Home / Hukum dan Kriminal / SLB Negeri Batumerah Terancam Dieksekusi, Thio Pura-Pura Tidak Tahu
Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Batu Merah yang berlokasi di Tanah Rata

SLB Negeri Batumerah Terancam Dieksekusi, Thio Pura-Pura Tidak Tahu

AMBON,N25NEWS.COM – Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Batu Merah yang berlokasi di Tanah Rata terancam dieksekusi oleh pihak pemilik lahah yang sah. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs M Saleh Thio terkesan pura-pura tidak mengetahui, kalau keberadaam SLB berada diunjuk tanduk eksekusi.

Awalnya Thio yang ingin ditemui awak media sering beralasan sibuk dan tidak punya waktu untuk ditemui, dengan berbagai alasan yang tidak mendasar.

Namun upaya untuk mendapat informasi keberadaan status lahan SLB  baru  bisa diperoleh setelah awak media menungu berjam-berjam, saat Thio hendak memasuki mobil dinas untuk menemui Gubernur Maluku, dengan manjawab hanya tiga kata, kalau dirinya belum tahu SLB terancam dieksekusi.

“Saya belum tahu, kalau SLB akan dieksekusi,”jawab Thio saat dikonfirmasi wartwan belum lama ini.

Sementara terkait dengan rencana eksekusi bangunan SLB yang dibangun diatas lahan milik orang lain, kata salah satu pihak keluarga pemilik lahan Khoe Tjang Joe, melalui pesan Whatsapa, Jumat (21/9) kemarin menuturkan, secara hukum kepemilikan lahan sesuai sertifikat dalam putusan Pengadilan Negeri (PN Ambon tahun 2017, lahan seluas kurang lebih satu hektar adalah milik keluarga Khoe Tjang Joe.

Namun pihak SLB membantah putusan PN Ambon dengan melakukan banding ke tingkat Mahkama Agung (MA) dan hasilnya tinggal menunggu keputusan MA.

“Jadi kalau pihak SLB, tidak itiked baik, otomais SLB tersebut akan dieksekusi,” singkat pihak keluarga, Khoe Tjang Joe.

Dimana dalam pemberitaan sebelumnya, telah diberitakan Kalau bangunan SLB dibangun diatas lahan milik orng lain, Pasalnya, SLB Negeri Batu Merah yang berada di kawasn Tanah Rata yang dibangun Disdikbud Maluku beberapa tahun silam, ternyata ada masalah.

Masalahnya adalah, ternyata pembangunan SLB yang dibangun oleh Disdikbud Maluku itu, didirikan diatas lahan orang lain alias serobot lahan warga.

Bukan hanya soal SLB, namun luas tanah yang diperkirakan seluas kurang lebih satu  hektar lebih itu, ternyata sudah terdapat beberapa rumah penduduk atau rumah warga yang juga membangun tanpa izin pemilik lahan atau pemilik tanah, sesuai sertifikat yang diterbitkan oleh Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kota Ambon.

Dimana, dalam amar putusan PN Ambon Nomor 45/Pdt.G/2917/PN Ambon dengan majelis Hakim  antara lain, Leo Sukarno, S.H,H Syamsudin La Hasan SH, MH dan Amaye M Yambeyapdi SH, dimana telah dimenangkan oleh pihak keluarga Khoe Tjang Joe, terhadap gugatan Kepala SLB Negeri Batu Merah.

Bahkan untuk putusan ini, kembali dilanjutkan ke Mahkama Agung (MA) untuk dilakukan kasasi atas putusan PN Ambon.

Kepada wartawan, di Ambon, Jumat (14/9) pekan lalu, salah satu pihak keluarga, Khoe Tjang Joe, menuturkan meskipun belum ada putusan inkrah dari MA, tetapi selaku pemilik lahan berdasarkan sertifikat yang dikeluarkan BPN Ambon, secara hukum perdata lahan tersebut milik keluarganya.

Menurutnya selaku pemilik lahan tidak ingin untuk mempermasalahkan keberadaan SLB negeri Batu Merah ini, maupun bangunan rumah warga, jika Disdikbud Maluku maupun warga, beretikat baik untuk menyelesaikan secara kekeluargaan,dengan kata lain, jika yang ada yang berkeinginan untuk ingin membayar hal itu bisa diatur dengan baik.

“Pernah saya turun di lokasi SLB itu. Dan saya pernah berbicara baik baik dengan warga sekitar guna mencari solusi bagaimana menyelesaikan secara kekeluargaan, ada diantara mereka yang paham dan sudah dikasih DP atas lahan yang sudah dibangun rumah, namun ada sebagian yang masih ngotot, tinggal kita hanya menunggu hasil dari MA,” akuinya.

Oleh :Gali Markalin

 

About admin

Check Also

Dua Kelompok Pemuda Desa Poka Bentrok,Tiga Orang Luka-Luka

AMBON,N25NEWS.COM-Bentrok antar dua kelompok pemuda yang terjadi di Desa Poka Kecamatan Teluk Ambon,pecahnya bentrok ini …