Home / Kota Ambon / SMA N 12 Ambon Konsisten Kembalikan Uang Orang Tua Murid
Suasana Pengembalian Uang Orang Tua Murid Di SMAN 12 Ambon yang di hadiri oleh Ombudsman RI Perwakilan Maluku. Dan dibuka oleh Kepsek SMA Negeri 12 Ambon, Fredy Pentury

SMA N 12 Ambon Konsisten Kembalikan Uang Orang Tua Murid

AMBON,N25NEWS.COM – Hari ini kepada sejumlah orang murid , SMA Negeri 12 Ambon resmi mengembalikan sejumlah dana pungutan yang dibebankan kepada orang tua murid dengan jumlah Rp 50.000/bulannya terhitung November hingga Februari 2018.

Dibarengi dengan bekapan Ombudsman RI Perwakilan Maluku, suasana pengembalian uang tersebut berjalan kondusif.

Oleh kepala sekolah, Fredy Pentury saat ini, Jumat (16/03) dikatakan, jelang ujian sekolah berbasis sekolah (USBN) dan ujian nasional, biaya dibebankan kepada orangtua siswa sebesar Rp. 150 ribu, dengan rincian, 50 ribu rupiah per siswa selama 3 bulan yang di mulai dari bulan November 2017 hingga Februari 2018. Dengan total siswa kelas XII sebanyak 222 siswa.

“Hal ini dilakukan karena pencairan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk triwulan pertama belum dikucurkan oleh pemerintah pusat sehingga kesepakatan bersama dengan komite sekolah dan para orangtua siswa terjadi,” pungkasnya.

Akan tetapi, mekanisme yang dilakukan ternyata bertentangan dengan Permendikbud Nomor 75 Tahun 2017 tentang pungutan yang dilakukan di sekolah.

Untuk itu, pihaknya berinisiatif untuk mengembalikan sejumlah uang tersebut dengan disaksikan oleh Ombudsman RI Perwakilan Maluku agar tidak berbuntut nama baik sekolah tercemar.

Walaupun awalnya berjalan Kondusif, namun demikian banyak sanggahan yang diberikan oleh orangtua siswa terhadap tindakan yang diambil oleh kepala sekolah beserta komite sekolah. Baik pro maupun kontra. Hal itu kemudian diartikan ada yang tidak mau dikembalikan uang tersebut dan ada yang menerima dengan diteruskan sebagai sumbangan untuk pihak sekolah.

Pentury selaku kepala sekolah tetap kokoh dengan pendiriannya dengan mengembalikkan semua uang yang telah terkumpul agar nama baik sekolah dan lembaga yang dipimpinnya terjaga dengan baik.

Memang, selang beberapa waktu, saat proses berlangsung, beberapa guru meneriaki histeris bahwa kehadiran Ombudsman membuat citra dan nama baik sekolah rusak serta menuntut pihak ombudsman untuk memperbaiki citra sekolahnya.

Baca juga :   DPRD Minta PLN Tidak Padam Selama Bulan Suci Ramadhan

Sempat ricuh, akan tetapi semua prosedur telah diselesaikan oleh pihak sekolah dan komite sekolah guna menjaga nama baik sekolah.

“Tak apa kita kembalikan, toh uang yang diberikan bukan kemauan dari pihak sekolah tapi merupakan persetujuan dari seluruh elemen yang ada disekolah termasuk orangtua siswa,” tutupnya. (Redaksi)

About admin

Check Also

400 Paket Sembako gratis Siap Dibagi Ke Para Janda Oleh : Amy Latuny

AMBON,N25NEWS.COM – Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Ambon, Nur Hayati Yasin menyatakan pihaknya telah Menyiapkan …