Home / Hukum dan Kriminal / Soal DD, Pejabat Kades Hitumessing Mangkir Dari Panggilan Polisi

Soal DD, Pejabat Kades Hitumessing Mangkir Dari Panggilan Polisi

AMBON,N25NEWS.COM – Pejabat Kepala Desa Hitumessing, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku, Edwin Slamat tidak datang memenuhi panggilan (mangkir) dari pihak penyelidik Tipikor Sat Reskrim Polres P.Ambon dan P.P Lease. Padahal pemanggilan itu sudah dilayangkan beberapa kali.

Edwin Slamat kini di panggil terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi dugaan penyelewengan dana desa ( DD) tahun 2015 hingga 2017 lalu.

Terkait pemanggilan tersebut, kepada N25News.com, Kamis (30/05/18) Kanit IV Tipikor Sat Reskrim Polres P.Ambon dan P.P Lease, M.Akipai Lessy menyatakan untuk kasus dugaan tindak pidana korupsi, penyelewengan dana desa Negeri Hitumessing oleh E.S sementara sedang diproses penyelidikannya oleh tim penyelidik.

“Seperti yang diketahui, sebanyak delapan saksi kita telah periksa dan tiga diantaranya, yakni petuanah Negeri Hitumessing berdasarkan keterangannya bahwa apa yang mereka kerjakan itu sudah sesuai dengan apa yang diberikan oleh Negeri Hitumessing,” ucapnya di kota Ambon.

Lebih lanjut Lessy menegaskan pihak penyelidik telah memiliki bukti awal selain keterangan beberapa saksi pihaknya juga telah menemukan sejumlah data APBD serta Laporan Pertanggung Jawaban yang saat ini telah diamankan Sat Reskrim Polres P.Ambon dan P.P Lease.

“Berdasarkan hasil penyelidikan, Penyelidik juga telah menemukan adanya penyalahgunaan wewenang dalam hal ini dugaan pemakaian sejumlah  dana desa Hitumessing yang kerugiannya ditaksir  mencapai Rp 500 juta hingga Rp 800juta dalam tenggang waktu tiga tahun tersebut,” tandasnya.

Terkait kasus tersebut, Sat Reskrim Polres P.Ambon dan P.P Lease telah melayangkan undangan kepada Pejabat Negeri Hitumessing, namun sampai saat ini yang bersangkutan tak mengindahkan undangan dimaksud.

Walaupun demikian, dalam waktu dekat ini penyelidik akan mengusut kasus tersebut hingga ke tingkat penyidikan.

“Bilamana sampai ketingkat penyidikan, penyidik akan melayangkan panggilan kembali. Jika kedua kali E.S tidak memenuhi panggilan tanpa disertai dengan alasan yang patut menurut hukum maka penyidik tak segan-segan dengan wewenangnya akan melakukan panggilan paksa dengan menjemputnya,” tegas Lessy.

Bersama dengan pemanggilan kembali, pihak penyidik juga akan melayangkan undangan untuk permintaan klarifikasi dari pejabat negeri Hitumessing tersebut.

 

About admin

Check Also

BNN Maluku Musnahkan 7,15 kg Ganja Kering

AMBON,N25NEWS.COM – Badan Narkotika Nasional Provinsi Maluku memusnahkan barang bukti narkoba jenis  ganja kering seberat …