Steering Committee Dalang Kisruh Musda IX  Partai Golkar Kota Ambon

AMBON,N25NEWS.com – Kisruh yang terjadi di Musda IX Partai Golkar Kota Ambon yang di gelar  pekan lalu,di dalangi oleh Steering Committee.

Hal ini di tegaskan Ketua Partai Golkar Kecamatan Leitisel Sanny Hehareuw pada media ini lantaran beredar pemberitaan yang miring terkait Musda yang berakhir chaos tersebut.

Menurutnya kenapa Steering Committee dalang dari kisruh Musda IX kemarin itu?karena hasil kerja Steering Committee pada Musda tersebut ,telah menabrak Juklak 02, mereka (Steering Committee) dengan sengaja menghilangkan kalimat dan menambahkan kalimat baru pada Juklak 02.

“Yaitu pada Juklak 02 Pasal 49  dan pada Tata Tertib Pasal 40 ada perbedaan dimana pada Juklak 02 Pasal 49 ayat 1,Poin C.I  menjelaskan  bahwa Bakal Calon Ketua DPD,pernah menjadi pengurus partai Golkar tingkat Kab/Kota atau sekurang-kurangnya pernah menjadi pengurus partai Golkar tingkat Kecamatan atau  pernah menjadi pengurus kab/kota organisasi pendiri dan yang di dirikan selama 1 (satu)  periode penuh,nah pada poin ini sengaja di hilangkan oleh Steering Committee. Hal ini dapat di lihat  dalam Dokumen Tata Tertib  Pasal 40 poin a,”jelasnya.

Selain itu diapun menjelaskan  bahwa  oleh Steering Committee di dalam tata tertib Musda di jelaskan pada pasal 40 poin a  yang berbunyi  “telah aktif sebagai pengurus partai Golkar Kota Ambon atau organisasi sayap,pendiri atau di dirikan. Artinya Steering Committee  dengan sengaja telah menghilangkan unsur pengurus Partai Golkar kecamatan sebagai bakal calon Ketua DPD.

Hal ini kata Sanny Hehareuw,di perparah lagi,Steering Committee telah menambahkan dalam Tata Tertib Musda pasal 40 ayat b. yang menyatakan “Tidak pernah dijatuhi hukuman pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai  kekuatan  Hukum  Tetap, Karena melakukan tindakan  pidana yang diancam Pidana Penjara 5 (Lima) tahun atau lebih.Padahal kata Sanny,poin ini tidak pernah ada dalam juklak 02 pasal 49 poin a tentang tahapan penjaringan.

“Selain itu ketidak netralnya SC bisa di lihat juga pada  juklak 02 pasal 49 poin a  tentang tahapan penjaringan.Mereka  telah menambahkan poin pada tata tertib pasal 40 poin C yaitu  bakal calon ketua di dukung sekurang-kurangnya 30 persen dari pemegang hak suara,padahal pada kenyataanya kalau merujuk pada  juklak 02 pasal 40  poin 1.a,yaitu tentang pentahapan penjaringan, tidak ada satupun syarat 30 persen itu. Persyaratan 30 persen itu ada  di dalam tahapan pemilihan,bukan pada tahapan penjaringan hal ini sesuai juklak 02 pasal 49 poin C (Tahapan Pemilihan),”beber Ketua Partai Golkar Kecamatan Leitisel Sanny Hehareuw.

Selain itu di sebut juga bahwa Sesuai juklak 02 pasal 49 poin 1.a yaitu  tentang tahapan penjaringan butir C.II yang berbunyi ” Berpendidikan minimal S1 (STRATA SATU )atau yang setara/sederajat. Lagi-lagi Steering Committee menunjukan ketidak netralnya yaitu pada  penutupan penjaringan  tanggal 29 Agustus 2020, Steering Committee menyatakan bahwa hanya satu bakal calon yang di nyatakan sah pada tahapan penjaringan yaitu Marcus  Siahay. Padahal yang bersangkautan baru melakukan ujian sarjana pada STIA TRINITAS Ambon pada tanggal 02 September 2020. Itu artinya Steering Committee  telah menabrak juklak 02 dengan menetapkan Marcus Siahay sebelum dirinya  ujian sarjana.

