Breaking News

Soal Narkoba, Pelni Bantah Statement Humas Polda

AMBON,N25NEWS.COM – Penangkapan dua karyawan outsorsing berinisial AA (33) dan AWT (28) dalam kasus narkoba jenis.sabu, PT Pelni Cabang Ambon membantah stekmen Kabid Humas Polda Maluku Kombespol Muhammad Roem Ohoirat disalah satu media oneline yang menyatakan keduanya merupakan karyawan pada Pelni Cabang Ambon.

“Karyawan kami semunya lengkap koq, termasuk karyawan kontrak, bahkan tidak ada yang inisial AA dan AWT, waduh ini harus perlu diklarifikasi dulu, lagian ini sudah membawa-bawa nama perusahan, tidak benar penjelasan itu,”bantah Plt GM Pelni Cabang Ambon Djasman pada wartawan di Ambon, Selasa(29/1/2019) sekaligus membantah pernyataan Kabid Humas Polda Maluku.

Secara tegas Djasman juga mengatakan, klau tidak ada karyawan Pelni Ambon yang berinisal AA dan AWT, apalagi sebagai karyawan honorer seperti yang diberitakan dengan alasan tidak yang namanya pegawai honorer di Pelni Ambon tetapi hanya outsorsing dan organik, sehingga disayangnya apa yang telah disampaikan Kabid Humas Polda tidak secara langsung telah mencederai nama perusahan Pelni.

Setelah dicek kembali ternyata kedua karyawan outsorsing AA dan AWT yang ditangkap Subdit 2 Direktorat Reserse Narkoba Polda Maluku, pada Senin(28/1) sekitat pukul 16.30 WIT di depan pertokoan Amplas, bukan merupakan karyawan Pelni tetapi pada PT Pelindo IV Ambon yang kini sudah menjalani penahanan di rutan Polda Maluku.
Bahkan setelah dikroscek langsung di PT Pelindo IV Ambon sesuai inisial masing-masing dari beberapa pengakuan sejumpah karyawan, mengakui keduanya merupakan karyawan outsorsing di Pelindo IV Ambon, bahkan sebagiannya mengatakan tidak kaget denga AWT menyangkut dengan soal narkoba jenis sabu.
Pengakuan yang sama juga disampaikan Plt GM Pelindo Benny Hahury, bahwa keduanya merupakan karyawan Pelindo IV yang sering mendapat teguran menyangkut dengan kehadiran di kantor.

Menurutnya, bahwa awalnya dirinya tidak mengetahui adanya penangkapan dua bawahannya yang terlibat dalam kasus narkoba.
Namun hal itu baru diketahui setelah ada konfimasi media, soal penangkapan dua karyawan outsorsing yang sedang menjalani penahanan di rutan Polda Maluku.

“Ni kemarin-kemarin saya baru panggil AWT menghadap saya, lantaran malas kerja dengan alasan sakit, termasuk juga AA, tapi soal penangkapan saya baru tahu dari kalian,”ungkap Hahury.

Ditegaskan, jika memang kalau keduanya terbukti bersalah dalam kasus tersebut, harus ada hukum yang seberat-beratnya dan itu saya sangat mendukung kerja Polisi dalam menumpas narkoba.
Bahkan secara internal perusahan juga akan mengambil langkah tegas kepada keduanya dengan tindakan pemecatan, jika keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam BAP sesuai KUHP.
Sebelumnya dalam keterangan Kabid Humas Polda Maluku yang dikutip dalam pemberitaan media menyebutkan, keduanya AWT, warga Kudamati, Kecamatan , serta AA warga Pandan Kasturi, Kecamatan Sirimau, keduanya ditangkap Subdit 2 Direktorat Reserse Narkoba Polda Maluku, beserta barang bukti 1 paket sabu dan kini telah diamankan di Markas Ditresnarkoba di Mangga Dua untuk pengembangan selanjutnya.

“Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka. Masih dikembangkan untuk mengetahui asal usul sabu-sabu ini,” ujar Ohoirat meniru penyampaian media.

Penulis : Gali M

Editor   : Redaksi

About admin

Check Also

Kejati Maluku Diminta Usut Dugaan Korupsi ADD Dan DD Desa Taniwel

AMBON,N25NEWS.COM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku diminta untuk mengusut penggunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi …