Home / Kab Malteng / Stunting Jadi Perhatian,BKKBN Prov Maluku Sosialisasi Media Penyiapan Generasi Emas

Stunting Jadi Perhatian,BKKBN Prov Maluku Sosialisasi Media Penyiapan Generasi Emas

MALTENG,N25NEWS.COM – Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Renta Rego membuka dan memberikan sambutan dalam Sosialisasi media penyiapan generasi emas di wilayah STUNTING ,Kabupten Maluku Tengah (5/10/2018).

Dalam arahannya PLT Kepala Kantor Perwakilan BKKBN Maluku Renta Rego menegaskan bahwa sosialisasi media penyiapan generasi emas merupakan suatu sarana untuk memberikan informasi dan motifasi kepada keluarga yang memiiki baduta dan ibu hamil secara khusus,pentingnya periode 1000 hari yaitu 270 hari selama kehamilan dan 730 hari pada kehidupan pertama bayi yang di lahirkan.

Hal ini ungkap Renta,periode tersebut merupakan periode sensitif karena akibat yang di timbulkan terhadap bayi pada masa itu akan bersifat permanen dan tidak dapat di koreksi dampaknya.

“Kalau dampak tidak hanya pada pertumbuhan fisik,tetapi juga pada perkembangan mental dan kecerdasan ,yang pada usia-usia tertentu terlihat dari ukuran fisik tidak optimal serta kualitas kerja yang tidak kompetitif yang berakibat pada rendahnya produktifitas ekonomi,”tandas Renta Rego.

Tambahnya bahwa rendahnya kemampuan kognitif atau kecerdasan sebagai akibat tidak optimalnya pertumbuhan dan perkembangan otak,selain itu reaksi penyesuaian akibat kekurangan gizi juga meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit tidak menular(PTM),eperti hipertensi,penyakit jantung coroner dan diabetes.

“Dampak dari  kekurangan gizi bisa di lihat dari kurang optimalnya kualitas manusia,baik di ukur dari kemampuan mencapai tingkat pendidikan  yang tinggi selain itu juga rendahnya daya saing yang semuanya bermuara pada menurunnya tingkat pendapatan dan kesejahtraan keluarga dan masyarakat,”tegasnya.

Salah satu masalah kekuranggan gizi yang di temukan di Indonesia,kata PLT Kepala Kantor Perwakilan BKKBN Maluku ini ialah Stunting,ada sekitar 8,8juta anak Indonesia penderita stunting (tubuh pendek).

“Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) mencatat,angka kejadian secara Nasional mencapai 37,2 persen,angka ini meningkat dari 2010 sebesar 35,6 persen,sehingga kenapa hari ini di gelar sosialisasi media penyiapan generasi emas persoalan karena Stunting patut menjadi perhatian,”ujar PLT Kepala Kantor Perwakilan BKKBN Maluku.

Untuk itu kata Rego,ada 12 kegiatan yang yang dapat berkontribusi pada penurunan Stunting yaitu melalui intervesi gizi Sensitif yang salah satunya adalah memberikan pendidikan pengasuhan pada orang tua,hal ini berupa memberikan informasi pengasuhan terkait 1000 HPK melalui kelompok BKB(Bina Keluarga Balita) khusunya pada keluarga yang mempunyai anak di bawah dua tahun (Baduta).

“Saya berharap orang tua harus lebih fokus memberikan prioritas untuk pembangunan  SDM kedepan,karena SDM menjadi penentu,dengan penyiapan sejak awal dan dini,akan memberikan perlindungan kepada anak-anak sehingga bisa tumbah dan berkembang dengan baik tampa kekerasan baik fisik maupun verbal,”tambahnya.

Selain itu bagaimana kita mendidik anak-anak kita pada umur 1-10 tahun,karena berada pada posisi emas .karakter seorang anak terbentuk,sehingga tugas kitalah sebagai orang tua untuk menentukan input seperti apa yang masuk ke dalam pikirannya,sehingga membentuk karakter anak yang berkwalitas.

“Pesan saya melalui kegiatan Sosialisasi media penyiapan generasi emas ini,bahwa keluarga adalah tiang negeri,negeri ini menjadi negeri yang kuat,yang hebat tidak terlepas dari peran dari keluarga.krliarga adalah factor penting dalam pendidikan seorang anak,”kata Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Renta Rego dalam sambutannya di hadapan peserta Sosialisasi media penyiapan generasi emas di wilayah STUNTING ,Kabupten Maluku Tengah.

 

 

 

 

 

About admin

Check Also

BPOM Ambon Amankan 108 Item Di Kota Ambon Dan Pulau Seram

AMBON,N25NEWS.COM – Balai POM di Ambon merilis hasil temuan pengawasan yang di lakukan selama 3 …