Home / Pendidikan / SMKN 6 Ambon Selenggarakan PKL Dalam Dua Tahap
SISWA-SISWA SMKN 6 YANG PKL TAHAP I

SMKN 6 Ambon Selenggarakan PKL Dalam Dua Tahap

AMBON,N25NEWS.COM – SMK Negeri 6 Ambon menyelenggarakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dalam dua tahap,yaitu khusus bagi kompetensi keahlian,sistim keperawatan dan teknik laboratorium medik atau analisis kesehatan,tahap kedua akan dilakukan PKL  direncanakan pada bulan februari dan maret 2019.

Hal tersebut disampaikan Kepala Sekolah SMK Negeri 6 Ambon Edo Luturmas, saat memberikan keterangannya kepada N25NEWS.COM di ruang kerjanya,belum lama ini.

Lebih lanjut Luturmas mengatakan bahwa,”jadi anak-anak tuntutan mengikuti praktek minimal 6 bulan dengan sisitim blok penuh dan sistim semi blok,kita di SMK Negeri 6 Ambon menganut sistim blok penuh,jadi ada waktu tertentu di dunia usaha atau dunia industri dan ada waktu belajar di sekolah.

“Untuk PKL itu sendiri saat ini kita sudah melepas dua kempetensi keahlian di 2 puskesmas lingkup Kota Ambon dan 2 puskesmas di Maluku Tengah yaitu puskesmas desa Suli dan puskesmas desa Waai,”kata Luturmas.

Khusus bidang analisis kesehatan atau olah laboratorium medis kata Kepsek SMKN 6  ini,di laksanakan di laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Maluku.

Lanjut Lutrmas,Peserta didik yang terlibat dalam PKL ini,di haarapkan dapat mengembangkan kompetensi keahlian yang selama ini mereka pelajari dan praktek dan ketika mereka berada di instansi-instansi mitra itu meraka bisa mengembangkan apa yang dipelajari dan bisa menemukan hal-hal baru yang belum pernah meraka dapat.

“Untuk itu,Salah satu keunggulan dari SMK adalah belajar di dua tempat yaitu di sekolah maupun di dunia industri dan bisa mengalami keunggulan apabila terjain hubungan kerja sama antara sekolah dan dunia usaha industri,sehingga beberapa hari kemarin kita telah melaksanakan singkronisasi kompetensi keahlian,bagaimana kolerasi hubungan dunia usaha dan dunia industri,”jelas Luturmas.

Tujuan sinkronisasi ini supaya ada kesepakatan,kesesuaian antara kompetensi yang dipelajari di sekolah serta kebutuhan yang dikembangkan di dunia usaha dan dunia industri.Dengan demikian sekolah harus menjawab kebutuhan-kebutuhan dan dinamika perubahan-perubahan yang terjadi di dunia usaha.

“Pelajaran yang di kembangkan di sekolah harus menjawab kebutuhan dunia usaha,dunia industri dan berhasil tidaknya SMK itu sangat tergantung dari berapa besarnya apresiasi dan peran industri untuk membuka akses yang seluasnya bagi output SMK,”tandas Luturmas sambil mengakhiri wawancaranya.

Oleh : Aris Wuarbanaran

About admin

Check Also

Kamis (20/09) Unidar Ambon Wisudakan 414 Sarjana dan Ahli Madya

AMBON,N25NEWS.COM – Sudah dipastikan lusa, Kamis(20/9) Universitas Darussalam (Unidar) Ambon akan mewisudakan  sebanyak 414 lulusan …