Sosialisasi Perhutanan Sosial, Payapo Sebut Hutan SBB Miliki Potensi Sumber Kehidupan

SBB,N25NEWS.COM -Bupati SBB, Drs Yasin Payapo M Pd menyatakan,  perlunya langkah-langkah strategis dalam pengelolaan hutan, karena hutan adalah sumber kehidupan Manusia  sehingga ada nilai kearifan  lokal yang sepatutnya  terus dijaga  bagi kelestarian lingkungan, peryataan tersebut disampaikan Bupati  saat memberikan sambutan pada sosialisasi Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkuangan Hidup dan Kehutanan  Di Bumi Saka Mese Nusa Seram Bagian Barat Tahun 2018,  yang digelar diruang rapat utama kantor Bupati SBB, Desa Morekau,Kecamatan Seram Barat pada Rabu, (5/12/2018).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh, Dirjen Perhutanan Sosial dan  lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr Ir Bambang Supriyanto M Sc yang   didampingi oleh stafnya, Bupati SBB, Drs Yasin Payapo M. Pd, Wakil Bupati SBB, Timotius Akerina, SE MM, Kepala Dinas Lingkungan Hidup SBB, Alfin Tuasuun SP M.Si  serta sejumlah Pimpinan OPD dilingkup Kabupaten SBB , dan para Camat yakni  Camat Elpaputih, Julis Nahuway SSTP, Camat Taniwel dan Camat Kairatu Timur serta kurang lebih 150an  orang yang terdiri dari  Tokoh masyarakat  dan kelompok-kelompok pengelola hutan  dari  enam Negeri di Kabupaten SBB yakni,  Buria, Kasie, Suhue, Lumalatal, Ariate dan Seriholo.

Menurut Payapo, Hutan di Kabupaten SBB memiliki potensi bagi sumber kehidupan masyarakat setempat,  “disini ada sayur yang enak,  yang bisa didapatkan dari kayu namanya Jamur, macam-macam Jamur yang enak ada disini, dan Saya rasa  ini adalah  jamur yang terenak  di Indonesia ada di SBB,”ungkap Payapo.

Kepedulian Masyarakat dalam menjaga hutan sangat diapresiasi  oleh Payapo, dimana pada Kecamatan Taniwel,  masyarakat sangat peduli dalam menjaga eksistensi dan kelestarian hutan,  hanya saja Mereka Perlu diberi motivasi karena ada sifat sedikit malas.

Sejak dirinya bersama WakilBupati, Timotius Akerina memimpin Kabupaten Sake Mese Nusa ini,  dengan sedikit suntikan motivasi, maka  sudah ada perubahan, dimana Masyarakat sudah mulai memperhatikan perbaikan ekonomi, hutan dan kebun-kebun  sudah mulai dibersihkan, penanaman  benih pertanian mulai digiatkan, sementara di Laut potensi ikan dari Perairan SBB juga sangat melimpah, sehingga lewat potensi-potensi tersebut sektor kehidupan  ekonomi masyarakat dapat digerakkan.

Payapo juga mengingatkan,  dalam pengelolaan hutan jangan sampai masuk kehutan lindung ataupun  Hutan suaka alam, untuk itu Ia meminta Kepala Balai untuk memberikan data Status Hutan Di SBB, sehingga sosialisasi pengelolaan hutan dapat dilakukan hingga tingkat Desa dan para Camat juga diminta untuk berperan di kecamatannya masing-masing.

“Potensi Hutan di Kabupaten SBB sangat besar hanya saja terkadang hasil-hasil tersebut dibiarkan tertumpuk membusuk karena tidak ada akses transportasi, untuk itu Pemda SBB mengusahakan adanya jalan masuk ke lokasi-lokasi tersebut.”ungkap Payapo.

Bupati berterima kasih atas kunjungan Dirjen Perhutanan Sosial dan lingkungan Hidup dan  Kehutanan, yang telah berkunjung ke Saka Mese Nusa,  dimana  telah memberikan bantuan bagi kelompok tani pengelola hutan,  bantuan ini diharapkan digunakan seoptimal mungkin agar berdampak baik bagi peningkatan kesejahteraan Masyarakat.

Dari informasi yang dihimpun, saat ini  ada 16 kelompok Tani Di SBB,  yang mendapatkan  Surat Keputusan (SK) pengelolaan hutan dari Kementrian Kehutanan Dan Lingkungan Hidup.

Sementara bantuan  yang diberikan  Oleh Dirjen pada kegiatan Sosialisasi itu adalah,  mesin parut kelapa, alat pengolahan Sagu, dan alat pembuatan kripik.

Penulis   :  Nicko Kastanja

About admin

Check Also

Relawan Aliansi Pencinta Alam Malteng Tiba Di SBB

AMBON,N25NEWS.com-Bencana gempa bumi berkekuatan 6,8 skala richter yang melanda wilayah Maluku khususnya Kabupaten Seram Bagian …

×

N25NEWS.com