Baca juga :   Tolak Putusan Musda Sekretaris DPD : Hasil Musda Golkar Malteng Sesuai Juklak 02

“Selain yang sudah saya  jelaskan di atas perlu saya tegaskan juga  bahwa  pada juklak 02 poin a  tentang tahapan penjaringan butir C.VIII yang menyatakan tidak pernah terlibat  G-30 S/PKI”.nah pada persyaratan ini, hingga  penutupan penjaringan pada tanggal 29 Agustus 2020,bakal calon Ketua DPD  Marcus Siahay belum memasukan surat bebas atau bersih dari G30 S/PKI tapi  hanya memasukan surat SKCK yang tidak termuat dalam juklak 02. Itu artinya artinya Steering Committee lagi-lagi menunjukan ketidak netralnya dengan   menetapkan satu bakal calon pada tanggal 29 Agustus 2020 dalam tahapan penjaringan tampa bukti surat tidak pernah terlibat  G30 S/PKI dan perlu saya tegaskan lagi,tidak  ada satu butirpun dalam tahapan penjaringan memakai surat SKCK,”jelas  Hehareuw.

Terkait dukungan Dewan Pertimbangan Partai Golkar Kota Ambon, Heharew menjelaskan bahwa telah terjadi dua dukungan, yang satu mendukung Elly Toisutta yang di buktikan dengan tanda tangan Haji Latif Hatala sebagai Sekretaris Dewan Pertimbangan Partai Golkar Kota Ambon dan yang satu lagi mendukung Marcus Siahay yang di buktikan dengan tanda tangan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Kota Ambon yaitu Eta Siahay (istri Marcus Siahay).

“Kita jadi prihatin dengan ibu Eta Siahay, kenapa demikian? karena telah terjadi rangkap jabatan pada periodesasi  yang sama yaitu  sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Kota Ambon dan juga menjadi fungsionaris DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku,yang kita ketahui bersama pada pencalonan Pileg 2019, Eta  Siahay mencalonkan diri dari delegasi DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku bukan dari delegasi Dewan Pertimbangan Partai Golkar Kota Ambon dan kalau kita berunjuk pada terjadinya dua dukungan pada dewan pertimbangan maka sesuai  juklak 02 dan pimpinan sidang, di anggap suara abstain ( gugur),”ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Partai Golkar Kecamatan Teluk Ambon Ary Persulessy menegaskan bahwa menurut hematnya pemimpin sidang pada Musda IX pekan lalu telah menjalankan tugas dengan baik dan Netral sebab terjadinya kisruh yang berujung keputusan skorsing sidang,hal ini di ambil setelah mendengarkan dan mengakomodir masukan dari ketiga kubu yakni Marcus Siahay,Elly Toisutta dan Ferderika Latupapua.

Selain itu Marlen Nikijuluw mengbeberkan bahwa sebelum Musda IX Partai Golkar Kota terlihat Steering Committee mengadakan  pertemuan-pertemuan dengan salah satu calon Ketua DPD II Partai Golkar Kota Ambon.

“Jadi terjadinya kisruh di Musda IX Partai Golkar Kota Ambon pekan lalu di akibatkan tidak netralnya Steering Committee dalam Musda tersebut,”jelas Marlen Nikijuliw Ketua Partai Golkar Kecamatan Nusaniwe.

 

 

Check Also

Harapan Yang Hampa,LIN Dibawah Bayang-Bayang Rakyat Maluku

Oleh   : HMI Cabang Ambon AMBON,N25NEWS.com- Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon Burhanudin Rumbouw …