Breaking News
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, DR.Abdul Fikri Faqih

Standar Pendidikan Maluku Untuk Pulau-Pulau Belum Adil

AMBON,N25NEWS.COM-Pemda Maluku banyak memberikan masukan tentang pendidikan,baik pendidikan menengah/ kejuaruan maupun pendidikan tinggi,memang porsinya yang sesuasi dengan otoritas dan UU 23 Tahun 2014 kan SMA/SMK memang otoritasnya sekarang di Provinsi,sehingga banyak masukan tentang pendidikan vokasi.

Hal tersebut dikatakanWakil Ketua Komisi X DPR RI, DR.Abdul Fikri Faqih Kepada awak media di Kantor Gubernur Maluku,jumat (15/02/2019).

Lebih lanjut Abdul Fikri mengatakan,”Sedangkan nmengenai pendidikan tinggi ini mereka merasa bahwa masih tidak adil,misalnya penilaian itu masih pakai standar yang sama yang tidak bisa sartu pulau dengan pulau yang lain pakai standar yang sama dengan sarana prasarana yang berbeda serta fasilitas yang berbeda masa akriditasnya sama ini mereka protes jadi sebaiknya tidak sama,”kata Abdul Fikri.

Diprotesnya kebijakan dari pemerintah pusat mengenai standar ini,sebab akan berpengaru dan sangat berdamnpak pada bantuan,misalkan bantuan dibatasi pada perguruan tinggi yang tidak unggulan atau akkrediyasinya A maka sudah barang tentu bantuannya tidak banyak.Maka daerah memberikan masukan agar sebaiknya standar pendidikannya tidak sama.

Sedangkan untuk sarana-prasarana ini tidak hanya untuk pendidikan tinggi saja tetapi,pendidikan dasar menengah khususnya SMA/SMK ini juga masih mendapatkan keluhan.Seperti SMA N 3 Ambon yang merupakan SMA unggulan,tetapi belum sesuai standar di dunia industri pendidikan,maka ini akan berdampak pada siswa dan siswi,ketika ada dalam dunia industry maka mereka akan bingung.

Baca juga :   99 Siswa Lulusan SMAN Siwalima Ambon Di Wisuda

“SMA N 3 Ambon ini kan SMA unggulan yang prospek maju kedepannya sungguh luar  biasa,ini dibidang pendidikan dasar menengah,sementara itu tentang SDM (SUMBER daya Manusia),guru itu juga masih banyak di keluhkan dari segi jumlah kualitas,dari segi jumlah sedikit sekali yang direkrut untuk PNS,”jelas Abdul Fikri,yang juga Ketua Tim Kenjungan Kerja (Kunker) Komisi X.

Sementara untuk mengantisipasi blok Masela maka untuk itu sangat masuk akal jika SDM yang ada jangan terlalu mengandalkan luluan bahasa inggis dari luar negeri,”saya piker ini njuga masuk akal kan mereka bukan mahu jadi doctor jurusan bahasa inggris tapi DR Matematika yang  penting kan matetamikanya berkelas atau atau dr kimia untuk blok maserl,”tandas Abdul Fikri.

Penulis       : Aris Wuarbanaran

Editor        : Redaksi

 

 

About admin

Check Also

Pupuk Iman Siswa, MIN 1 Ambon Gelar Pesantren Ramadhan

AMBON,N25NEWS.COM -Dalam rangka memupuk iman dan taqwa siswa/siswi, MIN 1 Ambon melaksanakan Pesantren Ramadahan. Kegiatan …