Suanggi

Suanggi merupakan manusia biasa yang pada hari-hari tertentu sangat menakutkan. di Maluku, Maluku Utara dan Papua,menurut catatan menteri Hindia-Belanda W. R. van Hoëvell, disebut berasal dari Maluku.Konon, sosok ini sangat ditakuti karena bisa menyebabkan orang-orang yang menjadi korbannya menderita penyakit yang aneh hingga berujung pada kematian.

Seperti di masyarakat Ternate, istilah Suanggi juga dipakai untuk penduduk desa yang diduga melakukan praktik kanibalisme. Tuduhan ini bahkan bisa berakibat fatal, karena mereka yang terbukti adalah Suanggi bisa dibunuh dan mayatnya akan dibuang ke laut.

Menurut cerita yang lain, Suanggi dikenal sebagai penyihir atau orang yang memiliki kemampuan ilmu hitam  biasanya disebut juga dukun. Sosok Suanggi pun dikabarkan sangat menakutkan, dengan mata yang merah dan memiliki gigi-gigi yang tajam.Bahkan, konon kabarnya sosok Suanggi kerap memakan daging manusia, dan dalam aksinya Suanggi tidak perlu hadir di tempat kejadian, karena bisa dilakukan dari jarak jauh. Mungkin mirip dengan legenda voodoo di Haiti.

 

Konon, Suanggi saat mengincar korbannya, dia akan terbang menggunakan pelepah daun dan menyelinap masuk ke rumah orang itu. Suanggi juga diketahui bisa berubah wujud menjadi binatang apa saja biasanya menjelma menjadi cicak, sehingga mudah memasuki tempat tinggal korbannya.

 

Namun, yang menakutkan bukan hanya wujud dari Suanggi, melainkan apa yang bisa dilakukannya terhadap orang-orang. Bagi yang tinggal di Maluku dan Papua — suku-suku asli di sana, Suanggi adalah manusia biasa dalam kehidupannya sehari-hari. Bahkan di beberapa kesaksian, Suanggi kerap muncul dalam paras yang sangat cantik atau tampan.

 

Tetapi, karena memiliki ilmu yang dapat melukai dan membunuh orang dengan cara yang misterius, kadang-kadang Suanggi juga diminta untuk melakukan sesuatu yang jahat.

ketika ada yang memintanya melakukan kejahatan, Suanggi biasanya membunuh korbannya dengan berkelompok  semacam pembunuh bayaran, walau kadang-kadang juga melakukannya dengan kemauan sendiri.

 

Biasanya, ada dua cara Suanggi dalam menghabisi nyawa korbannnya. Salah satunya, dengan jalan doti-doti.Doti-doti semacam ilmu hitam atau santet yang dikirim Suanggi kepada orang yang ingin dibunuhnya. Saat akan mengirimkan santet ini kepada seseorang, biasanya Suanggi akan membaca arah angin terlebih dahulu.

 

Hal ini dilakukan agar doti-doti itu bisa sampai ke orang itu bersama angin, dan bukan sebaliknya  yang akan berbalik kepada Suanggi itu sendiri. Ketika mendapatkan angin itu, Suanggi akan menjentikkan benda-benda yang ingin dimasukkan ke tubuh korbannya dengan cara gaib.

Biasanya, benda-benda santet yang dikirim adalah kayu ­kayuan atau dedaunan. Ketika ilmu hitam itu sampai ke korbannya, tubuhnya akan dipenuhi benda-benda asing itu dan merusak tubuh mereka secara perlahan-lahan, hingga mereka meninggal.

 

Cara lain Suanggi dalam melakukan perbuatan jahatnya, adalah dengan membunuh korbannya secara langsung. Walaupun ilmu hitam masih berperan besar dalam hal ini. Ketika menerapkan cara ini, Suanggi akan mengintai korbannya terlebih dahulu agar perbuatannya tidak dilihat oleh orang lain.

