Home / Ekonomi / Soal Main Harga, Pedagang Pasar Tradisional Ambon Patut Contohi MCM
Asisten Ahli Kementerian Perdagangan RI, Suhanto Digandeng Kadis Perindag Maluku, Elvis Pattiselano dan Kadis Perindag Kota Ambon, Pieter Leuwol Tinjau Pasar tradisional Mardika dan Pasar Modern Maluku City Mall, (10/04)

Soal Main Harga, Pedagang Pasar Tradisional Ambon Patut Contohi MCM

AMBON,N25NEWS.COM – Penyisiran harga bahan pokok pangan yang dilakukan Kementerian Perdagangan RI di kota Ambon kini menuai hasilnya.

Pasalnya, beberapa temuan menunjuk pada bedanya para pedagang yang bermain harga di pasaran. Baik pasar tradisional maupun modern.

Berbeda dengan harga bahan pangan standar yang dipasok Melalui distributor dalam hal ini Bulog Maluku pada pasar tradisional, rupanya harga yang ditawarkan pasar modern jauh lebih efisien sehingga dirasa perlu dicontohi oleh pedagang pasar tradisional.

Hal ini diakui oleh Asisten Ahli Kementerian Perdagangan RI, Suhanto di sela tinjauan terakhirnya yang digelar hari ini, Selasa (10/04) bertempat pada pusat perbelanjaan Maluku City Mall, Tantui, Kota Ambon.

Berdasarkan pemantauan langsung selang dua hari berjalan , di mulai dari menyisir pasar tradisional baik pasar arumbai maupun pasar batu merah, hingga pusat perbelanjaan di kota Ambon yakni MCM, pihaknya kemudian menemukan ada perbedaan permainan harga pada bahan pokok pangan di kota Ambon.

Diantaranya, terjadi perbedaan di dua tempat pada harga pasokan bahan pokok seperti minyak goreng yang mana pada pasar Mardika harga minyak goreng mencapai Rp 13.000 sedangkan pada MCM harganya berkisar Rp 11.600 .

Disamping minyak goreng, permainan harga terjadi pula pada pasokan bahan pangan lain yakni Beras Premium. Pasalnya, Beras premium yang dipasok dari Bulog Maluku pada pasar tradisional harganya mencapai Rp 13.000 sedangkan pada pusat belanja MCM harga per kg hanya Rp 11.500.

“Nah, melalui perbedaan inilah, saya kira masyarakat juga harus sesekali mencari kebutuhan nya di pasar modern. Oleh karena, terbukti harga yang dimainkan pada pasar modern terbilang di bawah Het yang telah ditetapkan oleh Kemendag,” pungkas Suhanto.

Baca juga :   Diskop dan UKM Maluku Berdayakan Program RPK Di Ambon

Menutupnya, dirinya berharap para pedagang pada pasar tradisional bisa menyesuaikan harga dengan pasar modern agar masyarakat juga tidak resah soal harga yang melonjak apalagi kita ada dalam suasana memasuki bulan suci Ramadhan.

“Kami harap, dengan penyesuaian harga ini, masyarakat juga di untungkan oleh sebab menghemat kantong masyarakat,” tutupnya.

Turut hadir dalam tinjauan harga pasar hari ini, Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi Maluku, Elvis Pattiselano dan Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kota Ambon, Pieter Leuwol.
(Amy Latuny)

 

 

 

About admin

Check Also

KSOP Tegaskan PELNI Tidak Jualan Tiket di Pelabuhan Oleh : Gali Markalin

AMBON,N25NEWS.COM – Menjelang arus mudik lebaran Kantor Kesyabandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Klas I A …