Nuh istri korban juga berharap    dukungan dari media dan masyarakat serta pejabat instansi terkait dapat mengawasi proses penegakan kebenaran dan keadilan dalam kasus suaminya.

Editing : Redaksi

 

 

 

 

 

Check Also

Cipayung Maluku Tengah Merekomendasikan 3 Poin Penting Untuk Ketua KNPI Terpilih Safi Boeng

MASOHI,N25NEWS.com – Dalam penyelenggaraan Musyawarah daerah,Komite Nasional Pemuda Indonesia Kabupaten Maluku Tengah yang  ke XIV …