Baca juga :   Penguatan  Tim  Pengendali DAK Fisik SUB Bidang KB Dan BOKB Tahun Anggaran 2020

 

Ketika orang yang ingin dibunuhnya sedang sendirian, Suanggi akan melemparnya dengan batu kecil atau tanah yang sudah diberi mantra. Sehingga, orang itu langsung tidak sadarkan diri. Setelah itu, Suanggi akan memukul, menendang, atau membanting tubuh korbannya berkali-kali dalam keadaan tidak berpakaian.

 

Hal ini dimaksudkan agar ketika ditemukan nanti, tidak ada bekas-bekas kekerasan yang ditemukan di baju korban.Biasanya, ketika korbannya merupakan ibu hamil, janin yang ada di rahimnya bisa sampai keluar, dan pada anak­-anak, lehernya cukup dipatahkan untuk membunuhnya.

 

Setelah membunuh korbannya, Suanggi akan menjilat luka-luka yang ada di tubuh korbannya dan secara ajaib tertutup dengan sendirinya. Suanggi juga akan memasukkan benda gaib berbentuk telur ke dalam mulut korbannya. Telur yang masuk ke dalam tubuh korban, konon akan berubah menjadi seekor kadal dan menghidupkan kembali mayatnya.

 

Namun, apabila korban Suanggi adalah seorang yang memiliki peranan penting di masyarakat Maluku dan Papua, Suanggi bisa membunuh orang itu hingga tiga kali di waktu yang berbeda. Setelah itu, Suanggi akan mengambil beberapa helai rambut orang itu untuk menjadi bukti kejahatannya kepada orang yang memerintahkan Suanggi.

 

 

Suanggi memang sangat menakutkan bagi orang-­orang yang mempercayai keberadaannya. Namun, sepertinya tidak ada cara tertentu untuk menangkal ilmu hitam dari Suanggi. Hanya ada mitos-mitos untuk mengetahui keberadaan Suanggi ketika berbaur bersama masyarakat.

 

Salah satu mitos itu mengatakan, bahwa ketika kamu mencium bau khas seperti binatang kus-kus di sekitarmu, sebaiknya kamu masuk ke rumah dan berlindung.Konon, bau kus-kus menandakan Suanggi berada tidak jauh darimu.

 

 

Memiliki ilmu hitam dan kesaktian yang cukup menakutkan, bukan berarti tidak memiliki kelemahan.Suanggi ketika berbaur dengan masyarakat, umumnya juga tidak menunjukkan jati diri mereka, karena mereka sebenarnya juga manusia biasa yang bisa dibunuh.Maka tidak jarang, perburuan Suanggi untuk dimusnahkan juga dilakukan oleh beberapa masyarakat.

 

Oleh karena itu, Suanggi juga memiliki pantangan — terutama setelah melakukan kejahatannya agar tidak diketahui orang lain. Salah satunya ketika membangkitkan korban yang dibunuhnya, apabila saat itu pembunuhan dilakukan oleh dua orang atau lebih Suanggi, mereka pantang untuk bertemu dengan mayat hidup itu se cara bersamaan. Kalau tidak, maka korbannya akan mengenali mereka.

 

Selain itu, ketika mengambil rambut korbannya, Suanggi tidak boleh memberi rambut itu kepada orang yang menyuruhnya melakukan kejahatan, sebelum mayat korbannya dikuburkan. Apabila dilanggar dan orang yang menyuruhnya itu melayat ke pemakaman korban, maka korban akan langsung bangkit dan menunjuk orang itu.

 

Sumber  : Perpustakaan Budaya Indonesia

About admin

Check Also

Pemkot Ingkar Janji ,Pemilik Lahan Ancam Segel Tiga Sekolah Di Nania Secara Pemanen

AMBON,N25NEWS.com – Pemerintah Kota Ambon ternyata tidak menempati daedline batas waktu pembayaran kepada ahli waris …

×

N25NEWS.com